Persediaan Pupuk Bersubsidi Melimpah Hingga Dua Bulan ke Depan

Oleh : Herry Barus | Kamis, 05 Oktober 2017 - 08:39 WIB

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi) Tentaminarto Tri Februartono berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-3 PI-Energi di kantor pusat PI-Energi, Jakarta
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi) Tentaminarto Tri Februartono berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-3 PI-Energi di kantor pusat PI-Energi, Jakarta

INDUSTRY.co.id - Karawang- PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi secara nasional melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan pupuk hingga dua bulan ke depan.

"Stok pupuk saat ini aman, tersimpan di lini III dan IV atau di gudang kabupaten," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dalam kunjungannya ke gudang pupuk lini III di Kabupaten Karawang, Jabar, Rabu.

Ia mengatakan, stok pupuk saat ini sebanyak 1.189.455 ton. Jumlah stok pupuk itu tiga kali lipat lebih dari ketentuan stok, dan itu belun termasuk stok yang disimpan di gudang pabrik.

Rincian stok nasional pada lini III dan IV terdiri atas urea sebanyak 566.795 ton, NPK 310.875 ton, SP36 sebanyak 135.500 ton, ZA 112.927 ton dan pupuk organik sebanyak 63.358 ton.

Dilihat dari stok tersebut, kata dia, maka bisa dipastikan kebutuhan pupuk petani aman hingga dua bulan ke depan, sebab stok yang tercatat itu ditambah dengan pupuk yang setiap hari diproduksi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan pupuk, Aas menyatakan pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan peningkatan sistem monitoring distribusi.

Dilakukan pula penambahan tenaga pemasaran serta memperkuat armada transportasi laut dan darat.

Memasuki musim tanam Oktober ini, PT Pupuk Indonesia akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Itu dilakukan untuk mengamankan stok di sektor tanaman pangan.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pandu Sastro Wardoyo Pakar Blockchain

Rabu, 18 Juli 2018 - 23:37 WIB

Membaca Peluang Baru di Era Blockchain

Blockchain berasal dari cryptocurrency, sehingga perkembangannya mendapatkan banyak sekali suntikan dana semenjak awal, tanpa harus meminta dari perusahaan atau bank

Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania bersama Presiden Direktur PT Gaya Motor Ary Mariano (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 18 Juli 2018 - 20:34 WIB

Perkuat Pasar Kendaraan Premium di Indonesia, BMW Tambah Investasi Hingga Rp20 Miliar

BMW Indonesia secara konsisten terus menerus tingkatkan aktivitas produksinya di Indonesia melalui investasi senilai lebih dari Rp270 miliar sejak tahun 2011 hingga saat ini. Tambahan investasi…

Dirut BTN Maryono (Fot Rizki Meirino)

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 WIB

BTN Tak Ikut Biaya Divestasi Saham PT Freeport

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tidak akan ikut menyalurkan kredit ke PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk membeli 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:31 WIB

Rupiah Rabu Sore Melemah ke Rp14.414

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, (18/7/2018) ditutup melemah besar 36 poin menjadi Rp14.414 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.378 per dolar AS.

Dirut Bank BNI Achmad Baiquni (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:26 WIB

Januari-Juni 2018, Laba Bersih Bank BNI Tumbuh 16 Persen

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kenaikan laba bersih 16% menjadi Rp7,44 triliun sepanjang Januari-Juni 2018 dibandingkan dengan realisasi laba bersih di periode yang sama pada 2017…