Sektor Otomotif Membaik Pertanda Membaiknya Daya Beli Masyarakat

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 02 Oktober 2017 - 10:10 WIB

Chevloret Boyong Empat Model Terbaru di GIIAS 2017 (Foto: Fadli Industry.co.id)
Chevloret Boyong Empat Model Terbaru di GIIAS 2017 (Foto: Fadli Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Bahana Sekuritas menilai mulai pulihnya penjualan otomotif menjadi indikator membaiknya daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah.

"Sejumlah sentimen positif mulai membayangi perekonomian Indonesia, pulihnya penjualan mobil dan motor secara industri menjadi indikator membaiknya daya beli masyarakat," ujar Plt Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas Henry Wibowo, mengutip ANTARA, Senin (2/10).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil tumbuh 5,6 persen pada Agustus 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu atau menjadi 96.461 unit.

Sehingga, total penjualan mobil dalam kurun Januari-Agustus sebanyak 715.291 unit atau naik 3,8 persen secara tahunan.

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat, penjualan motor naik 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 554.923 unit.

Sehingga, total penjualan motor dari Januari-Agustus tercatat sebesar 3,793 juta unit.

Bahana memperkirakan hingga akhir tahun nanti, penjualan mobil dan motor akan berada pada kisaran 3 persen-5 persen. Pertumbuhan penjualan mobil diperkirakan akan lebih baik dibanding penjualan motor akibat reformasi di bidang energi yang dijalankan pemerintah sejak awal tahun.

Di sisi lain, menurut Henry, langkah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) menjadi 4,25 persen pada September akan menjadi penopang bagi pemulihan daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah.

"Salah satu sektor yang diuntungkan setelah BI memangkas suku bunga acuan pada Agustus dan September adalah sektor otomotif, karena kemampuan beli masyarakat kelas menengah pada umumnya membeli dengan menyicil cukup terbantu," terang dia

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ketiga dari kiri) sedang berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon, Minggu (9/7/2017). (Irvan AF/INDUSTRY)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:25 WIB

Diikuti Pelari dari 50 Negara, Mandiri Jakarta Marathon Siap Digelar 29 Oktober 2017

Ajang lomba lari Marathon, Mandiri Jakarta Marathon yang akan digelar kembali pada 29 Oktober 2017 mendatang akan diikuti sebanayk 16 ribu pelari, bahkan hingga 1.585 pelari yang berasal dari…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.