Bank Indonesia Paparkan Indonesia Tempat Investasi Bagi Asing

Oleh : Wiyanto | Kamis, 12 Oktober 2017 - 16:02 WIB

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo

INDUSTRY.co.id - Washington DC-Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan  komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Untuk itu, Bank Indonesia antara lain telah melaksanakan reformulasi kerangka operasional kebijakan moneter.

“Melalui sinergi kebijakan antarlembaga fiskal dan moeneter, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional. Seiring hal tersebut, Indonesia semakin menjadi tujuan investasi yang menarik. Berbagai kemajuan Indonesia di bidang ekonomi dapat semakin terangkat melalui rangkaian kegiatan Voyage to Indonesia,” ujar dia di Washington DC, Rabu (11/10/2017) waktu Amerika Serikat.

Agus menyampaikan hal tersebut, pada agenda ragam budaya Indonesia mewarnai International Monetary Fund–Word Bank Group Annual Meetings (IMF-WBG AM) 2017 di Washington DC, Amerika Serikat (11/10). Pada stan Indonesia di kantor IMF, delegasi disuguhi kelezatan kopi Lintong dan Toraja, sembari dimanjakan dengan alunan merdu gamelan Bali. Selain itu, pengunjung juga diperkenalkan kepada berbagai kerajinan tangan serta destinasi wisata unggulan di Indonesia. Seluruhnya merupakan bagian dari Voyage to Indonesia.

Voyage to Indonesia merupakan rangkaian kegiatan yang mempomosikan kekayaan budaya, keindahan alam, maupun ketahanan ekonomi Indonesia, menuju pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali[1]. Dengan perkiraan kehadiran 15.000 delegasi, IMFG-WBG Annual Meetings tersebut merupakan pertemuan keuangan terbesar di dunia. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah menjadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenai kondisi perekonomian Indonesia (dan kawasan ASEAN) yang stabil dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global.

Memimpin delegasi Indonesia pada Annual Meetings 2017 kali ini adalah para ketua dan wakil ketua Panitia Nasional IMF-WBG Annual Meetings 2018, yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo. Masing-masing tokoh tersebut terlibat aktif dalam kegiatan, baik sebagai pembicara maupun dalam berbagai forum pertemuan strategis.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Transportasi di Jakarta (Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:22 WIB

Dongkrak Daya Saing, Perusahaan Transportasi Minta Insentif Pajak dari Pemerintah

Perusahaan transportasi berharap adanya insentif pajak dari pemerintah berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN).

Presiden Jokowi dan TGB (Foto Setkab)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:19 WIB

Presien Jokowi Terus Godok Siapa Cawapresnya, Temasuk Diantaranya TGB

Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

 Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa untuk NYIA saat menyampaikan deklarasi dukungan percepatan bandara.(Foto: IST)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:16 WIB

Untuk Perkembangan Pariwisata, Masyarakat Ekonomi Jogja Penuh NYIA

Untuk perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta, Masyarakat Ekonomi Jogja Istimewa menyatakan petisi dukungan terhadap Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Taj Mahal, India (Dennis Jarvis/Flickr)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:15 WIB

Masuk Daftar Negara Tidak Aman, India Luncurkan Kampanye Keselamatan

India, sebagai negara yang terkenal akan keindahan alam dan memiliki budaya yang unik ini dinilai berbahaya bagi perempuan. Pada baru-baru ini, Kementerian Pariwisata India meluncurkan sebuah…

Rahmad Baagil. adalah Pengajar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, (Foto Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:10 WIB

Try Out Menjelang Pemilu 2019

Pilkada serentak telah dilakasanakan dengan baik. Para kandidiat sudah mengetahui hasil akhir versi real count, walau ada beberapa perbedaan hasil di beberapa daerah, ada bebagai indikasi kecurangan…