Penerobos atau Penjiplak Sejarah

Oleh : Christianto Wibisono | Selasa, 26 September 2017 - 13:29 WIB

Christianto Wibisono dari Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) dan Analis Bisnis Terkemuka di Indonesia (Foto Ist)
Christianto Wibisono dari Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) dan Analis Bisnis Terkemuka di Indonesia (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Bersama Bung Karno saya memantau Sidang Majelis Umum PBB New York yang menampilkan Presiden Trump berpidato melecehkan Presiden Kim Jongun yang segera berbalas pidato. Korea Utara yang sama galaknya, seperti juga Presiden Iran membalas pidato Trump yang menggolongkan Iran sebagai negara pelindung teroris bernuklir. Sementara di tanah air polemik tentang nobar film G-30S PKI berkulminasi dengan statement Panglima tentang rencana pembelian 5000 senjata oleh BIN.

Christianto Wibisono (CW): Bagaimana bapak membaca situasi politik nasional dan global dewasa ini?

Bung Karno (BK): Minggu 24 September pendeta Dr. Steven Tong berkotbah agar GRII (Gereja Reform Injili Indonesia) yang dia pimpin dan berulang tahun ke 28 dengan tema Striving Forward, berjuang kedepan.

Ada 3 golongan manusia, pertama pewaris sejarah yang sekedar hidup rutine dari zaman ke zaman, kemudian penjiplak yang mencoba meniru sejarah masa lalu tapi tidak punya kreativitas trobosan . Yang ketiga yaitu orang yang melawan arus, menciptakan trobosan sejarah keluar total tuntas dari masa lampau membangun masa depan yang kreatif dan baru, membedakan dari masa lalu. Nah elite kita juga persis terdiri dari 3 macam golongan itu.

Kita punya sejarah 72 tahun merdeka, Negara lain seperti AS sudah 247 tahun merdeka tapi kalau mau diurut sebelum Republik modern, maka Nusantara sudah berpolitik sejak membangun Borobudur 830.

Soal heboh ideology komunisme dan ideology kalifahisme juga bersifat universal, bukan hanya local seperti DI/TII zaman Kartosuwiryo hanya di Jawa Barat Selatan diikuti Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan dan Daud Beureueh di Aceh.

Komunisme dan kalifahisme adalah ideology teokrasi global yang bersaing dengan ideology “modern” nasionalisme, sosialisme dan demokrasi (San Min Chu I). Kapitalisme itu sendiri sudah bermetamorpose ketika menghadapi 2 tantangan yaitu fasisme Nazi Hitler dan Marxism Leninsme yang berhasil mendirikan sistim komunis di 2 raksasa Uni Soviet 1917 dan RRT 1949.

Kedua kubu, Sosialisme Uni Soviet dan Liberal Kapitalisme Barat bersekutu untuk membendung poros fasis Roma Berlin Tokyo. Kerjasama itu akan berubah rivalitas Perang Dingin sejak 1948 dan PKI di Indonesia mendirikan Republik Soviet di Madiun 18 September 1948. Saya segera berpidato besok paginya meminta rakya memilih antara Sukarno Hatta atau PKI Muso dan rakyat memilih tetap dibawah Pancasila maka Muso dan Amir Syarifuddin, mantan PM ke-3 RI keduanya tewas di eksekusi.

CW: Kenapa hal seperti itu tidak bapak lakukan pada 1965?

BK: Situasi 1965 berbeda dari 1948. PKI tidak pernah tampil kedepan sebagai otak G30S. Menurut saya DN Aidit itu dungu sekali karena dia dikendalikan oleh double agent Syam Kamaruzaman dan sudah berani mengritik saya terang terangan, sebagai pemimpin borjuis yang doyan kawin mawin. Waktu itu tidak ada orang berani mengisukan pernikahan saya pasca Hartini, dengan Dewi maupun Haryati. Semua itu hanya rahasia umum dikalangan elite, tapi Aidit berani mengungkapkan dalam suatu pidato bahwa revolusi Indonesia sulit bergerak karena masih dipimpin oleh elite borjuasi feudal playboy.

Letkol Untung itu lebih “dungu” mengumumkan kabinet Dwikora yang saya pimpin demisioner dan menurunkan pangkat militer paling tinggi sampai letkol, harus sama dengan dia, tidak boleh lebih tinggi. Padahal orang kedua dari G30S adalah Brigjen Suparjo, yang dua tingkat lebih tinggi dari Untung. G30S mengumumkan Dewan Revolusi 45 orang yang anggotanya mencerminkan elite Nasakom termasuk jendral dan perwira ke-4 angkatan serta tokoh tokoh masyarakat.

Tapi kesalahan fatal mereka adalah kebiadaban pelaku dilapangan yang di komandani Letda Dul Arief. Nah orang ini misterus karena tidak jelas eksekusinya dimana dan siapa yang memerintahkan dia sampai membunuh para jendral yang diculik. Padahal scenario atasan adalah membawa mereka untuk di Mahmilubkan. Menurut jadwal memang saya akan memanggil dan bertemu Letjen A Yani 1 Oktober 1965 itu.

CW: Mahmilub justru akan dipakai untuk mengadili mereka Nyono, Untung, Subandrio, Omar Dani seolah senjata makan tuan?

BK: Ya karena keblingernya pelaku di lapangan ada pepatah Jawa, tego larane ora tego patine. Saya schok karena Yani dkk terbunuh karena itu inisiatif diambil oleh Soeharto dan Nasution pasca tragedy 1 Oktober dinihari itu.

CW: Masa lalu sudah tidak bisa dipulihkan, kedepan ini mengapa masih ada isu kontradiksi seperti statement Panglima tentang BIN akan membeli 5000 senjata dan seolah mendaur ulang idee Angkatan ke-5 tahun 1965?

BK: Saya juga heran mengapa orang tergoda jadi penjiplak sejarah, sekedar mendaur ulang rivalitas dan kontradiksi 1965 padahal situasi sudah jauh berbeda. Mungkin juga secara garis besar ancaman ideologis dari extreme kiri (komunisme) dan ekstrem kanan (kalifahisme) memang masih terasa dan kadang kadang malah bisa “berkolaborasi” seperti Korea Utara Iran saling tukar teknologi nukllir. Yang satu Marxis kolot, satu satunya rezim komunis tersisa didunia .Yang lain adalah pewaris imperium Persia yang tidak mau kalah oleh Wahabi Salafi Arab, dengan gurita ISIS yang mengglobal bukan sekedar DI local.

Jadi situasi dunia memang ada 3 mainstream peradaban setelah berakhirnya Perang Dingin Barat vs Timur. Saya sudah melihat 30 power point tentang KGB (Komunisme Gaya Baru) yang diedarkan Angkatan Darat. Sebagian benar akurat, sebagian penyederhanaan dan “wishful thinking” tapi bila itu dijadikan doktrin untuk kebijakan nasional tentu memerlukan kalibrasi, refinasi yang mendalam agar kita tidak sekedar mendaur ulang tahun 1965 di tahun 2017.

CW: Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nasidik mengecam statemen Panglima sebagai bertentangan dengan reformasi politik pasca Soeharto lengser, apakomentar bapak?

BK: Ya panglima ini muncul jadi kandidat baru, tentu saja membuat gerah seniornya Prabowo maupun juniornya Agus Yudhoyono yang keduanya siap bertarung di 2019. Sekarang ini medsos kan tidak bisa disensor, segala video tentang rapat atau resepsi, formal maupun informal mudah beredar. Jadi kasak kusuk sudah tidak bisa dilakukan secara diam diam. Apalagi kalau gaya Panglima justru mengundang pers meliput statement Jumat 22 September 2017, tentu saja langsung heboh dan Kepala BIN bereaksi keras.

CW: Tahun 1965 Kepala BIN Waperdam Subandrio dan kepala stafnya Brigjen Pol Sutarto.

BK: Ya pesan saya kepada seluruh elite termasuk Presiden, jangan terjebak jadi penjiplak sejarah yang tidak kreatif dan tidak didukung kapabilitas dan kapasitas delivery kinerja. Kalau mau bikin trobosan sejarah tentu harus mempertimbangkan kapabilitas delivery. Kalau tidak Cuma mercu suar dan hulabalo, maka kalau tidak ada delivery, ya rakyat akan meninggalkan elite yang tidak deliver itu.

CW: Semoga elite kita mentas dari penyakit daur ulang sejarah masa lalu dan kedepan akan kreatif membuat trobosan untuk mentas dari jebakan stagnasi kelas menengah, gagal mentas dari pendapatan per kapita US$ 5,000.-

BK: Bisa terjadi kalau elite kita jadi penerobos sejarah dan bukan penjiplak sejarah. Sampai ketemu Senin 2 Oktober 2017 di edisi selanjutnya.

Christianto Wibisono adalah Founder PDBI

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya KEK Pariwisata Mandalika, di Pantai Kuta NTB (20/10) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:18 WIB

Pemerintahan Presiden Jokowi-JK Berhasil Bangun Industri Pariwisata

Selama tiga tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah berhasil membangun industri pariwisata.

Ilustrasi Kedelai (Foto Ist)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:57 WIB

Bea Masuk Impor Kedelai Sebaiknya Dihapuskan

Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan kebijakan bea masuk impor kedelai sebaiknya tetap dibebaskan karena memudahkan konsumen dan kalangan industri kecil di Tanah Air.…

PT. PHE-WMO Salurkan Dana SHOUM Rp 157.400.000 Via BAZNAS (Foto Ist)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:48 WIB

PT. PHE-WMO Salurkan Dana SHOUM Rp 157.400.000 Via BAZNAS

PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membantu pembangunan sejumlah rumah ibadah, pengadaan sumber air bersih berupa pompa…

Dewi Hendrati selaku GM Marketing Communication Medina (Foto Nina)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Medina Meluncurkan Houseware Halal Pertama di Indonesia

lndonesia International Halal Expo (INHALEC) 2017 merupakan event internasional yang mengekspos dan membahas 10 sektor industri halal diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC)…

Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya KEK Pariwisata Mandalika, di Pantai Kuta NTB (20/10) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:29 WIB

KEK Mandalika Hingga Tahun 2019 akan Ada 2000 Kamar Hotel

KEK Mandalika NTB diproyeksikan akan memiliki 10 ribu kamar hotel dengan target 2000 kamar hotel pada 2019