Menteri BUMN: Pemerintah Siap Beli 51 Persen Saham Freeport

Oleh : Hariyanto | Jumat, 06 Oktober 2017 - 08:59 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno pada acara bincang santai (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Menteri BUMN Rini Soemarno pada acara bincang santai (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian BUMN menyatakan siap untuk membeli 51% saham PT Freeport Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno pada acara Bincang Santai di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis (5/10/2017) malam.

Untuk diketahui, tahun lalu Freeport menawarkan 10,64% sahamnya senilai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar 15,9 miliar dolar AS untuk 100% saham berikut cadangan sampai tahun 2041.

Artinya, untuk harga 51% saham adalah 8,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 110 triliun. Harga tersebut tidak dihitung berikut dengan nilai cadangan emas dan tembaga.

"Meski belum ada kesepakatan rencana divestasi saham Freeport, BUMN sektor pertambangan membeli sahamnya," kata Menteri Rini.

Menteri Rini pun semakin yakin, pasalnya cashflow BUMN pertambangan saat ini dinilai sangat bagus. "Secara konteks, BUMN kita sudah cukup kuat dan besar. Contoh Pertamina yang mendapatkan investasi refinery senilai 15 milyar dolar AS," ujar dia.

Bukan hanya dari sisi keuangan, Rini juga mengatakan, BUMN memiliki kemampuan dan keahlian mengelola tambang dengan baik. Pemerintah ingin Freeport mendivestasikan 51% saham mereka untuk Indonesia.

Melalui rencana divestasi tersebut, pemerintah ingin memperkuat BUMN dalam mengelola natural resources Indonesia yang begitu besar.

Dalam surat pemerintah ke Freeport yang beredar pekan lalu, pemerintah ingin divestasi 51% saham tersebut bisa diselesaikan paling lambat 31 Desember 2018.

Rini mengatakan, saat ini Kementerian Keuangan dan BUMN terus bernegoisasi dengan Freeport agar keinginan tersebut bisa terwujud. "Baik metode divestasi dan valuasi masih dikomunikasikan," ungkapnya.

Selain itu, Rini juga menjelaskan, untuk pelepasan saham Freeport sendiri tidak melalui jalur IPO. "Enggak lewat bursa ini pada dasarnya pemerintah sudah punya 9,34% ini yang kita akan naikkan jadi 51 persen," kata dia.(pj)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Empat Mahasiswa SIA UBSI Juarai Zahir Accounting Competition

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:00 WIB

Berprestasi, Empat Mahasiswa SIA UBSI Juarai Zahir Accounting Competition

Empat mahasiswa SIA UBSI yaitu Martina Ayu Wigati, Sari Indriyani, Muhammad Yamin dan Siti Nuraeni Bariati berhasil menjadi Juara 1 Kategori Analisa Keuangan di Gunadarma All About Competition…

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat menemui Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar (Foto: Kadin)

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:55 WIB

Kunjungi Kadin, Musiad Jajaki Kerja Sama Bisnis

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap menjalin kerja sama bisnis dan perdagangan dengan Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (Musiad) atau Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen…

Stephanie Tangkilisan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 Januari 2019 - 11:59 WIB

Politik Identitas VS Hoaks Jelang Pemilu 2019

Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya timbul adalah apakah isu politik identitas dan hoaks benar-benar akan menurunkan kualitas demokrasi Indonesia di Pemilu nanti?

MRT akan mulai proses uji coba operasi secara penuh mulai tanggal 26 Februari 2019.

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:40 WIB

Mulai 26 Februari, Warga Jakarta Bisa Jajal MRT Jakarta Gratis

PT Moda raya terpadu (MRT) Jakarta segera beroperasi pada bulan Maret 2019 mendatang. Namun masyarakat sudah mulai bisa menjajal Ratangga, sebutan untuk kereta MRT, pada akhir Februari mendatang.

Direksi PT Nusantara Properti International Tbk (NATO) berpose bersama I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) usai Perdagangan Perdana saham di Gedung BEI Jakarta.

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:28 WIB

Perdagangan Perdana di Bursa Efek Indonesia, Harga NATO Melesat 69,9%

Harga saham PT Nusantara Properti International Tbk (NATO) langsung melesat 69,9% ke posisi Rp175 per unit pada perdagangan perdana di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/01/2019) dibandingkan…