Kinerja Sritex Tumbuh 14,81 Persen di Kuartal III 2017

Oleh : Hariyanto | Senin, 30 Oktober 2017 - 18:13 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (kemenperin.dok)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (kemenperin.dok)

INDUSTRY co.id -Jakarta - Kuartal III 2017, kinerja PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) tumbuh 14,81% menjadi US$572,59 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar US$498,69 juta.

"Kinerja perseroan ditopang kenaikan penjualan ekspor yang melonjak 23,73%. Nilai ekspor hingga September 2017 lalu mencapai US$305,43 juta atau setara 53,24% dari total penjualan dan laba bersih perusahaan tekstil ini menanjak 14,36% menjadi US$47,23 juta," kata Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman, Iwan S. Lukminto di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Menurut Iwan, kenaikan ekspor tersebut terjadi karena adanya penambahan jumlah pengiriman ke luar negeri dan pelanggan baru.

"Ada pelanggan baru untuk kain jadi dan garmen. Tambahan penjualan tersebut bersamaan dengan peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan perseroan," kata Iwan.

Utilisasi pabrik terintegrasi SRIL memang belum 100%, namun secara bertahap emiten tekstil ini terus mencari strategi terbaik memperbaiki keadaan tersebut.

Kesempatan SRIL bersaing di pasar global memang sedang terbuka lebar. Terlebih setelah ada kenaikan gaji pekerja industri tekstil di Tiongkok dan Bangladesh.

Gaji pekerja tekstil didua negara tersebut selama ini terbilang murah sehingga produk tekstil dari dua negara itu kompetitif di pasar global.

SRIL memanfaatkan kondisi tersebut dan memperbesar pasar ekspornya. Kenaikan upah di Negeri Tirai Bambu dan Bangladesh tersebut membuat harga produk tekstil SRIL lebih bersaing.

Saat ini, penjualan SRIL ke pasar Asia masih mendominasi pendapatan ekspor hingga 60,55%. Menyusul, penjualan ke kawasan Eropa dengan porsi sebesar 16,26% dan di posisi berikutnya kawasan Amerika Serikat dan Amerika Latin dengan porsi 15,27%, sisanya berasal dari ekspor ke wilayah Afrika, Australia dan Uni Emirat Arab.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 15:00 WIB

BI Antisipasi Modal Keluar Jelang Pertemuan FOMC

Bank Indonesia menyebutkan terus meningkatkan pengawasan dan mitigasi terhadap potensi keluarnya modal asing yang bisa menggerus nilai tukar rupiah terutama menjelang rapat Komite Pasar Terbuka…

Dealer Honda / http://idolosol.com

Senin, 28 Mei 2018 - 14:54 WIB

Honda Siapkan 114 Bengkel Siaga Hadapi Mudik Lebaran 2018

PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menghadirkan program Honda emergency service atau bengkel siaga Honda. Program ini dirancang untuk menemani konsumen Honda selama melakukan perjalanan mudik.…

Sinergi Enam Marketplace Besar dalam program Ramadhan Express Gerakan Ayo UMKM Jualan Online

Senin, 28 Mei 2018 - 14:36 WIB

Sinergi Enam Marketplace Besar Dorong UMKM Jualan Online

Kominfo bersama Kemenkop meluncurkan program Ramadhan Express Ayo UMKM Jualan online untuk gerak cepat bantu pedagang mikro dan kecil yang belum bisa mendapat akses ke pasar online yg sangat…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.c.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 14:30 WIB

Menkeu: BSF Aktif Bila Keadaan Ekonomi Waspada

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan inisiatif "Bond Stabilization Framework" (BSF) akan aktif apabila berdasarkan penilaian Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kondisi perekonomian…

Ilustrasi pekerja proyek infrastruktur pemerintah (Foto: Istimewa)

Senin, 28 Mei 2018 - 14:30 WIB

Gapensi Desak Pemerintah Libatkan Kontraktor Swasta Dalam Proyek Infrastruktur Nasional

Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) meminta Pemerintah melibatkan lebih banyak kontraktor swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.