Politeknik Morowali Dukung Industri Nikel di Indonesia Timur

Oleh : Ridwan | Senin, 18 September 2017 - 14:54 WIB

Ilustrasi Smelter
Ilustrasi Smelter

INDUSTRY.co.id - Palu- Sekolah tinggi kejuruan/vokasi yang pembangunannya difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian itu merupakan salah satu contoh praktik terbaik dalam pelaksanaan pendidikan yang mengusung konsep "link and match".
 

Sejak awal pendirian Politeknik Industri Logam Morowali, Kemenperin dan pelaku industri telah merancang bersama mulai dari identifikasi kebutuhan kompetensi, kurikulum dan pemilihan tenaga pengajar.

“Implementasi sistem pembelajaran politeknik tersebut akan terintegrasi antara pendidikan di kampus dengan praktik kerja di industri yang biasa disebut "dual system" atau sistem ganda, “karta Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Politeknik Industri Logam Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (18/9/2017)

Politeknik seluas 30 hektare itu telah dilengkapi fasilitas dan peralatan penelitian yang lengkap. Misalnya, ruang kelas, laboratorium, bengkel kerja, pusat inovasi, gedung direktorat dan perpustakaan. Sarana penunjang tersebut untuk mempercepat proses alih teknologi dan menjadikan sebagai teladan bagi industri nikel di wilayah Indonesia timur.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam kuliah perdana di Politeknik Industri Logam Morowali berharap sekolah tinggi teknik tersebut mampu memberi kontribusi bagi pertumbuhan nasional ke arah yang lebih kompetitif.

Menurut dia, tenaga kerja vokasi yang terdidik dan memiliki kompetensi akan mampu menopang pertumbuhan nasional. Maka dari itu, pihaknya menyambut baik dengan pembangunan politeknik di Morowali yang pada tahun ini telah menerima mahasiswa baru.

Politeknik Industri Logam Morowali diharapkan bisa menjadi tempat mencetak generasi bangsa yang dapat mengisi kebutuhan tenaga-tenaga terampil di sektor industri. Politeknik di Morowali tersebut merupakan salah satu sekolah tinggi teknik yang terdepan di Indonesia, terutama di kawasan timur.

"Hal yang tidak kalah penting dari pemenuhan kebutuhan 'skilled labour' lewat sekolah teknik adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Indonesia," kata dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…