BNI Salurkan Kredit Capai Rp421,4 Triliun di Kuartal III 2017

Oleh : Wiyanto | Kamis, 12 Oktober 2017 - 16:22 WIB

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)
PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

INDUSTRY.co.id -Jakarta-PT Bank Negara Indonesia Tb (BBNI)  mencatatkan kredit yang tersalurkan hingga akhir Kuartal III 2017 sebesar Rp421,41 triliun atau tumbuh 13,3% diatas realisasi kredit pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 372,02 triliun.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, realisasi kredit tersebut jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kredit di industri yang mencapai 8,2 % per Juli 2017.

“Strategi yang dilakukan Manajemen BNI untuk mendorong pertumbuhan kredit diatas industri adalah, Pertama, menggali potensi pasar pembiayaan BUMN dengan fokus pada proyek infrastruktur dan sektor industri yang memiliki risiko rendah dan terkontrol. Kedua, mengoptimalkan jaringan dan outlet untuk mampu menggarap potensi pasar yang ada. Ketiga, menggali potensi supply chain debitur korporasi untuk menangkap potensi debitur baru,” ujar dia di Jakarta, Kamis (12/102017).

Menurut dia, penyaluran kredit BNI ke Sektor Business Banking menjadi yang utama dengan komposisi 78,3 % dari total kredit atau sebesar Rp 329,75 triliun, tumbuh 13,9 % dibandingkan periode yang sama tahun 2016 senilai Rp 289,47 triliun. Pada sektor Business Banking ini, kredit BNI disalurkan ke segmen Korporasi (sebesar 23,6% dari total kredit), kredit BUMN (19,4%), lalu ke segmen Menengah (16,1%), dan segmen Kecil (12,8%).

Selanjutnya, kata dia, untuk meningkatkan penyaluran kredit ke segmen korporasi, manajemen BNI telah melaksanakan paduan strategi. Pertama, fokus pada pembiayaan proyek infrastruktur dan BUMN. Kedua, fokus pada pembiayaan sektor berisiko rendah seperti pertanian dan perkebunan. Ketiga, tidak melakukan ekspansi ke sektor yang berisiko cukup tinggi karena faktor eksternal, seperti pertambangan.

Adapun strategi yang disiapkan oleh manajemen dalam mengoptimalkan penyaluran kredit ke segmen Menengah adalah, pertama, mengoptimalkan debitur-debitur segmen Menengah yang merupakan supply chain financing debitur korporasi. Kedua, meningkatkan kualitas monitoring pembiayaan kredit segmen Menengah melalui pemberian kewenangan pimpinan wilayah. 

Sementara itu, penguatan kredit pada segmen Kecil dilakukan dengan, pertama,  mengoptimalkan jaringan melalui penetapan outlet sebagai full branch. Kedua, fokus pada pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).  

Disamping kredit ke Sektor Business Banking, BNI juga mengucurkan pembiayaan ke Sektor Bisnis Konsumer yang teralokasikan sebesar 16,3% dari total kredit atau sebesar Rp 68,53 triliun, tumbuh 9,2% diatas realisasi periode yang sama tahun 2016 sebesar         Rp 62,73 triliun. Kredit ke Sektor Consumer Banking terutama mengalir untuk Kredit Kepemilikan Rumah (BNI Griya), Kartu Kredit, dan Fleksi. Pertumbuhan ini diraih dengan dua strategi utama, yaitu Pertama, optimalisasi potensi pembiayaan melalui produk payroll nasabah dari debitur institusi. Kedua, melalukan optimalisasi cross selling.

 

  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Transportasi di Jakarta (Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:22 WIB

Dongkrak Daya Saing, Perusahaan Transportasi Minta Insentif Pajak dari Pemerintah

Perusahaan transportasi berharap adanya insentif pajak dari pemerintah berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN).

Presiden Jokowi dan TGB (Foto Setkab)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:19 WIB

Presien Jokowi Terus Godok Siapa Cawapresnya, Temasuk Diantaranya TGB

Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

 Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa untuk NYIA saat menyampaikan deklarasi dukungan percepatan bandara.(Foto: IST)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:16 WIB

Untuk Perkembangan Pariwisata, Masyarakat Ekonomi Jogja Penuh NYIA

Untuk perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta, Masyarakat Ekonomi Jogja Istimewa menyatakan petisi dukungan terhadap Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Taj Mahal, India (Dennis Jarvis/Flickr)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:15 WIB

Masuk Daftar Negara Tidak Aman, India Luncurkan Kampanye Keselamatan

India, sebagai negara yang terkenal akan keindahan alam dan memiliki budaya yang unik ini dinilai berbahaya bagi perempuan. Pada baru-baru ini, Kementerian Pariwisata India meluncurkan sebuah…

Rahmad Baagil. adalah Pengajar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, (Foto Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:10 WIB

Try Out Menjelang Pemilu 2019

Pilkada serentak telah dilakasanakan dengan baik. Para kandidiat sudah mengetahui hasil akhir versi real count, walau ada beberapa perbedaan hasil di beberapa daerah, ada bebagai indikasi kecurangan…