Temui Menperin, Dubes Australia Minta Pembebasan Bea Masuk

Oleh : Ridwan | Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:12 WIB

Temui Menperin, Dubes Australia Minta Pembebasan Bea Masuk (Foto Humas)
Temui Menperin, Dubes Australia Minta Pembebasan Bea Masuk (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta (11/10/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Menperin didampingi oleh Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII), Kemenperin, Harjanto.

"Pada kesempatan ini kami membahas kerja sama terkait akses untuk produk-produk industri kedua negara," ujar Airlangga.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, mereka (Australia) meminta Indonesia mempertimbangkan pertukaran bea masuk 0 persen untuk tiga komoditas ekspor masing-masing negara.

"Tiga komoditas ekspor mereka seperti susu (skim milk dan skim milk powder), copper cathode, serta baja (hot rolled coil & cold rolled coil) agar bebas bea masuk ke Indonesia. Adapun sebagai pertimbangan tersebut, Australia memberi tawaran bea masuk sebanyak 0 persen untuk tiga komoditas unggulan Tanah Air," tambahnya.

Lebih lanjut Menperin menambahkan, mereka menawarkan untuk ditukar dengan tekstil,  footwear (alas kaki), dan clothing (pakaian) bea masuknya menjadi 0 persen. "Sebagai gantinya mereka ingin ketiga komoditasnya bebas bea masuk juga," kata Airlangga.

Menurutnya, pembebasan bea masuk ke Australia untuk ketiga komoditas seperti tekstil, alas kaki, dan pakaian dapat menjadi potensi yang besar bagi industri Indonesia untuk terus bertumbuh. Langkah ini membuka pasar tekstil dan produk tekstil (TPT) semakin luas dan kuat.

"China saat ini saja kan sudah 0%, sedangkan kita ekspor ke Amerika dan Eropa kena bea masuk. Dengan ini maka daya saing Indonesia akan terus meningkat," ucapnya.

Kendati demikian, Airlangga menambahkan barter ketiga komoditas dari masing-masing negara perlu dipertimbangkan kembali. "Barter tersebut harus diperhitungkan kembali keuntungan serta kerugiannya,"tegas Airlangga.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini adalah mitra dagang ke-13 terbesar Australia. Total perdagangan Indonesia dengan Australia pada 2016 senilai US$ 8,45 miliar. Ekspor Indonesia tercatat senilai US$ 3,19 miliar dan nilai impor US$ 5,26 miliar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kementan dan teknologi iradiator

Sabtu, 22 September 2018 - 17:46 WIB

Kementan Manfaatkan Teknologi Iradiator Gamma Untuk Dorong Ekspor Buah Segar

INDUSTRY.co.id -

Tangerang Selatan - Indonesia sebagai negara tropis mempunyai varian buah cukup tinggi. Setiap daerah di tanah air memiliki produk unggulan dan sudah…

Indonesia Properti Expo 2018

Sabtu, 22 September 2018 - 17:15 WIB

Resmi Dibuka, BTN Tawarkan KPR Zero di Ajang IPEX 2018

PT Bank Tabungan Negara Tbk kembali menyelenggarakan Indonesia Property Expo (IPEX) 2018. Dalam event tersebut, BTN memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan tingkat bunga flat 6,5% selama…

Mentan Amran

Sabtu, 22 September 2018 - 14:46 WIB

Mentan Optimistis Indonesia Bisa Miliki Balai Pelatihan Terbaik di Dunia

INDUSTRY.co.id -

Lembang - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, pada Kamis (21/9) kemarin.…

Mentan Andi Amran Sulaiman, Menteri BUUMN Rini Soemarno, Menteri Desa PDT (Foto Humas)

Sabtu, 22 September 2018 - 14:37 WIB

Jaga Baik Produksi Pertanian, Kinerja Mentan Amran Diminta Jangan Diganggu

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dinilai telah menunjukkan kerja maksimal dalam menjaga stok ketersediaan pangan. Produksi di sektor…

Kepala (BPPSDMP) Kementan Momon Rusmono

Sabtu, 22 September 2018 - 14:32 WIB

Kementan Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani di Rembug Utama Kelompok KTNA

INDUSTRY.co.id -

Pangkal Pinang - Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk mendorong produktivitas pangan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan petani.…