Lima Pendekar President University Rajai Pakubumi Open III 2017 Nasional Asia Eropa

Oleh : Hariyanto | Rabu, 04 Oktober 2017 - 06:58 WIB

Mahasiswa President University di Pakubumi Open III 2017 Nasional Asia Eropa
Mahasiswa President University di Pakubumi Open III 2017 Nasional Asia Eropa

INDUSTRY.co.id - Bandung - Olah raga pencak silat yang merupakan seni beladiri asli Indonesia saat ini sudah bisa disejajarkan dengan seni beladiri dari negara lain, seperti karate, kempo, taekwondo, kungfu dan Thai boxing. Bahkan olah raga ini menjadi andalan Indonesia mendulang prestasi di berbagai event internasional.

Untuk menghasilkan bibit pendekar pencak silat kelas dunia, berbagai kejuaraan diselenggarakan, salah satunya Pakubumi Open III 2017 Nasional Asia Eropa Antar Pelajar Tingkat SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa/Dewasa.

Event yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat Pakubumi Bogor ini berlangsung di Sarana Olahraga Pajajaran Bandung pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 2017 lalu.  Untuk tingkat mahasiswa, Lima Pendekar President University berjaya dengan mempersembahkan medali.

Mereka adalah M. Nur Rahmat Juara 2 kategori tanding kelas C, M. Wahyu Ramadhani Juara 2 kategori tanding kelas D, Alfian Kurnia Musdar Santo Juara 2 kategori tanding kelas F, Gebby Maurizka Lembah Juara 1 kategori tanding kelas A dan Shinta Dwi Ranti Juara 1 kategori tanding Kelas A.

“Kami berlima tergabung dalam Merpati Putih (MP) President University yang didirikan pada tanggal 11 November 2012 dengan jumlah anggota untuk periode 2017 ada 40 mahasiswa. Jadwal latihan 1 Minggu 4 kali (Senin, Rabu, Kamis dan Jumat) yang dilatih oleh Mas Toni, Mas Eko, Mas Bambang, Mas Bangun dan Mas Rochmadi." ungkap Alfian yang dipercaya sebagai Ketuanya.

"Untuk tempat latihannya sendiri berlokasi di President University Student Housing. Juga di Botanical Garden Jababeka setiap Sabtu sore dan Minggu pagi gabung dengan Merpati Putih Cabang Kabupaten Bekasi,” tambah Alfian.

Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Angkatan 2015 ini menyebutkan bahwa, hampir semua anggota club belum pernah mengikuti pencak silat sebelumnya, dan kebanyakan dari mereka bergabung untuk mengukir prestasi. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan anggota Merpati Putih (MP) President University.  

Pada ajang IPB Open atas nama M. Romadianto Abdullah Asa Juara 3. Di Kejurlat MP Kab. Bekasi atas nama M. Rezky Aditya Juara 2 kategori tanding kelas A, Teuku Hilman Juara 3 kategori tanding kelas C, M. Wahyu Ramadhani Juara 1 kategori tanding kelas D, M. Romadianto Abdullah Asa Juara 1 kategori tanding kelas F, Alfian Kurnia Musdar Santo Juara 2 kategori tanding kelas F, Frans Kumara Juara 2 kategori tanding kelas G, Harry Ikhsan Juara 2 kategori tanding kelas H dan Juara 1 kategori power dan stamina tenaga, Mutiara Pertiwi/Juara 1 kategori tanding kelas C, dan Kristiantho Juara 2 kategori power stamina dan tenaga.

Prestasi lainnya diraih pada Kejurnas Brawijaya Open atas nama M. Nur Rahmat Juara 1 kategori tanding kelas C, M. Wahyu Ramadhani Juara 1 kelas D, dan Harry Ikhsan Juara 3 kelas bebas. Juga di event KONI Cup Kab. Bekasi atas nama M. Nur Rahmat Juara 1 kategori tanding kelas C, Alfian Kurnia Musdar Santo Juara 1 kategori tanding kelas G, dan Gebby Maurizka Lembah Juara 3 kategori seni tunggal.

Lulusan SMA LTI IGM Palembang ini mengungkapkan persiapan dalam menghadapi kejuaraan Pakubumi Open III 2017 adalah dengan meningkatkan porsi latihan.

“Porsi latihannya kita tingkatkan, dari yang awalnya latihan teknik maka ditambah latihan fisik yang diperbanyak, dan selanjutnya latihannya dikombinasi antara fisik dan teknik. Tingkat persaingan di kejuaraan cukup merata karena universitas-univeristas lain juga sama punya misi untuk juara dan yang pasti mereka juga sudah latihan yang sama seperti kita atau bahkan lebih berat,” ungkap Alfian yang berterimakasih kepada pihak kampus atas dukungannya dalam mengikuti kejuaraan.

Dalam kesempatan yang sama, Shinta Dwi Ranti yang sudah mengenal pencak silat sejak di bangku SMP mengungkapkan, persiapan menghadapi event terakhir sudah dilakukannya sekitar 2 bulan. Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi ini latihan setiap hari setelah pulang kuliah dan pagi hari dengan jogging.

“Pencak silat sangat banyak manfaatnya, selain bisa menjaga kebugaran jasmani, kita juga bisa belajar bela diri buat jaga diri kita sendiri dan menurut saya itu sangat penting untuk perempuan agar bisa menjaga diri,” ungkap Shinta yang pernah menyandang The Best Female Fighter di Invitasi Nasional dan Runner Up di Malaysia Open.

Lebih lanjut gadis berhijab ini bersyukur sekali karena keluarga sangat mendukung hobinya. “Bahkan  dari olahraga ini saya bisa mendapat banyak prestasi, sejak saya masuk SMA hingga masuk universitas pun saya selalu masuk dengan beasiswa pencak silat. Makanya keluarga sangat mendukung dan tidak mempermasalahkan kalau perempuan ikut bela diri,” ujar Shinta yang mimpi besarnya  ingin terus berprestasi di dunia pencak silat. Juga membesarkan nama pencak silat di kanca internasional, karena pencak silat adalah budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan terutama oleh kalangan muda.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kelapa Sawit (agroindonesia)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:43 WIB

Tandatangani MoU, Industri Kelapa Sawit RI-India Sepakati Perkembangan Berkelanjutan

Pada hari ini, Senin (16/7/2018) telah ditandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI),Solvent Extractors Association (SEA) India,…

Ilustrasi Transportasi di Jakarta (Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:22 WIB

Dongkrak Daya Saing, Perusahaan Transportasi Minta Insentif Pajak dari Pemerintah

Perusahaan transportasi berharap adanya insentif pajak dari pemerintah berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN).

Presiden Jokowi dan TGB (Foto Setkab)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:19 WIB

Presien Jokowi Terus Godok Siapa Cawapresnya, Temasuk Diantaranya TGB

Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

 Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa untuk NYIA saat menyampaikan deklarasi dukungan percepatan bandara.(Foto: IST)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:16 WIB

Untuk Perkembangan Pariwisata, Masyarakat Ekonomi Jogja Dukung Penuh NYIA

Untuk perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta, Masyarakat Ekonomi Jogja Istimewa menyatakan petisi dukungan terhadap Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Taj Mahal, India (Dennis Jarvis/Flickr)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:15 WIB

Masuk Daftar Negara Tidak Aman, India Luncurkan Kampanye Keselamatan

India, sebagai negara yang terkenal akan keindahan alam dan memiliki budaya yang unik ini dinilai berbahaya bagi perempuan. Pada baru-baru ini, Kementerian Pariwisata India meluncurkan sebuah…