Akhir Pekan Volume Transaksi Timah Ekspor Melonjak 556,4 Persen

Oleh : Hariyanto | Jumat, 13 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX
Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX di akhir pekan Jumat (13/10/2017), pukul 16.00 WIB menutup perdagangan timah ekspor dengan volume transaksi yang melonjak 556,4 % menjadi 256 lot dari penutupan perdagangan Kamis (12/10/2017) yang tercatat sebanyak 39 lot. 

Varian timah ekspor yang mengalami lojakan volume transaksi pada perdagangan Jumat (13/10/2017) yakni TINPB300 sebanyak 228 lot dengan posisi harga sebesar US$ 20.500 per ton. Selain itu, tedapat juga transaksi untuk varian Bulletin TINPB200 yang tercatat sebanyak 16 lot dan TINPB100 sebanyak 25 lot dengan harga di level yang sama yakni US$ 20.500 per ton. 

Jika ditotal dalam sepekan transaksi timah ekspor di ICDX mencapai sebanyak 528 lot, atau sepanjang bulan Oktober 2017 dengan 10 hari perdagangan terdapat sebanyak 662 lot yang setara dengan 3.310 ton. 

Meski mengalami lonjakan volume transaksi timah ekspor yang mencapai 556,4 %, harga timah cenderung bergerak menurun dibandingkan pada penutupan perdagangan Kamis (12/10/2017), yang berada di level US$ 20.900 per ton. 

Tertekannya harga timah ekspor itu diperkirakan karena persediaan yang cukup besar dimiliki para smelter. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat diprediksi akan terus melemah akibat inflasi yang memicu kenaikan suku bunga dan berdampak pada pelemahan nilai tukar dolar Amerika. Akibatnya, ada kecenderungan para smelter melepas persediaan sebelum nilai tukar dolar terus melemah terhadap Rupiah

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…