Terkait Investasi EBT, Menteri Jonan: Asal Tarifnya Cocock, Kita Jalan

Oleh : Ridwan | Rabu, 04 Oktober 2017 - 17:15 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat total potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia saat ini mencapai 441,7 GW.

Dari angka tersebut, sebesar 2 persen atau 8,8 GW merupakan kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT yang beroperasi hingga tahun 2017 ini.

Pemerintah dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur listrik termasuk yang bersumber dari EBT, merupakan prioritas dalam rangka penyediaan listrik bagi rakyat secara merata dengan harga yang terjangkau.

Investasi yang masuk pun diharapkan diikuti dengan harga jual yang ekonomis, sehingga menghasilkan tarif listrik yang terjangkau bagi masyarakat. Bersamaan dengan hal tersebut, target bauran EBT juga harus dicapai.

"Selama tarifnya cocok kita jalan. Intinya Pemerintah sangat mendorong supaya kita bisa mencapai target bauran energi 23 persen pada tahun 2025, termasuk di kelistrikan dan di transportasi," ungkap Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Jakarta (4/10/2017).

Dalam mencapai target EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025, Pemerintah telah menyusun berbagai strategi. "Di bidang panas bumi misalnya, telah ditetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan (PSP) dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE)," tambahnya.

Melalui mekanisme Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) ini, Pemerintah dapat menugaskan Badan Usaha untuk melakukan kegiatan survei geologi, geokimia, geofisika, dan/atau evaluasi terpadu hingga pengeboran sumur eksplorasi untuk memperoleh informasi perkiraan cadangan Panas Bumi.

Menurut Jonan, adanya mekanisme PSPE akan membantu para calon investor panas bumi untuk memastikan keberadaan cadangan panas bumi, mendapatkan perhitungan nilai keekonomian yang lebih komprehensif, mitigasi resiko pengembangan kedepan, dan kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan proyek dengan menyampaikan data dan informasi yang lebih bankable.

Selain itu, beberapa lima terobosan lainnya yang telah dilakukan untuk meningkatkan investasi di bidang panas bumi, antara lain, pertama: Penugasan kepada BUMN, berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi. Kedua; Insentif fiskal, seperti tax allowance dan tax holiday, serta insentif non-fiskal. Ketiga: Penyederhanaan perizinan, antara lain Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di BKPM, pemangkasan waktu dan jenis perizinan. keempat: Pengeboran eksplorasi oleh Pemerintah dan Geothermal Fund, serta Kelima: Pelelangan Wilayah Kerja Panas Bumi di Indonesia Timur.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gelombang tinggi (Foto Sindonews)

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:44 WIB

BMKG: Gelombang Laut Laut Sawu NTT Diprediksi Capai 3,5 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi dan dan Geofisika (BMKG) menyatakan gelombang tinggi yang terjadi pada beberapa wilayah perairan laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini, akibat siklon tropis…

Kondisi Jalan Pasca Banjir Bandang Sentani Jayapura

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:37 WIB

11.156 Orang Pengungsi Banjir Jayapura Papua

Jumlah pengungsi yang terdampak banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Kamis (21/3/2019) mencapai 11.156 orang.

Mbak Tutut (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:29 WIB

Mbak Tutut : Perbedaan Memperkaya Indonesia Kita

Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung Presiden Soeharto yang akrab disapa Mbak Tutut mengatakan, perbedaan dan keanekaragam di berbagai aspek di nusantara tercinta, justru akan memperkaya Indonesia.

Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 21:00 WIB

Capres Prabowo dan AHY Dijadwalkan Kampanye Akbar di Makassar

Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dijadwalkan melaksanakan kampanye akbar pada Minggu, 24 Maret 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Eksplorasi Budaya Betawi Dalam Desain Kontemporer di Superdesign Show Milan 2019

Kamis, 21 Maret 2019 - 20:52 WIB

Delapan Ikon Betawi Pamer Budaya di Milan Design Week 2019

Setelah melewati proses kurasi, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) oleh Artura kembali menampilkan karya desain kontemporer kreatif dalam ajang Super Design Show, yang merupakan bagian…