Ashpurindo Usulkan Izin PPIU Diberlakukan Seumur Hidup

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 23 Oktober 2017 - 22:05 WIB

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) gelar Forum Group Discussion dengan Asosiasi Haji dan Umrah terapkan aturan SPM
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) gelar Forum Group Discussion dengan Asosiasi Haji dan Umrah terapkan aturan SPM

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah Inbound Indonesia (Asphurindo), Syam Resfiadi menginginkan adanya pemberian izin usaha umroh berlaku seumur hidup bagi penyelenggara yang telah bekerja secara benar, jujur dan profesional untuk survive melayani jamaah.

“Travel-Travel umrah yang baik ini, bisa terus survive melayani masyarakat, tidak direcoki sama yang nggak baik-baik itu. Kalau ada perpanjangan izin ini kan, seolah-olah travel yang baik-baik dan sudah lama ini, seperti disamakan dengan travel-travel umrah yang baru itu. Jadi, setiap tiga tahun sekali, harus ajuin perpanjangan lagi,” kata Syam usai mengikuti Forum Group Discussion yang digagas oleh KPPU, dikantornya, Senin (23/10/2017).

Syam juga mengatakan, jika usulan tersebut diterima dan akhirnya diterapkan oleh Kementerian Agama, maka itu akan menjadi kabar yang menggembirakan bagi PPIU. Dengan demikian, Kementerian Agama menetapkan persyaratan yang ketat dengan sertifkasi berstandar nasional dan internasional. Jadi konsentrasi pemerintah lebih ke pengawasan dan  bukan pada perizinan.

Ia juga mengatakan, aturan standar pelayanan minimum yang diusulkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masih rancuh. Pasalnya ini merupakan pelayanan dalam bidang jasa, mau di standarin seperti apa? semakin diturunkan standarnya makin rendah pelayanannya.

“Tujuannya bagus juga tapi SPM ini jangan kurang dari pelayanannya juga, si travel juga harus dikasih marginnya juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Subdit Umrah Kemenag, Arfi Hatim mengatakan pihaknya tengah menyelesaikan beberapa hal yang bisa menjadi solusi. Diantaranya merevisi aturan terkait dan penetapan standar tertentu seperti yang diharapkan KPPU di atas.

"Sebenarnya banyak yang minta adanya penetapan harga minimal. Dalam RDP (rapat dengar pendapat) dengan DPR RI minggu lalu, diharapkan juga agar Kemenag segera menetapkan harga. Jangan diserahkan ke pasar," ujarnya

Hanya saja, penetapan harga juga masih menjadi pergunjingan lantaran bisa membatasi inovasi bisnis penyelenggaraan ibadah umrah.

"Kemudian ada dua core (inti) usulan. Pertama, dalam waktu dekat kami melakukan finalisasi PMA 18 yang di dalamnya membahas secara rinci standar pelayanan minimal. Kedua, penetapan harga referensi yang telah berkali-kali didiskusikan,"tandasnya.

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Inarno Djayadi Dirut BEI (Foto Tribunnews)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:15 WIB

BEI Bakal Percepat Periode Penyelesaian Transaksi Bursa Jadi T Plus Dua

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempercepat periode penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Itu artinya, penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang…

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:03 WIB

Gelombang Ekstrem Masih Terjadi Seminggu ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 meter hingga empat meter atau dalam kategori ekstrem dan berbahaya masih akan terjadi dalam…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:58 WIB

DirjenPAS Akui Kejadian di Lapas Sukamiskin Masalah Serius

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin,…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:54 WIB

DirjenPas Akui Fasilitas Tak Standar di Lapas Sukamiskin

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami membenarkan adanya fasilitas bagi narapidana korupsi yang tidak sesuai standar di Lembaga…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:45 WIB

Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Terkoreksi 1,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan 1,2% ke posisi 5.872,78 sepanjang pekan lalu (16-20 Juli 2018) dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya…