Menperin Harapkan Pelaku Industri TPT Ikuti Perkembangan Tren Global

Oleh : Hariyanto | Selasa, 26 September 2017 - 19:00 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja di PT Delami Garment Industries
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja di PT Delami Garment Industries

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri TPT nasional perlu melakukan inovasi produk seiring kemajuan teknologi manufaktur saat ini.

“Sekarang tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan sandang dan fashion, namun sudah masuk untuk kepentingan tekstil teknis seperti geotextile, medical textile, industri otomotif, dan non woven,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di PT Delami Garment Industries, Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/9/2017).

Oleh karenanya, Airlangga berharap kepada PT Delami Garment Industries dan industri TPT lokal lainnya agar dapat melakukan diversifikasi produk dengan terus mengikuti perkembangan tren global. Hal ini penting mengingat permintaan ke depan mengarah kepada produk yang berkualitas tinggi dan lebih spesifik.

“Dengan upaya pengembangan tersebut, menjadi dapat dua keuntungan sekaligus yaitu penghematan devisa dan mengurangi ketergantungan impor,” tuturnya.

Untuk itu, pelaku industri dalam negeri harus terus mengembangkan usahanya dan senantiasa survive dalam menghadapi persaingan global.

Menperin menyampaikan, pihaknya mengapresiasi komitmen perusahaan yang memasarkan sebagian besar hasil produksinya untuk kepentingan dalam negeri serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Melalui upaya branding yang dilakukan, perusahaan dapat lepas dari stigma negatif industri pakaian jadi di Indonesia yang hanya menjadi ‘tukang jahit’ serta lebih mandiri dalam melakukan sourcing bahan baku maupun aksesorisnya,” papar Airlangga.

Dalam hal ini, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait bertekad untuk terus meningkatkan kinerja industri TPT nasional.

“Salah satunya, kami mendorong peningkatan kinerja industri hulu tekstil dalam negeri sebagai penyuplai bahan baku serat, kain maupun benang karena peningkatan penggunaan bahan baku dari industri yang memiliki kebebasan dalam menentukan sumber bahan bakunya,” ungkap Menperin.

General Manager PT Delami Garment Industries Fenty Tiono mengungkapkan, perusahaan berdiri sejak tahun 1979 dengan mulai memiliki 15 mesin jahit dan 30 operator untuk memproduksi celana panjang merek WOODS. Pada Tahun 1987, ekspor pertama kali ke Amerika Serikat dan Jepang.

“Tahun 1990, makin besar ekspornya dengan merek Eddie Bauer, Nike, M&S, dan The Northface. Merek domestik pertama, yaitu The Executive , dan saat ini brand-brand kami melayani berbagai segmen,” paparnya.

Pada tahun 2005, perusahaan meluncurkan merek DELAMIBRANDS sebagai konsep baru industri garmen retail. “Sekarang pabrik berdiri di atas lahan seluas lima hektare dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.800 orang,” ungkapnya.

PT Delami Garment Industries merupakan perusahaan garmen yang secara mandiri memproduksi dan melakukan branding terhadap merk produk pakaian jadi yang mereka miliki, yaitu The Executive, Wood, Jockey, Et Cetera, Wrangler, Colorbox, Tirajeans dan Lee.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

Kamis, 26 April 2018 - 23:00 WIB

Bamsoet Pastikan Pesta Demokrasi 2018/2019 Tak Ganggu Kerja Parlemen

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memastikan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 tidak akan mengganggu kerja-kerja parlemen.

Presiden Jokowi dan Pimpinan PKS (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 26 April 2018 - 22:30 WIB

PDIP: Pertemuan Presiden Jokowi-PKS Tidak Pecah Koalisi

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi PKS tidak bertujuan memecah belah koalisi PKS-Gerindra di Pemilu Presiden (Pilpres)…

Ketua DPP PKS, Al Muzzammil Yusuf

Kamis, 26 April 2018 - 22:00 WIB

Pertemuan Presiden Jokowi-PKS Bicarakan Perkembangan Politik Jelang Pilpres 2019

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Al Muzzammil Yusuf membenarkan ada pertemuan antara petinggi PKS dengan Presiden Joko Widodo sebanyak dua kali secara informal.

Teguh Santosa Sekjen Hubungan Luar Negeri Indonesia-Korut Bertemu Dengan Presiden Presidium Majelis Tertinggi Korea, Kim Yong Nam.

Kamis, 26 April 2018 - 21:53 WIB

Teguh Santosa: Kolonial Cabik-Cabik Persatuan Dua Korea

Perdamaian di Semenanjung Korea merupakan amanat konstitusi baik di Korea Utara maupun Korea Selatan. Selama ini, perdamaian di Semenanjung Korea sulit diwujudkan karena intervensi kekuatan…

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 26 April 2018 - 21:30 WIB

Partai Gerindra Tak Persoalkan Pertemuan Presiden Jokowi-PKS

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya tidak mempersoalkan adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri yang…