Petani Tidak Berdampak Kenaikan Cukai Tembakau

Oleh : Herry Barus | Kamis, 26 Oktober 2017 - 15:31 WIB

Kebun Tembakau
Kebun Tembakau

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, petani tidak akan terdampak oleh kenaikan cukai tembakau, apalagi pemerintah merencanakan kenaikan pada 2018 hanya rata-rata 10,04 persen.

"Musuh petani tembakau yang sebenarnya justru adalah perilaku industri rokok yang seenaknya menentukan kualitas dan harga daun tembakau milik petani," kata Tulus melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (26/10/2017)

Karena itu, imbauan Presiden Joko Widodo agar petani tembakau beralih tanam ke tanaman lain agar tidak terdampak kenaikan cukai yang direncanakan pemerintah tidak relevan. Petani tembakau memang seharusnya beralih tanam agar tidak terus menerus dikelabui industri rokok.

Selama ini, posisi tawar petani terhadap harga daun tembakau memang cukup lemah karena kualitas dan harga ditentukan oleh "grader" tanpa ukuran yang jelas. Keberadaan "grader" itu lebih menguntungkan industri rokok dan merugikan petani.

"Apalagi, sesuai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, filosofi cukai adalah instrumen untuk mengendalikan konsumsi. Jadi seharusnya landasan rencana kenaikan cukai hanya untuk mengendalikan konsumsi," tuturnya.

Tulus sendiri menilai rencana kenaikan cukai tembakau rata-rata 10,04 persen merupakan langkah mundur karena tahun sebelumnya kenaikannya mencapai 11,19 persen.

"Kenaikan cukai tembakau seharusnya progresif sehingga bisa mencapai angka yang diamanatkan Undang-Undang Cukai, yaitu 57 persen," katanya.

Pemerintah akan menaikkan cukai tembakau rata-rata 10,04 persen yang berlaku pada 1 Januari 2018. Keputusan menaikkan cukai tembakau itu ditetapkan dalam rapat internal yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Kamis (19/10).

Menurut laporan Bank Dunia yang berjudul "Reformasi Pajak Tembakau: Persimpangan Jalan antara Kesehatan dan Pembangunan", Menteri Keuangan sebuah negara bisa menyelamatkan lebih banyak jiwa dari pada Menteri Kesehatan dengan menaikkan cukai rokok.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

WIKA

Kamis, 21 Maret 2019 - 08:30 WIB

Tembus Rp2 Triliun, WIKA Pecahkan Rekor Laba Bersih

Berdasarkan Laporan Keuangan PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk (“WIKA”) per tahun 2018 (audited), tercatat pertumbuhan Laba Bersih bergerak naik sebesar 52,89% atau senilai Rp2,07 triliun dibandingkan…

Eric Saputra Country Head Ninja Xpress Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 08:00 WIB

Ninja Xpress Andalkan Teknologi Menjawab Tantangan Industri Logistik

Ninja Van yang hadir di Indonesia sejak tahun 2015 dengan nama Ninja Xpress, merupakan perusahaan teknologi yang melayani pengiriman dengan layanan hassle free. Dengan 3 pilar utama yang dimiliki…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Kamis, 21 Maret 2019 - 07:00 WIB

BUMN Tawarkan Peluang Magang Bersertifikat untuk 9.000 Mahasiswa

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi membuka kesempatan bagi 9.000 mahasiswa untuk mengikuti program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB) guna mengembangkan diri dan menjajal dunia kerja…

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Kamis, 21 Maret 2019 - 06:00 WIB

Kemenristekdikti dan Kementerian BUMN Jalin Kerja Sama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

Jalan Tol (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 05:00 WIB

Pembangunan Infrastruktur di Daerah Dukung Efektivitas Hilirisasi Produk

Masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air dalam kurun waktu empat tahun terakhir merupakan kebijakan tepat yang telah diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden…