Waduh! Akibat Foto Antelop Turis Cina ini Harus Bayar Denda Rp 215 Juta

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 12 Oktober 2017 - 15:40 WIB

Wisatawan Asal Cina Berburu Foto Antelop di Cagar Alam Tibet (Foto:shanghaiist.com)
Wisatawan Asal Cina Berburu Foto Antelop di Cagar Alam Tibet (Foto:shanghaiist.com)

INDUSTRY.co.id, Tibet - Saat bertraveling, tak lengkap rasanya sambil berfotografi. Karena, dengan berfoto, para traveler bisa mengabadikan semua tempat destinasi wisata yang indah. Tentunya, untuk mengambil foto yang bagus perlu perjuangan agar foto-foto tersebut nampak bagus.

Sayangnya, terkadang para traveler tak menghiraukan himbauan atau peraturan yang ada di destinasi tersebut dan dapat membahayakan dirinya sendiri. Sangat amat diaunjurkan, jika Anda ingin berkunjung ke suatu tempat atau destinasi wisata, sebelumnya Anda harus melakukan riset atau mencari tahu seperti apa peraturan yang ada di daerah tersebut agar tidak mengalami hal buruk yang tertimpa oleh turis asal Cina ini.

Dikutip dari shanghaiist, Kamis (12/10/2017), sekelompok turis asal Cina tertangkap sedang mengejar sekawanan antelop Tibet, dimana mereka sembari mencoba mengambil foto para antelop tersebut.

Dari pihak Kehutanan di Tibet, mengatakan bahwa para turis Cina telah memasuki wilayah terlarang cagar alam di Tebet dan mencari antelop untuk difoto pada Rabu lalu. Diketahui, bahwa akibat perburuan liar, para antelop tersebut menjadi terancam punah.

Para turis tersebut diketahui mengejar sekelompok antelop dengan menggunakan kendaraan offroad dan ternyata, bisa menyebabkan kematian karena para antelop tersebut bisa jadi kelelahan karena mereka dikejar-kejar menggunakan kendaran roda empat tersebut.

Untungnya, para petugas penjaga memeriksa daerah tersebut dan tidak menemukan antelop yang terluka atau mati. Akibat tindakannya, ketujuh turis Cina tersebut dikenakan denda sebesar 105 ribu Yuan atau sekitar Rp 215 Juta, dimana tiap orangnya harus membayar sebesar 15 ribu Yuan atau sekitar Rp 30 juta peroragnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.

Ilustrasi Taksi Online (Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:17 WIB

Keberadaan Transportasi Aplikasi Tidak Bisa Dibendung

DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan keberadaan transportasi aplikasi (daring/online) tidak bisa dibendung atau dihapuskan karena besarnya kebutuhan masyarakat terhadap jasa berbasis teknologi…