Kenalkan Kebudayaan dan Kesenian, Nias Bakal Gelar Pesta Ya'ahowu 2017

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 23 September 2017 - 15:30 WIB

Hombo Batu atau Lompat Batu di Nias, Sumatera Utara (Foto: travelingyuk)
Hombo Batu atau Lompat Batu di Nias, Sumatera Utara (Foto: travelingyuk)

INDUSTRY.co.id, Nias - Terletak di Sumatera Utara, Nias memiliki berbagai ragam budaya dan kekayaan alam yang harus diekspos oleh para wisatawan. Oleh karena itu, untuk menarik jumlah kunjungan ke Nias, maka pada 23 hingga 26 November 2017 akan menggelar Pesta Ya'ahowu 2017.

Selama lima hari, budaya dan kesenian di Nias akan ditampilkan dengan meriah dan masing-masing  kabupaten dan kota di Nias akan menunjukkan ragam budaya dan seni mereka.

Seperti, permainan rakyat seperti Rago Ue, Fafusi, Fabelugama dan Fabiri. Serta yang tidak ketinggalan adalah lompat batu khas Nias, Fahombo. Semuanya akan dihadirkan. Dijamin masyarakat dan wisatawan akan terpuaskan dan jatuh cinta dengan Nias.

Menurut Wakil Walikota Gunungsitoli selaku Ketua Tim Pelaksana Pesta Ya'ahowu Kepulauan Nias 2017, Sowaa Laoli mengatakan, pelaksanaan tahun ini sangat spesial karena untuk pertama kalinya Pesta Ya'ahowu dilangsungkan secara bersama-sama oleh empat pemerintah kabupaten dan satu pemerintah kota yang ada di Kepulauan Nias.

Sebelumnya pesta Ya'ahowu dilaksanakan oleh masing-masing daerah. "Dan kota Gunungsitoli ditunjuk untuk menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan dalam Forum Kepala Daerah Kepulauan Nias lalu," ujar Sowaa Laoli, Jumat (22/9/2017), seperti dikutip dari facebook Kemenpar.

Sowaa mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengenalkan bagaimana budaya-budaya Nias ke masyarakat Indonesia dan dunia serta wisatawan. Bahwa masyarakat Nias memiliki budaya yang sangat kental dengan kehidupan sehari-hari sehingga layak untuk menjadi daya tarik pariwisata.

"Selain itu harapannya kegiatan ini menjadi sebuah rangkaian tahapan ke depan bahwa Kepulauan Nias dijadikan daerah tujuan wisata oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia," ujar Sowaa.

Dari paparan Sowaa, setiap daerah telah mempersiapkan kontingen-kontingen yang akan melakukan pertunjukkan. Pihak penyelenggara juga sudah mempersiapkan lokasi yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan.

"Kita sudah mempersiapkan sebuah taman Ya'ahowu di kota Gunungsitoli yang view-nya langsung ke laut. Sangat indah," kata dia.

Kebetulan, tren wisatawan ke Nias mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan ada nuansa baru dalam dunia kepariwisataan di Gunungsitoli dan Kepuluan Nias pada umumnya. "Kami berharap kegiatan ini semakin mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Nias," ujar Sowaa.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli yang dalam kegiatan ini menjabat sebagai Sekretaris Tim Pelaksana, Yasokhi Tertulianus Harefa mengatakan, pelaksanaan pada tahun ini di set sangat menarik.

Standarnya sudah mengacu pada taste global. "Konsep acaranya akan lebih karena ada penyempurnaan, termasuk dalam atraksi seni dan budaya dari masing-maaing kabupaten dan kota," kata dia.

Dari saat ini Yasokhi mengatakan telah berkoordinasi dengan masing-masing kabupaten lainnya untuk menginventarisir seni dan budaya yang akan ditampilkan. Hal ini agar tidak ada kesamaan budaya yang akan ditampilkan nanti.

"Kami juga telah meminta untuk segi tampilan dapat dikemas dengan baik. Mulai dari sisi busana, koreografi, semuanya ditata dengan baik. Mengingat tahun ini targetnya didatangi ribuan wisatawan," kata dia.

Pesta Ya'ahowu Kepulauan Nias akan dibuka pada 23 November pagi dengan pembukaan pameran produk-produk unggulan, cinderamata dan ragam kuliner khas Nias. Berbarengan dengam itu juga akan dibuka Festival Seni Pahat yang diikuti setiap kabupaten dan kota di Kepulauan Nias. Tema karya seni pahat akan dikaitkan dengan sejarah dan budaya Nias.

Pada sore hari, bertempat dari Lapangan Mwrseka menuju Taman Ya'ahowu akan digelar pawai budaya yang akan diikuti langsung kepala daerah/wakil kepala daerah dengan menggunakan pakaian adat bernuansa Nias. Masing-masing kontingen juga akan menampilkan atraksi seni budaya saat pawai. "Selanjutnya baru pembukaan resmi dilakukan setelah pawai," ujar Yasokhi.

Atraksi seni dan budaya masih akan berlanjut hingga keesokan harinya. Sementara lomba permainan rakyat akan digelar pasa Sabtu (25/9/2017) di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli.

"Akan ada juga Lomba Dayung Perahu Tradisional yang masing-masing perahu akan dihias motif Sobawalarasa berornamen Nias pada hari Minggu," ujar dia.

Selanjutnya Gunungsitoli Night akan disuguhkan pada Minggu (26/9/2017) di Taman Ya'ahowu sebagai bagian dari acara penutupan sekaligus memperingati hari jadi Pemerintah Kota Gunungsitoli ke-9.

"Gunungsitoli Night merupakan pesta hiburan rakyat. Nanti akan ada salah satu artis dari Jakarta juga akan memeriahkan acara ini," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MUI Kiai Ma'ruf Amin bersama Ulama menggelar konfrensi Pers aksi bela palestina 1712 (foto hidayatulah)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:58 WIB

Ma'ruf Amin Pastikan Aksi Bela Palestina Tidak Ada Unsur Politis

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menegaskan tidak ada unsur politik praktis dalam aksi bela Palestina yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Minggu (17/12).…

Presiden Jokowi berfoto bersama peserta Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di pelataran Candi Prambanan, Sabtu (16/12). (Foto: BPMI)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:37 WIB

Enam Usulan Indonesia Terkait Penyelesaian Masalah Palestina

Presiden juga sudah menyampaikan enam usulan Indonesia dalam KTT luar biasa OKI.

Presiden Jokowi berfoto bersama peserta Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di pelataran Candi Prambanan, Sabtu (16/12). (Foto: BPMI)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:30 WIB

Presiden Jokowi Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Tertib

Presiden Joko Widodo meyakini Aksi Bela Palestina yang akan berlangsung pada 17 Desember 2017 atau disebut aksi 1712 berlangsung dengan tertib.

Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:15 WIB

Menpora Harapkan Pemuda Harus Siap Tanggulangi Bencana

Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi meminta pemuda Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Barisan Serbaguna NU (Banser) siap dalam penanggulangan bencana alam.

Presiden Jokowi menghadiri Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di pelataran Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Sabtu, (16/12). (Foto: BPMI)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:10 WIB

Presiden Jokowi Tetap Monitor Penanganan Gempa Sejumlah Daerah

Presiden Joko Widodo terus memantau penanganan gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada Jumat (15/12/2017)…