Semen Indonesia Siap Tuntaskan Akusisi Perusahaan Semen Bangladesh

Oleh : Arya Mandala | Minggu, 08 Oktober 2017 - 10:10 WIB

PT Semen Indonesia Tbk (Ist)
PT Semen Indonesia Tbk (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Proses negoisasi Semen Indonesia untuk mengakuisisi pabrik pengantongan dan penggilingan semen di Bangladesh memasuki babak akhir. Perseroan berharap aksi korporasi yang memakan waktu hingga empat tahun itu tuntas tahun ini.

Perkembangan baru terkait rencana akuisisi yang telah mencuat sejak tahun 2013 tersebut diungkapkan Direktur Pemasaran dan Supply Chain Ahyanizzaman usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurutnya tertundanya ekspansi Semen Indonesia di Bangladesh itu bukan disebabkan kendala regulasi namun murni terkait negoisasi dengan pihak perusahaan yang akan diakuisisi.

"Kita upayakan karena sudah finishing, tinggal finalisasi saja, semoga bisa tahun bisa tahun ini, tergantung negosiasi," katanya. Setelah proses akusisi rampung, emiten dengan kode perdagangan SMGR di lantai bursa saham tersebut akan menjadi pemegang saham mayoritas atas perusahaan semen di Bangladesh tadi. Namun, Ahyanizzaman enggan menyebut besarannya.

Keberadaan produksi semen dari pabrik Bangladesh nantinya, dikatakan Ahyanizzaman akan dialokasikan perseroan untuk memenuhi kebutuhan pasar Bangladesh.

Selain menyelesaikan akuisisi pabrik Bangladesh, Semen Indonesia juga akan berekspansi di Tanah Air. Rencananya, Semen Indonesia bakal menjadi pemilik saham dua perusahaan swasta yang bergerak di sektor material bangunan. Aksi korporasi itu, juga ditargetkan rampung tahun ini. "Mungkin enggak tahun ini, untuk semen. tapi untuk building material bisa saja tahun ini," kata dia.

Hingga akhir tahun nanti, perusahaan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun. Sejauh ini, perusahaan telah menggunakan dua per tiga dari dana capex tersebut.

Sekitar 50% capex yang sudah terserap digunakan untuk pembangunan pabrik di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung VI di Padang, Sumatra Barat. Dana capex tersebut juga akan digunakan untuk keperluan ekspansi anorganik. Namun, Ahyanizzaman tidak menyebutkan besaran dana yang dibutuhkan untuk keperluan ekspansi tersebut.

Adapun terkait keputusan RUPSLB yang digelar SI tak lain adalah perubahan komposisi pengurus perseroan. Sebagaimana diketahui posisi Direktur Utama SI mengalami kekosongan sepeninggal Rizkan Chandra yang meninggal dunia pada 15 Juli 2017. Dalam RUPSLB pemegang saham sepakat untuk mengangkat Hendi Prio Santoso menjadi Dirut Utama SMGR yang baru. Hendi sendiri sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara.

Selain menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, rapat juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan terkait dengan penetapan saham seri A Dwiwarna Negara Republik Indonesia dan Standarisasi Anggaran Dasar BUMN Terbuka, serta Ratifikasi Peraturan Menteri BUMN yang wajib dikukuhkan oleh BUMN Terbuka.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 (Foto:sindobatam.com)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:15 WIB

BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 Harapkan Jadi Pintu Gerbang Wisman ke Batam

Festival budaya berskala internasional, BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 yang diselenggarakan di Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Kepulauan Riau, Batam pada Sabtu (16/12/2017). Penyelenggaraan…

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), William Surnata, Budikwanto Kuesar dan Edi Permadi (Foto Abe)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:10 WIB

J Resources Targetkan Tambang Emas Pani dan Doup Berproduksi pada 2019

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menargetkan tambang emas Pani dan Doup dapat beroperasi pada 2019. Karena itu, perusahaan pertambangan emas tersebut saat ini mulai mengembangkan kedua…

Ilustrasi Hunian Terintegrasi dengan moda transportasi publik seperti Transit Oriented Development (TOD)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:06 WIB

REI: TOD Merupakan Jawaban Kebutuhan Hunian Untuk Kaum Milenial

Hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD) beberapa waktu belakangan sedang menjadi tren tersendiri di kalangan pengembang baik swasta maupun pemerintah.

Bank Indonesia

Senin, 18 Desember 2017 - 10:00 WIB

Kepastian Kemanan Diperlukan Investor Dalam Menjalankan Usaha

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Solo menyatakan investor butuh kepastian keamanan dalam menjalankan usaha mereka

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 18 Desember 2017 - 09:49 WIB

Hari ini, IHSG Bakal Lanjutkan Kenaikan untuk Tembus ke 6.125

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal terus melanjutkan kenaikan serta berupaya untuk menembus level 6.125 setelah pada akhir…