Kemendag Inginkan Barang Eceran Dipasok Peritel Modern ke Pasar Tradisional

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 12 Oktober 2017 - 17:30 WIB

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan kebijakan mengenai barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dipasok oleh pihak peritel modern ke pasar tradisional dan warung.

Kebijakan ini ditentang oleh sejumlah pihak, terutama koperasi. Pasalnya, pelaksanaan kebijakan tersebut hanya akan menimbulkan monopoli pasar yang dilakukan oleh peritel modern.

Salah satu koperasi yang menolak kebijakan ini adalah Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi). Alasannya, kebijakan tersebut nantinya akan mematikan para grosir kecil yang merupakan bagian dari UKM.

Disamping itu, menurut Inkowapi, kebijakan itu juga akan menimbulkan aliran dana dari pasar rakyat ke pasar modern secara besar-besaran. Kondisi itu berarti modal di pusat semakin terkonsentrasi dan juga semakin memperlebar ketimpangan ekonomi.

Sebaliknya, Tjahya Widayanti, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, mengungkapkan, justru kebijakan tersebut adalah salah satu instrumen untuk menekan harga jual barang-barang eceran.

Tjahta mengakui, memang pemerintah tidak melibatkan koperasi atau sejenisnya untuk pendistribusian barang-barang eceran tersebut.

“Pasalnya, semakin banyaknya rantai pasokan melalui koperasi atau sejenisnya, makah hal itu malahan akan memicu harga barang-barang menjadi mahal,” ujar Tjahya di Jakarta, Kamis (12/10/17).

Tjahya menegaskan, faktanya saat ini, para warung atau pedagang pasar tradisional memperoleh barang-barang dagangan melalui grosir-grosir kecil yang sudah lebih dulu melalui banyak tangan (bukan dari produsen langsung-red).

Menurut Tjahya, kondisi itu mengakibatkan harga barang eceran menjadi terlalu mahal. Tetapi dengan memperoleh akses langsung ke produsen, maka harga barang eceran tersebut di warung dan pasar tradisional dipastikan bakal menjadi lebih murah.

Kendati demikian, ungkap Tjahta, pemerintah akan tetap melanjutkan kebijakan ini. Oktober ini, kebijakan tersebut diharapkan sudah dapat dilaksanakan.

“Kini, kami sedang mematangkan skema kerjasama atau sistem distribusi agar harga barang yang didistribusikan benar-benar sama dengan harga yang berlaku untuk ritel modern,” imbuh Tjahya. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Transportasi di Jakarta (Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:22 WIB

Dongkrak Daya Saing, Perusahaan Transportasi Minta Insentif Pajak dari Pemerintah

Perusahaan transportasi berharap adanya insentif pajak dari pemerintah berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN).

Presiden Jokowi dan TGB (Foto Setkab)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:19 WIB

Presien Jokowi Terus Godok Siapa Cawapresnya, Temasuk Diantaranya TGB

Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

 Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa untuk NYIA saat menyampaikan deklarasi dukungan percepatan bandara.(Foto: IST)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:16 WIB

Untuk Perkembangan Pariwisata, Masyarakat Ekonomi Jogja Penuh NYIA

Untuk perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta, Masyarakat Ekonomi Jogja Istimewa menyatakan petisi dukungan terhadap Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Taj Mahal, India (Dennis Jarvis/Flickr)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:15 WIB

Masuk Daftar Negara Tidak Aman, India Luncurkan Kampanye Keselamatan

India, sebagai negara yang terkenal akan keindahan alam dan memiliki budaya yang unik ini dinilai berbahaya bagi perempuan. Pada baru-baru ini, Kementerian Pariwisata India meluncurkan sebuah…

Rahmad Baagil. adalah Pengajar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, (Foto Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:10 WIB

Try Out Menjelang Pemilu 2019

Pilkada serentak telah dilakasanakan dengan baik. Para kandidiat sudah mengetahui hasil akhir versi real count, walau ada beberapa perbedaan hasil di beberapa daerah, ada bebagai indikasi kecurangan…