Harga Timah Ekspor Bertengger di Level US$ 21.000 Per Ton

Oleh : Hariyanto | Selasa, 10 Oktober 2017 - 17:07 WIB

Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX
Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sudah sepekan harga timah ekspor yang diperdagangkan Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX berada di level yang meyakinkan.

Mengutip keterbukaan informasi dari ICDX, sejak Selasa 3 Oktober 2017, harga timah merangkak naik menjadi US$ 20.700 per ton. Dan pada akhir pekan, lalu, Jumat (06/10/2017), menembus US$ 21.100 per ton.

Bahkan pada awal pekan, ini, Senin (09/10/2017), harga timah ekspor menembus US$ 21.150 per ton untuk varian TINPB200.<> Penutupan perdagangan timah ekspor ICDX, Selasa (10/10/2017), harga timah bertengger di posisi US$ 21.000 per ton.

Pada perdagangan ini, hanya ada dua varian yang ditransaksikan para pelaku pasar, yakni TINPB100 sebanyak 70 lot dan varian Bulletin TINPB200 sebanyak 5 lot, sehingga total volume transaksi sebanyak 75 lot.

Dengan demikian, sepanjang Oktober 2017 dalam tujuh hari perdagangan volume transaksi timah ekspor ICDX mencapai sebanyak 288 lot. Dari perdagangan timah ekspor itu, varian yang mendominasi transaksi di ICDX yakni TINPB300 sebanyk 238 lot.

Tampaknya, perdagangan timah ekspor ICDX semakin mendapat kepercayaan tinggi dari para pelaku pasar. Hal ini dipicu kebijakan Kementerian ESDM yang menetapkan harga acuan mineral sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM, No. 44 Tahun 2017, tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.

Kebijakan ini berlaku efektif per 01 Oktober 2017, itu, menetapkan harga acuan komoditi timah ekspor di dalam negeri  berdasarkan perdagangan timah yang terselenggara di ICDX setiap hari perdagangan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:45 WIB

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2 persen atau relatif sama dengan proyeksi pemerintah sebesar 5,14-5,21 persen.

OJK

Jumat, 21 September 2018 - 08:30 WIB

OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Industri Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui peran aktif pelaku usaha jasa keuangan di tanah air.

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Jumat, 21 September 2018 - 08:15 WIB

Melemahnya Perekonomian Tak Pengaruhi Penyaluran KUR

BRI menyatakan lesunya kondisi perekonomian di dalam negeri tidak memengaruhi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di kalangan pelaku usaha.

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:00 WIB

Bank Dunia: Kemungkinan Krisis Keuangan Indonesia Kecil

Bank Dunia menilai, kendati dihadapkan pada risiko penurunan pertumbuhan ekonomi akibat gejolak ekonomi global, peluang terjadi krisis keuangan di Indonesia relatif kecil.

Obligasi Negara Ritel (ORI) (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 07:58 WIB

Obligasi Dapat Sentimen Positif dari Penguatan Rupiah

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pergerakan pasar obligasi dalam negeri masih memiliki peluang kenaikan seiring dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri,…