Industri TPT Nasional Perlu Diversifikasi Produk Nonsandang

Oleh : Ridwan | Rabu, 25 Oktober 2017 - 10:14 WIB

Ilustrasi Benang (Ist)
Ilustrasi Benang (Ist)

INDUSTRY.co.id - Bandung- Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional perlu melakukan inovasi dalam pengembangan produknya sehingga dapat menangkap peluang dari tren pasar global saat ini.

Pasalnya, sektor ini tidak hanya menghasilkan produk untuk kebutuhan sandang atau pakaian, tetapi telah berkembang menjadi industri tekstil non-sandang.

"Jadi sekarang produk tekstilnya dimanfaatkan untuk material pembangunan infrastruktur jalan tol, agro-textiles, medis hingga industri makanan dan minuman, otomotif, serta manufaktur konsumsi lainnya," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual, Sony Sulaksono di Bandung, Jawa Barat (24/10/2017).

Kemenperin memproyeksikan, komoditas industri tekstil non-sandang ini pasarnya masih cukup luas dan permintaannya besar. Rata-rata meningkat dalam periode lima tahun terakhir sebesar 9,9 persen per tahun, dengan kontribusi Indonesia mencapai 0,47 persen dari kebutuhan dunia.

Untuk menghasilkan produk-produk tekstil fungsional (functional textile) yang berkualitas, menurut Sony, perlu didukung dengan hasil-hasil penelitian dan pengembangan (litbang) seperti yang dilakukan oleh Kemenperin melalui Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung.

"Kami ingin menjawab ekspektasi konsumen yang lebih dari sekedar sandang konvensional, namun sudah masuk ke dalam ranah tekstil fungsional yang memiliki karakter dan sifat spesifik sesuai dengan fungsinya," tuturnya.

BBT Bandung merupakan salah satu unit kerja Kemenperin di bawah binaan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI). Balai tersebut memiliki dua tugas pokok, yaitu pelaksanaan kegiatan litbang di bidang tekstil serta memberikan layanan jasa teknis kepada industri TPT.

Sony menyebutkan, beberapa hasil litbang tekstil tahun 2017 dari BBT Bandung yang diseminasikan, antara lain tekstil anti nyamuk berbahan aktif mikrokapsul minyak kulit jeruk nipis, pembuatan tekstil anti bakteri dengan zat aktif alami dari kitosan, dan tekstil fungsional untuk atap yang bersifat anti ultraviolet.

Selanjutnya, panel pengendali kebisingan suara dari bahan serat alam dan limbah tekstil, tekstil teknik dari limbah kain denim untuk penutup hasil pengecoran jalan, serta produksi gum xanthan dari limbah padat tahu dan bakteri xanthomonas untuk mensubstitusi gum xanthan impor.

"Kami berharap, sejumlah hasil litbang tersebut dapat diimplementasikan oleh industri TPT nasional sehingga akan memacu daya saing dan produktivitasnnya serta memperluas pasar ekspor," ungkapnya.

Selain itu, kegiatan litbang diharapkan dapat membantu mengatasi dalam hal diversifikasi produk serta perbaikan proses produksi dan mutu produk.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani jagung

Senin, 18 Februari 2019 - 05:00 WIB

Tambahan Produksi Jagung 3,3 Juta Ton, Tak Perlu Impor

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para petani jagung yang telah memproduksi tambahan pasokan komoditas pangan itu hingga 3,3 juta ton sehingga Indonesia…

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Minggu, 17 Februari 2019 - 18:40 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2020-2040, Ini Langkah Strategis Kemenperin

Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur.