APJII Gelar Pameran IIXS Hubungkan Industri Internet dan Hospitality

Oleh : Irvan AF | Rabu, 11 Oktober 2017 - 22:14 WIB

Vice Chairman HITA Lingga Darmawan, Chairman HITA Albertus GP, Ketua Umum APJII Jamalul Izza, dan Chairman Jakarta Hotel Association Alex Nayoan memberikan keterangan penyelenggaraan Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS). (INDUSTRY/Rino)
Vice Chairman HITA Lingga Darmawan, Chairman HITA Albertus GP, Ketua Umum APJII Jamalul Izza, dan Chairman Jakarta Hotel Association Alex Nayoan memberikan keterangan penyelenggaraan Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS). (INDUSTRY/Rino)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kemajuan teknologi internet makin memudahkan kehidupan. Tidak hanya untuk berbagi informasi, internet juga mulai digunakan untuk keperluan industri karena berbagai layanan untuk konsumen kini mulai lebih terkoneksi dengan Internet, atau akrab disebut Internet of Thing (IoT).

Industri hospitality, termasuk didalamnya hotel dan travel, kini makin memantapkan diri memperluas penggunaan teknologi internet dalam berbagai aspek bisnisnya, mulai dari sistim booking kamar hotel, database konsumen (big data), hingga sistim “smart room” yang memudahkan pengguna kamar mengontrol berbagai fasilitas di kamarnya dengan perangkat layar sentuh.

Mengingat makin besarnya peran Internet dan sektor Teknologi Informasi (IT) dalam aplikasi di industri hospitality, maka Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), berinisiatif menggelar pameran tahunan International Internet Expo and Summit (IIXS) dengan tema "Internet Based Service in Hospitality Market (Penggunaan Internet di Industri Hospitality", yang akan diadakan tanggal 23 - 25 November 2017 dan bertempat di Jakarta Convention Center di Jakarta.

"Pada Pameran International Internet Expo and Summit (IIXS) tahun ini kami berharap bisa menghubungkan dunia internet dengan industri hospitality. Karena itu kami mengambil tema Internet Based Service in Hospitality Market," ujar Jamalul Izza, Ketua Umum APJII saat berbicara para konferensi pers Ruang Pertemuan APJII, Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).

APJII, yang memiliki memiliki 380 anggota dari perusahaan penyedia layanan internet di seluruh Indonesia. Tahun ini adalah tahun kedua IIXS diselenggarakan. Keunikan dari perhelatan akbar pada tahun ini adalah APJII menghubungkan langsung pelaku di kedua industri karena pada saat yang bersamaan di tempat yang sama juga diadakan pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B) “The Hotel Week Indonesia”, yang merupakan sebuah pameran dan eksibisi dibidang hotel dan pariwisata yang hadir dengan konsep "One-stop Global Resourse Hotel & Hospitality " yang didukung oleh berbagai asosiasi perhotelan di Indonesia, menghadirkan acara "The Hotel Week Indonesia".

Acara IIXS ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementrian Perindustrian.

Menurut Jamal, kebutuhan industri hospitality akan jasa layanan internet semakin besar, mulai dari sistim pendaftaran pengunjung hotel (booking system), cloud service, hingga berbagai layanan didalam kamar seperti Internet Protocol Television (IPTV) yang bisa menyediakan layanan multimedia TV yang lebih interaktif sehingga pengguna bisa melakukan komunikasi timbal-balik secara real time melalui pesawat televisi setelah terhubung dengan sebuah penyedia content melalui internet.

Alexander Nayoan, Ketua Umum Jakarta Hotel Association (JHA), yakni asosiasi perhotelan yang mempunyai anggota yang terdiri dari lebih dari 40 hotel berbintang tiga, empat sampai lima di Jakarta, mengatakan kini banyak pengelola hotel semakin mengandalkan pemesanan kamar lewat untuk para tamu melalui internet (online booking).

“Kami di dunia hotel itu sekarang memaksa orang membooking lewat internet,” ujarnya dalam kesempatan konferensi pers yang sama. Dia menambahkan hal tersebut akan menghemat biaya operasional hotel, sehingga hotel operator bisa memfokuskan layanan keramah tamahannya.

“Booking ke internet itu kan juga ada yang melalui travel agent. Peningkatannya dahsyat sekali. Bahkan sekarang ada hotel-hotel yang 100 persen mengandalkan internet booking, terutama hotel kecil,” kata Alex. Dia menambahkan, menurut perhitungannya, penggunaan online booking telah mencapai rata-rata diatas 65 persen saat ini..

“Dalam tidak terlalu lama lagi, akan mencapai 100 persen. Di luar negeri, melalui kecanggihan teknologi pemesanan kamar bisa terkoneksi dengan jasa layanan publik, misalnya transportasi, seperti pesawat dan bis,” ujarnya.

Albertus GP, Ketua Umum Hotel Information Technology Associatioan (HITA), yang juga turut menghadiri acara jumpa Pers hari Rabu memperkirakan industri hospitality akan semakin banyak menggunakan jasa layanan “big data” yang bisa membaca perilaku konsumen melalui penggunaan Internet dalam kehidupan sehari-hari.

“Penggunaan Internet untuk industri hospitality sudah bisa dipastikan akan semakin besar, mulai dari big data, cloud system, command center, online booking sampai smart rooms, yang bisa menghubungkan sensor elektrik untuk fasilitas di hotel seperti Air Conditioner sampai lampu. Akan tetap pertanyaanya adalah di investasi. Mungkin penggunaan IT dan Internet bisa membuat pengeluaran makin efisien, akan tetapi pemilik hotel tentu perlu menambah investasinya. Nah disini perlunya pengenalan lebih luas akan manfaat Internet dan IT kepada pelaku di industri hospitality,” ujar Albertus di sela-sela acara konferensi Pers.

Henry, pemilik CNG Media & Events, even organizer yang mengadakan IIXS dan The Hotel Week, mengatakan dalam kedua event ini akan diadakan berbagai panel diskusi dengan beberapa tema diantaranya "Masa Depan Industri Perhotelan Indonesia", "Hybrid Hotel Investment", sampai dengan "Peranan Digitalisasi dan Internet di Industri Perhotelan".

Ratusan eksibitor dari sisi perhotelan diperkirakan akan meramaikan acara yang didukung oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar), Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan dan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Berbagai asosiasi terkait industri perhotelan turut pula meramaikan dan memberikan dukukan untuk The Hotel Week. Diantaranya adalah Jakarta Hotel Association, Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), the International Hotel & Restaurant Association (IHRA), Bali Hotels Associations, Inodnesia Hotel Engineers Associations (ASATHI), Indonesian Housekeepers Association, Hotel Information Technology Association (HITA) dan Hotel Front Liners Association.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ketiga dari kiri) sedang berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon, Minggu (9/7/2017). (Irvan AF/INDUSTRY)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:25 WIB

Diikuti Pelari dari 50 Negara, Mandiri Jakarta Marathon Siap Digelar 29 Oktober 2017

Ajang lomba lari Marathon, Mandiri Jakarta Marathon yang akan digelar kembali pada 29 Oktober 2017 mendatang akan diikuti sebanayk 16 ribu pelari, bahkan hingga 1.585 pelari yang berasal dari…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.