Pembangunan Pabrik Baja Lembaranan Panas Krakatau Steel Telah Mencapai Diatas 25 Persen

Oleh : Hariyanto | Kamis, 26 Oktober 2017 - 15:39 WIB

Gedung Krakatau Steel. (Dimas Ardian/Bloomberg/Getty Images)
Gedung Krakatau Steel. (Dimas Ardian/Bloomberg/Getty Images)

INDUSTRY co.id -Jakarta - Perkembangan pembangunan paik baja lembaran panas atau hot strip mill (HSM) kedua PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) telah mencapai di atas 25%.

"Pada tahap pertama kapasitas produksi paik ini ditargetkan sebesar 1,5 juta ton per tahun," kata General Manager Riset dan Teknologi Krakatau Steel, Yusuf Marhaban di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Paik HSM II merupakan salah satu bagian dari proyek peningkatan kapasitas produksi baja di klaster Cilegon menjadi 10 juta ton per tahun pada 2025.

"Mudah-mudahan dapat sesuai jadwal rampung 2019. Kalau ada delay, kami kejar supaya tetap sesuai target," kata Yusuf.

Pada tahap awal, paik HSM II akan memproduksi hot rolled coil sebanyak 1,5 juta ton dan akan dikembangkan menjadi 3 juta ton pada 2021.

Paik HSM I milik perseroan saat ini memproduksi HRC sebesar 2,4 juta ton dan akan dikembangkan menjadi 4 juta ton pada 2025.

Selain paik HSM I dan II, PT Krakatau Posco juga menyumbang produksi 1,5 juta ton plat baja. Dengan demikian, untuk mencapai produksi baja sebesar 10 juta ton pada 2025, Krakatau Steel harus membangun paik baru dengan kapasitas sebesar 1,5 juta ton.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:45 WIB

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2 persen atau relatif sama dengan proyeksi pemerintah sebesar 5,14-5,21 persen.

OJK

Jumat, 21 September 2018 - 08:30 WIB

OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Industri Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui peran aktif pelaku usaha jasa keuangan di tanah air.

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Jumat, 21 September 2018 - 08:15 WIB

Melemahnya Perekonomian Tak Pengaruhi Penyaluran KUR

BRI menyatakan lesunya kondisi perekonomian di dalam negeri tidak memengaruhi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di kalangan pelaku usaha.

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:00 WIB

Bank Dunia: Kemungkinan Krisis Keuangan Indonesia Kecil

Bank Dunia menilai, kendati dihadapkan pada risiko penurunan pertumbuhan ekonomi akibat gejolak ekonomi global, peluang terjadi krisis keuangan di Indonesia relatif kecil.

Obligasi Negara Ritel (ORI) (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 07:58 WIB

Obligasi Dapat Sentimen Positif dari Penguatan Rupiah

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pergerakan pasar obligasi dalam negeri masih memiliki peluang kenaikan seiring dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri,…