Industri Garmen Bersiap Pindah ke Jawa Barat Bagian Selatan

Oleh : Ridwan | Sabtu, 23 September 2017 - 05:30 WIB

Ilustrasi Industri Garmen
Ilustrasi Industri Garmen

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah sedang mengkaji pengembangan kawasan industri di wilayah selatan Jawa Barat. Menurutnya, Industri potensial yang bisa dikembangkan di daerah tersebut adalah garmen (pakaian).

"Hal ini perlu kami bicarakan baik-baik. Tapi tadi pak Airlangga (Menteri Perindustrian) bilang elok juga kalau (industri garmen) dikembangkan di selatan Jawa Barat" kata Luhut usai rapat persiapan Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) di kantornya, Jakarta, Jumat (22/9).

Untuk bisa mengembangkan industri garmen di daerah tersebut, Luhut menyarankan adanya tarif upah yang kompetitif dengan wilayah lainnya. Dengan begitu, pengembangan kawasan industri hilir tekstil bisa terealisasi dengan baik, dan perekonomian masyarakat sekitar juga bisa terangkat.

Pembahasan lebih lanjut mengenai pengembangan kawasan ini akan dilakukan pada Rakorpusda yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 26 dan 27 September di Bandung. Dalam rakor tersebut akan dicari segala macam cara yang bisa dilakukan untuk membenahi permasalahan wilayah Selatan Jawa Barat mulai dari konektivitas hingga pendidikan. "Inisiatornya memang dari BI," kata Luhut.

Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah dengan hard (infrastruktur) serta soft (sumber daya manusia/SDM). Luhut menjelaskan pendekatan ini berkaitan dengan hal yang terjadi di wilayah tersebut, seperti anak tidak bersekolah karena tidak ada infrastruktur memadai.

Rakor seperti ini sebelumnya pernah dilakukan di Batam serta Balikpapan. Hasil rakor di dua daerah tersebut mampu menemukan beberapa solusi yang telah diambil untuk kemajuan daerah tersebut, diantaranya pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hilirisasi industri, dan sebagainya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…

LUNA V Lite

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:41 WIB

Fokus ke Produk, LUNA Smartphone Optimis Kuasai Pasar Dalam 3 Tahun

Luna V Lite dengan layar Fullscreen rasio 18:9 mampu menghadirkan kualitas yang sama dengan harga yang cukup fantastis yaitu 1,7 jutaan.