APPI: Harga Gas US$6 per MMBtu Masih Terlalu Jauh di Atas Negara Pesaing

Oleh : Hariyanto | Rabu, 28 Desember 2016 - 12:29 WIB

Pupuk Indonesia
Pupuk Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI), Dadang Heru Kodri mengatakan, industri pupuk nasional masih berat untuk bersaing dengan produk luar. Menurutnya, hal itu di karenakan harga gas US$6 per mmbtu masih terlalu jauh di atas negara pesaing.

Dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.40/2016 tentang Harga Gas Untuk Industri Tertentu, harga gas untuk tiga cabang industri, yakni pupuk, petrokimia, dan baja turun hingga US$1,5 per million british thermal unit (mmbtu) mulai 1 Januari 2017.

Dengan demikian, ada beberapa perusahaan yang membeli pupuk seharga US$6 per mmbtu, US$5,8 per mmbtu, dan US$3 per mmbtu. Harga gas baru akan naik ketika harga urea, amoniak, dan baja naik, sebagai contoh, PT Pupuk Indonesia membeli pupuk dengan harga berkisar US$6 hingga US$7 per mmbtu.

"Saingan terberat industri pupuk Indonesia adalah Tiongkok, karena harga produksi urea di negara itu hanya berkisar US$181 hingga US$190 per ton, dengan harga gas di bawah US$5 per mmbtu. Sementara itu, di Indonesia, biaya produksi urea mencapai US$240 per ton, dengan harga gas US$6 per mmbtu," ujar Dadang di Jakarta, Rabu (28/12).

Dadang menambahkan, gas sebagai bahan baku untuk industri pupuk idealnya dibanderol US$3 per mmbtu secara merata. Sebab, hanya beberapa pabrik pupuk swasta di Kalimantan yang akan mendapatkan harga gas di bawah US$6 per mmbtu.

"Dikhawatirkan, keputusan itu akan berpengaruh terhadap industri pupuk BUMN. Yang membantu industri pupuk saat ini bisa bertahan adalah harga minyak mentah dunia yang masih rendah, jika harga minyak mentah naik, industri pupuk Indonesia akan semakin kalah dengan produk impor, terutama dari Rusia, Timur Tengah, dan Tiongkok, karena mereka membeli gas di bawah US$6 per mmbtu," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kota Sabang

Selasa, 26 Maret 2019 - 10:00 WIB

Tingkatkan Industri Pariwisata, Sabang Aceh Segera Miliki Bandara Internasional

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengaku siap memfasilitasi dan akan mendukung pembangunan Bandar Udara Internasional di Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Siti Badriah, Video Klip Lagu Lagi Syantiknya telah ditonton 482 jtua kali

Selasa, 26 Maret 2019 - 09:03 WIB

Tepat Setahun Lagu ‘Lagi Syantik’ Siti Badriah Ditonton 482 Juta kali

epat satu tahun lalu, tepatnya 22 Maret 2018, penyanyi dangdut Siti Badriah lewat kanal youtube milik Nagaswara Music mengeluarkan single lagu Lagi Syantik lewat. Lagu itu langsung menjadi viral.…

Pramugari Garuda Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 26 Maret 2019 - 09:00 WIB

Garuda Indonesia Gunakan A330 Rute Jakarta-Nagoya Jepang

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi melayani rute penerbangan langsung Jakarta-Nagoya pp dengan menggunakan pesawat jenis Airbus 330 berkapasitas 222 tempat duduk yang terdiri…

Legenda Musik, Erros Djarot luncurkan single terbaru menyambut Pemilu

Selasa, 26 Maret 2019 - 08:34 WIB

Erros Djarot Gelisah Maka Lahirlah ‘1 & 2 Bukan Segalanya’

Seniman sekaliber Erros Djarot ternyata menyimpan kegelisahan yang sangat mendalam atas kondisi bangsa kita dalam menghadapi pemilu presiden yang semakin dekat. Kegelisahannya itu akhirnya ia…

Dirut Telkom Alex J Sinaga dan Menteri BUMN Rini Soemarmo saat moment the nex IndiHome

Selasa, 26 Maret 2019 - 08:29 WIB

Pelanggan IndiHome Capai 5,5 Juta Rumah

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia TBK (Telkom) menyebutkan jumlah pelanggan IndiHome mencapai 5,5 juta pelanggan. Jaringan Telkom untuk memperkuat ekspansi IndiHome, sudah tersebar dari…