Indonesia Akan Menjadi Produsen Baja Tahan Karat Kedua Terbesar di Dunia

Oleh : Hariyanto | Rabu, 27 September 2017 - 17:07 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indonesia akan menghasilkan produk baja tahan karat (stainless steel) mencapai empat juta ton pada tahun 2019. Dengan jumlah tersebut, Indonesia akan menjadi produsen kedua terbesar di dunia atau setara dengan produksi di Eropa.

“Target itu akan dicapai dari Kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang tahun ini menghasilkan stainless steel sebanyak dua juta ton,” ujar Airlangga pada Pembukaan Seminar Pertambangan dan Energi Expo 2017 di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Peningkatan kapasitas produksi terjadi karena realisasi dari investasi beberapa industri pengolahan dan pemurnian (smelter) berbasis nikel di kawasan industri tersebut.

Kemenperin mencatat, kawasan industri Morowali dengan luas 2.000 hektare akan menarik investasi sebesar USD6 miliar atau mencapai Rp80 triliun dengan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 26 ribu orang dan tidak langsung sebanyak 80 ribu orang hingga tahun 2019.

Saat ini, terdapat 10 perusahaan telah beroperasi di kawasan industri yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Selain mengenai rencana ekspansi industri stainless steel, Menperin juga menyampaikan bahwa di kawasan industri yang pembangunannya merupakan hasil kerja sama antara Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Group dari Tiongkok itu akan menargetkan produksi carbon steel mencapai 3,5 juta ton per tahun.

Pabrik baja karbon tersebut diproyeksi akan menelan investasi sebesar US$980 juta. Namun, nilainya bisa bertambah mencapai US$1,3 miliar jika ditambah dengan pembangkit listrik. Proyek ini akan dibangun oleh PT Dexin Steel Indonesia, yang merupakan perusahaan patungan antara Delong Holding Limited bersama Shanghai Decent dan IMIP.

Menurut Menperin, selain tengah mengajukan izin pembangunan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), saat ini perusahaan tersebut juga meminta fasilitas tax holiday mengingat sebagai sektor industri yang terbilang pionir dan nilai investasinya besar.

“Mereka akan memproduksi carbon steel berbasis blast furnace. Produk turunannya nanti sebagian untuk long product,” ujarnya.

Dengan kapasitas produksi baja karbon sebesar 3,5 juta ton per tahun, pabrik ini akan mengurangi impor baja untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kemenperin mencatat, kebutuhan baja nasional tahun lalu mencapai 12,94 juta ton per tahun, sedangkan produsen dalam negeri hanya mampu memenuhi sebesar 6,8 juta ton.

Produk baja karbon tersebut nantinya mirip dengan produk yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sehingga klaster pabrik baja baru ini disebut sebagai kompleks Krakatau Steel (KS) jilid II.

Sementara itu, KS bersama perusahaan baja Korea, Posco serta Nippon Steel dan Osaka Steel dari Jepang sepakat bekerja sama untuk membangun klaster baja baja di Cilegon, Banten, yang akan memproduksi 10 juta ton baja pada tahun 2025.

Dengan target itu, Indonesia segera memiliki kapasitas baja yang besar dalam menuju negara mandiri dari impor baja. Selain itu, mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan peningatan nilai tambah di dalam negeri.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vivo V15 Pro

Rabu, 20 Maret 2019 - 18:10 WIB

Sebelum Beli Smartphone, Ini Keunggulan Vivo V15 Pro yang Harus Kamu Tau

Vivo V15 Pro bukan hanya mengintegrasikan fitur kamera terbaru untuk selfie atau portrait saja, namun juga semakin eksploratif untuk berbagai kebutuhan mobile photography lainnya dengan fitur-fitur…

Acara AMIGO Innovation Summit

Rabu, 20 Maret 2019 - 17:41 WIB

Telkom Gelar AMIGO Innovation Summit 2019

Jakarta – Sebagai wujud komitmen Telkom untuk mendukung perkembangan ekosistem digital Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan pameran dan konferensi tahunan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat meninjau salah satu booth di pameran Adiwastra Nusantara 2019 (Foto:Ridwan)

Rabu, 20 Maret 2019 - 17:13 WIB

Kemenperin Targetkan Ekspor Tenun dan Batik Naik 10 Persen di Tahun 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor tenun dan batik nasional mampu meningkat 10 persen di tahun 2019.

Sniper PowerHome

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:55 WIB

Penuhi Kebutuhan Listrik Saat Darurat, SNIPER Hadirkan PowerHome 

Pemenuhan kebutuhan listrik di luar ruang ternyata tidak hanya berkutat dengan tegangan arus searah (DC) atau arus lemah. Salah satu produsen power bank SNIPER memberikan solusi untuk pengisian…

Tanjung Lesung

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:20 WIB

Kementerian PUPR Terus Lengkapi Infrastruktur Tanjung Lesung

Tanjung lesung layak disebut primadona wisata dari Banten. Keindahannya tak diragukan lagi. Kawasan ini memiliki pesona pantai yang memukau. Letaknya berada di ujung Pulau Jawa, tepatnya di…