Indonesia Most Admired CEO 2017

Oleh : TP Rachmat | Minggu, 15 Oktober 2017 - 12:03 WIB

Pendiri Triputra Group, Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat (Foto ist)
Pendiri Triputra Group, Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Pidato TP Rachmat yang ditujukan bagi para CEO penerima penghargaan pada ajang Indonesia Most Admired CEO 2017

Yang saya hormati, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Komisaris Utama Warta Ekonomi Bapak Fadel Muhammad, CEO dan PemRed Warta Ekonomi Bapak Muhamad Ihsan, Pemimpin Perusahaan Warta Ekonomi Bapak Bramantyo Suryo Putro, yang terhormat para CEO penerima penghargaan pada ajang “Indonesia Most Admired CEO 2017”, dan hadirin yang berbahagia.

Saya merasa terhormat, berada bersama talenta-talenta terbaik Indonesia dalam forum ini. Saya sampaikan selamat atas prestasi yang diraih. Saya bangga dan bersyukur bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta hebat seperti Anda sekalian.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan 3 pesan.

Yang pertama : PURPOSE.

Dalam sebuah kesempatan talk show televisi, saya menyatakan bahwa saya akan terus bekerja sampai di Indonesia tidak ada kemiskinan lagi. Saya sadar, bahwa kondisi itu sangat sulit terjadi, atau mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi saya juga sadar, bahwa sebagai manusia yang lahir, tumbuh, dan berusaha di Indonesia, saya harus jadi bagian yang turut membangun Indonesia. Semampu saya, Sekuat saya. Itulah yang saya bisa berikan kepada Indonesia. Negara yang telah memberi begitu banyak kesempatan kepada saya.

Sebagai CEO-CEO pilihan, saya ingin Anda menjawab pertanyaan berikut secara pribadi, “Apakah purpose of life saya?” Pertanyaan itu sangat penting untuk dijawab dengan sungguh-sungguh dan jujur. Saya mengutip kata-kata Steve Jobs, _*“If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?”*_

Time is precious. Waktu kita semua terbatas. Penting untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan dari hari ke hari, mendekatkan kita pada purpose kita. Itu cara terbaik untuk bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan. 

Yang kedua : SENSE OF MISSION

Orang-orang hebat memiliki satu kesamaan : mereka memiliki sense of mission yang sangat kuat. Anda semua orang-orang hebat, yang diberi amanah besar untuk memimpin. Amanah untuk membawa perusahaan dari saat ini ke masa depan. Amanah untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Membuat Indonesia menjadi lebih maju, adil dan makmur.

Angela Duckworth, seorang psikolog dari Amerika memperkenalkan istilah “grit” sebagai faktor penentu kesuksesan. _Grit adalah gabungan dari purpose, passion, dan perseverance._ Adanya grit membuat orang akan konsisten, tahan uji, dan tidak mengenal lelah dalam mewujudkan misinya. Adanya grit membuat kita bangun paling pagi, pulang paling malam untuk memastikan eksesusi yang disiplin dan militan. Grit yang membedakan Anda semua dengan ordinary leaders.

Manusia yang memiliki Sense of Mission, adalah manusia yang sudah selesai dengan dirinya. Menempatkan kepentingan yang lebih mulia di atas kepentingan diri. Mother Teresa, adalah contoh yang hampir sempurna tentang sense of mission. Seluruh hidupnya dipersembahkan kepada kemanusiaan.

With great power comes great responsibility. Anda semua hadir di acara ini for a reason. Anda mendapatkan penghargaan ini juga for a reason. Saya percaya Anda semua memiliki kekuatan grit yang luar biasa.

Make or Break-nya perusahaan atau organisasi yang Anda pimpin ada di tangan Anda semua. Dalam kesempatan ini, saya ingin menggugah Anda dengan menyatakan bahwa Make or Break-nya bangsa ini, juga menjadi tanggung jawab Anda semua.

Yang ketiga : VALUES

Saya mengutip kata-kata mendiang Bapak Benny Subianto, _“We have to change with changing time, but we have to hold on to unchanged values.”

Kekuatan yang besar tanpa values yang kokoh membuat manusia menjadi serakah, kejam, cacat etika, dan cacat integritas. Kekuatan tanpa values mengerdilkan, melemahkan, bahkan bisa mematikan.

Keluarga berantakan karena tidak kokohnya values. Banyak perusahaan tidak sustainable karena rapuhnya values. Negara hancur dan tidak menjadi apa-apa karena mengabaikan pentingnya values. Banyak masalah bangsa Indonesia, yang juga terjadi karena tidak kokohnya values.

Saya, Anda, kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menghidupkan values dalam lingkup kehidupan kita masing-masing. Values yang kokoh harus dimulai dari keselarasan kata dan perbuatan para pemimpin. Tidak lebih, tidak kurang. Kita harus menjadi pemimpin yang menjadi panutan. Pemimpin yang walk the talk.

Membangun bisnis adalah membangun values. Bisnis yang dibangun tanpa values niscaya berantakan dan tidak akan bertahan lama. Tanggung jawab kita sebagai pemimpin, tidak hanya berhenti sampai menghasilkan kinerja finansial yang luar biasa, tapi juga menjadi bagian dari bangsa untuk membangun generasi yang memiliki values yang kokoh. Values yang dimulai dengan integritas.

Kita memiliki tanggung jawab moral dalam hal ini. Betapa akan lebih mudahnya seluruh upaya pembangunan bangsa kita, apabila semua pelaku bisnis juga terpanggil dan ambil bagian nyata dalam penanaman values.

Bapak dan Ibu yang saya hormati.

Less for self, More for others, Enough for everybody.  Menjadi pemimpin tidak mudah. Didalamnya terkandung amanah yang besar dan mulia, untuk tidak semata-mata mengejar dan mengutamakan kepentingan pribadi, tetapi memberi dampak positif bagi banyak pihak. Itulah reason of being dari true leader.

Ijinkan saya untuk menutup pidato ini dengan membacakan "sebuah janji yang tulus dan sederhana mengenai values."*

Janji ini juga menjadi guiding principles bagi seluruh anak perusahaan dalam group kami TRIPUTRA.

Hari ini, Saya berjanji.

Untuk menjalani hidup dengan transparan dan jujur.

Untuk memberikan lebih dari yang diharapkan, dalam situasi apapun.

Untuk menempatkan kemanusiaan dan tujuan yang lebih mulia, di atas kepentingan pribadi.

Untuk menjadi pribadi yang rendah hati, membuka diri, dan terus memperbaiki diri.

Janji ini saya nyatakan dengan tulus dan sepenuh hati kepada diri sendiri, keluarga, perusahaan, Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

TP Rachmat menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Ikut memimpin dan membesarkan Grup Astra yang kariernya diawali dari sales Astra. TP Rachmat ikut membesarkan United Tractors yang merupakan bagian keluarga Astra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:52 WIB

TNI Bantu Bangun 3.000 Rumah Korban Gempa

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan TNI akan membangun 3.000 unit rumah bagi warga yang menjadi korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat serta gempa bumi dan…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:37 WIB

Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan jaringan dan akses telekomunikasi sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran Telkom secara…

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:33 WIB

BPOM Komitmen Pembangunan Kesehatan Palestina

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun kapasitas Palestina salah satunya pada sektor kesehatan.

- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:24 WIB

PBNU Luncurkan NU Channel Tayangan Program Dakwah

Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan "NU Channel" yang menayangkan sejumlah program seperti dakwah, doa, kebudayaan, seni dan diskusi.

Manchester United (MU)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:20 WIB

Siapkan Dana Capai Rp 60 Triliun, Pangeran Saudi Ini Siap Beli Manchester United

Pangeran Muhammad bin Salman dikabarkan akan mengambil alih Manchester United dari keluarga Glazer senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp60 triliun.