Pilih-pilih Baju, dengan Teknologi Canggih Tak Perlu ke Kamar Pas

Oleh : Irvan AF | Minggu, 25 Desember 2016 - 11:31 WIB

Ilustrasi toko Manzone. (Foto: Gila Diskon)
Ilustrasi toko Manzone. (Foto: Gila Diskon)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sebuah produsen lokal produk pakaian pria memperkenalkan cara unik padu padan pakaian melalui teknologi "visual merchandising" sehingga proses memantas pakaian menjadi lebih mudah dan praktis.

"Cukup berdiri di depan visual merchandising, alat itu akan memandu koleksi kami yang ada. Jadi tak perlu buka pakai baju lagi ke kamar pas," kata CEO PT Mega Perintis, pemilik brand Manzone, FX Afat Adinata dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (25/12/2016).

Afat menjelaskan teknologi visual merchandising masih sesuatu yang baru di Indonesia. Ia mengaku bangga menggunakan alat tersebut, karena hasil karya anak bangsa. "Secara bertahap, alat tersebut akan tersedia di semua gerai di seluruh Indonesia," ucapnya.

Penggunaan visual merchandising, menurut Afat, diharapkan tak hanya membangun brand image Manzone, tetapi menjadi 'silent selling' untuk menarik konsumen membeli produk-produk yang tersedia.

Afat menambahkan, produknya mampu menembus pasar dalam negeri dengan cepat, karena memahami selera konsumen dengan mengikuti trend dunia, namun ditawarkan dengan harganya yang terjangkau. "Jika produk impor dengan kualitas yang sama dengan Manzone, dijual mulai dari hari Rp400 ribu keatas/potong, kami bisa jual dibawah Rp400 ribu," ujarnya.

Ditambahkannya pakaian pria itu bisa dijual dengan harga terjangkau karena produk tersebut dibuat di dalam negeri. Selain itu, pihaknya memiliki pabrik tekstil sendiri. Sehingga harga menjadi lebih terkendali.

Saat ini, produknya memberi pilihan produk sangat beragam mulai pakaian hingga aksesoris pria mulai dari sepatu hingga ikat pinggang pada rentang usia 16-28 tahun hingga eksekutif usia 35-45 tahun. Manzone juga bekerja sama menyediakan dengan produsen merek sepatu Nike dan Adidas untuk memperkuat gaya yang akan ditampilkan.

Afat menyebutkan produknya mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen selama 2016.

"Penjualan meningkat hingga dua kali lipat setiap menjelang Natal dan empat kali lipat jelang Idul fitri. Pada imlek, penjualan naik 1,5 kali," katanya.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pejualan Indihome di masyarakat.

Senin, 25 Maret 2019 - 20:24 WIB

The Next IndiHome Luncurkan Digital Movement

Jakarta - IndiHome sebagai layanan triple play milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkiprah turut serta membangun masyarakat digital Indonesia. The Next IndiHome membawa…

Dok Foto (Samsung)

Senin, 25 Maret 2019 - 20:15 WIB

Samsung Menghadirkan Produk Terbaru yang Meningkatkan Pengalaman Hidup Terkoneksi

Samsung Electronics Co., Ltd hari ini memperlihatkan inovasi terbarunya serta menguraikan visi dan strategi perusahaan untuk pengalaman Internet of Things (IoT) yang cerdas di Samsung Forum…

Rapat Komite Kebijakan Menetapkan Plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dihadiri oleh, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Sumarno, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar (Ahmad Fadli/INDUSTRY.co.id)

Senin, 25 Maret 2019 - 19:01 WIB

Bunga Dipangkas, Kucuran KUR capai 17% hingga akhir Februari

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, hingga Februari 2019, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 17% dari target tahun ini.

Dok Vivo mobile Indonesia

Senin, 25 Maret 2019 - 18:00 WIB

Vivo Umumkan Kolaborasi dengan Tencent Games dan PUBG Corporation untuk PUBG MOBILE Club Open 2019

Vivo mengumumkan kemitraan dengan mobile game – Player Unknown's Battlegrounds Mobile (PUBG MOBILE) yang dikembangkan oleh Tencent Games dan PUBG Corporation, sebagai sponsor utama dari PUBG…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau proses pengemasan nanas dalam kaleng di pabrik PT Great Giant Pinapple,Lampung (Foto: Kemenperin)

Senin, 25 Maret 2019 - 17:15 WIB

Menperin Siapkan Tiga Strategi Jitu Dongkrak Industri Mamin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meyiapkan tiga strategi jitu guna memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0.