KPK Masih Kumpulkan Alat Bukti Pengadaan Helikopter AW 101

Oleh : Herry Barus | Kamis, 14 September 2017 - 22:00 WIB

Helikopter AW 101 (Foto Istimewa)
Helikopter AW 101 (Foto Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi bersama penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI masih terus mengumpulkan alat bukti dugaan korupsi pembelian helikopter militer Agusta Westland (AW) 101.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Jakarta, Kamis (14/9/20017) membenarkan pihaknya bersama penyidik Puspom TNI masih mengumpulkan alat bukti.

"Sampai saat ini, penyidik kita masih bekerja, saya belum dapat info detailnya hasil pemeriksaan dan kunjungan ke sejumlah lokasi. Mungkin dalam waktu dekat ini sudah dapat diinfokan," ucapnya.

Saat ditanyakan apakah dari hasil pengecekan ada perbedaan spesifikasi harga antara helikopter harga Rp514 miliar dengan helikopter harga Rp738 miliar, Saut mengaku belum mengetahui persis karena masih dalam pemeriksaan tim penyidik.

Saat ini, tim penyidik masih mengumpulkan bukti-buki termasuk dokumen pembanding, katanya.

Dikatakan, pemeriksaan uji fisik dan penggeledahan di sejumlah lokasi bertujuan untuk menggambarkan yang ada di lapangan dengan yang disebutkan sebelumnya terkait tampilan fisik (physical appearance).

Dengan hasil pemeriksaan dan uji fisik inilah, kata dia, nantinya akan diketahui perhitungan-perhitungan kerugian negara.

"Hitungan-hitungan kerugian negara dari kasus ini bisa didekati dengan pemeriksaan dan uji fisik kemarin," ujarnya kepada awak media.

Sebelumnya, Tim penyidik KPK bersama penyidik Puspom TNI menggeledah empat lokasi terkait dengan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan satu helikopter Agusta Westland 101 (AW 101) senilai Rp738 miliar tahun anggaran 2016.

Empat lokasi yang digeledah yakni, Kantor PT Diratama Jaya Mandiri di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Kedua, kantor perusahaan yang sama di Bidakara. Ketiga, rumah seorang dari pihak swasta di Bogor. Kemudian kediaman salah satu pihak swasta di Sentul City, Bogor.

Pada Kamis (24/8) tim penyidik KPK dan Puspom TNI juga melakukan pemeriksaan fisik helikopter Agusta Wesland (AW) 101, di salah satu hanggar pesawat di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Puspom TNI telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Kelima tersangka itu, Kolonel FTS selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan TNI AU, Marsekal Muda FA selaku pejabat pembuat komitmen, Letnan Kolonel WW selaku pemegang kas, Pembantu Letnan Dua SS, dan Marsekal Muda Supriyanto Basuki (SB) yang pernah menjabat sebagai Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asrena Kasau).

Sementara, KPK juga menetapkan Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh sebagai tersangka dalam kasus pembelian helikopter AgustaWestland (AW) 101.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Anggota Running Man saat Red Carpet SBS Awards 2017. (Source: www.soompi.com)

Jumat, 19 Januari 2018 - 14:30 WIB

Rumor Asmara Song Ji Hyo dan Kim Jong Kook Running Man, Produser Angkat Bicara

Korea Selatan - Penggemar variety show Korea Selatan pasti sudah tak asing dengan program variety show terkenal Running Man. Acara yang selalu dibuat tertawa dengan member Running Man yakni…

Presiden Jokowi dan Delegasi Utusan PM Jepang (Foto Setkab)

Jumat, 19 Januari 2018 - 14:26 WIB

Presiden Jokowi- Utusan PM Jepang Bicarakan Kerja Sama Industri Manufaktur

Presiden Joko Widodo menyambut Delegasi Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Toshihiro Nikai dan rombongan di Istana Kepresidenan Bogor untuk merayakan 60 tahun hubungan Indonesia-Jepang.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Januari 2018 - 14:14 WIB

Panglima Akui Alutsista TNI AU Belum Sesuai

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan, kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara belum sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung operasi TNI berdasarkan…

Press Conference Jakarta International BNI Java Jazz 2018, di Kemang, Jakarta Selatan. (Foto/Dina Astria)

Jumat, 19 Januari 2018 - 14:10 WIB

Khusus Pecinta Jazz, BNI Tawarkan Transaksi Kekinian

Jakarta International BNI Java Jazz 2018 akan diselenggarakan pada Maret mendatang. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali hadir sebagai pendukung utama berlangsungnya festival…

Peresmian Pusat Inovasi Asia Tenggara di Bintaro, Tangerang Selatan (ist)

Jumat, 19 Januari 2018 - 14:08 WIB

Kemenperin Apresiasi Pusat Inovasi Asia Tenggara Yang Dibangun Henkel Adhesive Technologies di Bintaro

Kementerian Perindustrian mengapresiasi Pusat Inovasi Asia Tenggara yang dibangun Henkel Adhesive Technologies di Bintaro, Tangerang Selatan untuk menggabungkan kemampuan teknis dan inovasi…