2000 Ton Beras untuk Rohingya: Saatnya Beraksi, Tak Sekadar Narasi

Oleh : Lukman Azis Kurniawan, Manager Komunikasi Dan Media Network ACT | Senin, 18 September 2017 - 14:40 WIB

Etnis Muslim Rohingya Myanmar
Etnis Muslim Rohingya Myanmar

INDUSTRY.co.id, Blora - Sejak pagi, iring-iringan kontainer masuk menembus jalan tak begitu lebar, penghubung antara jalur Pantura Gresik menuju Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dan Kabupaten Blora Jawa Tengah. Truk kontainer itu berjumlah puluhan, mengekor beriring mengejar waktu sebelum kesibukan warga Bojonegoro dan Blora memulai pagi akhir pekannya.

Tujuan akhir iring-iringan kontainer itu mengarah ke Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Ada apa gerangan? Terhitung sejak Sabtu (16/9), ada tumpukan karung-karung beras yang terparkir di beberapa gudang yang berbeda di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Dari beberapa gudang beras itu, jika ditotal ada 2.000 ton beras yang siap diangkut ke dalam kontainer! Dari kontainer, nantinya 2.000 ton beras itu bakal dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Lantas diangkut ke atas kapal, dan berlayar dengan bendera Indonesia atas nama Bangsa Indonesia. Menuju ke Bangladesh, untuk ratusan ribu pengungsi Rohingya. Selama beberapa pekan lalu, Kecamatan Cepu sekali lagi mendapatkan amanah spesial untuk menyiapkan beras-beras terbaik.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyiapkan tak kurang dari 2.000 ton beras secara bertahap, lalu dikemas dan dikirim sesegera mungkin menuju Bangladesh, titik utama pengungsian Rohingya terbesar. Dari Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) milik ACT di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ribuan ton beras disiapkan dengan waktu yang luar biasa singkat.

Panen disegerakan, beras diolah, dan dibersihkan di mesin-mesin penggiling beras raksasa di dalam LPM. Demi siapkan 2000 ton beras, tak ada libur di desa Jipang Mengulang lagi ikhtiar nyata beberapa pekan sebelumnya, sebelum konvoi truk kontainer datang merapat ke Jipang, para petani sudah sibuk memanen padi. Dengan lincahnya, tangan para petani memarit padi untuk selanjutnya dikumpulkan dalam satu wadah besar.

Padi-padi yang telah dikumpulkan lantas dimasukkan ke dalam suatu mesin pengolah untuk dipisahkan antara padi dan tangkainya. Secara telaten tumpukan padi itu diayak dan dimasukkan ke dalam karung besar. Setelah semua terkumpul, tumpukan-tumpukan padi itu langsung diangkut truk menuju LPM di tepian Sungai Bengawan Solo, Desa Jipang.

Di lumbung pangan kebanggaan warga Desa Jipang inilah, berton-ton gabah kering digiling menjadi butiran-butiran beras berkualitas. Ini bukan sekadar hiruk pikuk menyambut masa panen ketiga dalam setahun terakhir. Ini tentang ikhtiar besar masyarakat Indonesia untuk membantu saudara-saudara Rohingya yang tengah diterpa krisis kemanusiaan. Menurut petani setempat, beras yang terkumpul merupakan hasil panen dari sekira hampir 100 hektare lebih sawah yang ada di Jipang.

Selama seminggu ratusan petani di Jipang bekerja begitu cepat demi bisa menyediakan 2000 ton beras. Dimulai sejak hari Sabtu (16/9), selama empat hari ke depan proses muat beras dari gudang ke dalam kontainer akan dilakukan per 500 ton setiap harinya. Jika setiap kontainer berisi 20 ton beras, berarti setiap hari bakal ada iring-iringan 25 kontainer menuju Cepu.

Insya Allah, pekan depan 2000 ton beras Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya bakal dilayarkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kapal Kemanusiaan rencananya bakal dilepas oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ketiga dari kiri) sedang berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon, Minggu (9/7/2017). (Irvan AF/INDUSTRY)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:25 WIB

Diikuti Pelari dari 50 Negara, Mandiri Jakarta Marathon Siap Digelar 29 Oktober 2017

Ajang lomba lari Marathon, Mandiri Jakarta Marathon yang akan digelar kembali pada 29 Oktober 2017 mendatang akan diikuti sebanayk 16 ribu pelari, bahkan hingga 1.585 pelari yang berasal dari…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.