Hijaukan Area Pabrik, Semen Baturaja Terapkan Teknologi Silvikultur

Oleh : Ridwan | Jumat, 22 September 2017 - 06:00 WIB

Pabrik Semen Baturaja (Bm)
Pabrik Semen Baturaja (Bm)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Semen Baturaja (Persero), Tbk (SMBR) bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bahu membahu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di area pabrik SMBR yang terletak di Baturaja, Provinsi Sumatera Selatan dengan menerapkan teknologi Silvikultur.

Direktur Utama SMBR, Rahmad Pribadi, mengatakan, selama ini, industri yang bahan bakunya berasal dari alam (ekstraktif), seperti perusahaan minyak dan gas (migas), pertambangan, termasuk pabrik semen di dalamnya hanya fokus melakukan eksploitasi, bahkan over eksploitasi terhadap sumber daya alam (SDA).

"Sebagai BUMN, Semen Baturaja (SMBR), hadir untuk mengubah persepsi jika industri semen identik dengan kerusakan linkungan. SMBR berusaha untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan. Sejak dari hulu hingga ke hilir," ujar Rahmad di JCC, Jakarta (21/9/2017).

Lebih lanjut, Rahmad mengungkapkan, saat ini SMBR tidak hanya bisa mengambil bahan baku dari alam namun juga memberikan kontribusi kepada alam sehingga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

"Jadi proses memberi dan menerima dari dan kepada alam dapat terus menerus berlangsung secara berkesinambungan. Jika kesinambungan dapat terus menerus dijaga, maka kemajuan perusahaan dapat berbanding lurus dengan kelestarian lingkungan," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Rekayasa Silvikultur Fakultas Kehutanan UGM untuk Semen Baturaja, Sri Danarto, mengatakan, rekayasa silvikultur adalah upaya untuk mengaplikasikan pendekatan teknis silvikultur yang tepat pada kondisi tapak tertentu.

"Rekayasa silvikuktur yang diterapkan di lokasi pabrik dipilih berdasarkan prinsip organik, input ketersediaan nutrisi, kesesuaian jenis berdasar kekritisan lahan dan fungsi ekosistem, produsen nitrogen alam, stok pakan satwa liar. Termasuk estetika dan produksi buah agar bermanfaat untuk masyarakat sekitar," ucap Sri.

Sri menambahkan, jenis tanaman yang dipilih untuk ditanam di area pabrik antara lain adalah Cemara Belitung, Cemara Udang, Durian, Matoa, Kol Banda, Meranti hingga Asoka. "Tanaman-tanaman tersebut memiliki banyak fungsi. Mulai dari pelembab hingga penyerap debu dan suara," imbuhnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…