Menteri ESDM Dorong Pengembangan EBT Lebih Kompetitif dan Terjangkau

Oleh : Ridwan | Rabu, 13 September 2017 - 13:45 WIB

Menteri ESDM Dorong Pengembangan EBT Lebih Kompetitif dan Terjangkau (Foto Ridwan)
Menteri ESDM Dorong Pengembangan EBT Lebih Kompetitif dan Terjangkau (Foto Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Rabu (13/9/2017) membuka secara resmi gelaran acara IndoEBTKE ConEx 2017 in conjunction with Bali Clean Energy Forum (BCEF) 2017. Acara ini diselenggarakan 13 -15 September 2017 di Balai Kartini Jakarta.

Dalam sambutannya Menteri Jonan menjelaskan, acara ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mengedepankan energi baru, terbarukan,dan konservasi energi (EBTKE) sebagai sumber energi masa depan.

"Pemerintah sepakat bauran energi harus tercapai dengan catatan pemenuhan keekonomian harus terjangkau. Saya yakin kedepannya harga EBT akan kompetitif," ungkap Jonan saat membuka acara IndoEBTKE ConEx 2017 in conjunction with Bali Clean Energy Forum (BCEF) 2017 di Jakarta.

Ia menambahkan, pemerintah mentargetkan pada Tahun 2025, bauran energi yang berasal dari sumber energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen. "Terhadap komitmen tersebut, pemerintah konsisten untuk terus memaksimalkan pemanfaatan EBT yang ekonomis. Selama 10 bulan saya disini (Kementerian ESDM), sudah 700 MW (PPA) ditandatangani untuk pembangkit EBT," jelasnya.

Lebih lanjut Jonan menceritakan, pernah ada penawaran pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut di Sarulla. "Saya tanya harganya berapa, kalau USD 16 sen/kWh silahkan pulang lagi aja. Kalau (harganya) dibawah USD 10 sen/kWh kita bisa diskusi, coba dicek secara teknis dan teknologi, dan ternyata hari Selasa kemarin (12/9) mereka balik dan menawarkan kembali dengan harga USD 7,18 sen/kWh. Nah, kalau (harga) USD 7,18 sen/kWh untuk 25 MW saya jamin PLN akan beli," terang Jonan.

Diakui Jonan, pada tahun 2017 ini Pemerintah memang sedang gencar meningkatkan akses energi dan keadalan pasokan diseluruh pelosok nusantara, baik berupa peningkatan rasio elektrifikasi dan peningkatan kapasitas energi di sektor EBT. "Arahan Presiden Joko Widodo ada 3 hal yang harus dipenuhi, yaitu ketersediaan listrik, distribusi dan harga terjangkau," jelas Jonan.

Jonan menambahkan, guna mendorong penggunaan energi bersih, Pemerintah tidak pernah mengurangi komitmennya dalam pengembangan EBT, sesuai dengan komitmen Presiden pada COP 21 di Paris. Untuk itu, dalam penyelenggaraan tahun ini, IndoEBTKE ConEx in conjunction with Bali Clean Energy Forum (BCEF) mengambil tema "Renewable Energy is a Solution for Energy Security and Paris Agreement".

Selain itu, pada acara ini ditandatangani juga beberapa kesepakatan terkait pengembangan EBTKE, yaitu: Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dengan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia tentang Solar Fotovoltaik pada Atap Bangunan Baru Perumahan;

Penandatanganan Kerjasama Pendanaan untuk Pengembangan Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) antara PT. PLN (Persero) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) tentang Kerja Sama Pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP);

Kerjasama Riset, Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya Panas Bumi antara Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Trisakti, PT PLN (Persero), dan PT Geodipa Energi (Persero);

Penandatangan kerjasama antara Balitbang Kementerian ESDM dengan China National Petroleum Corporation tentang Percepatan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral di Indonesia.

IndoEBTKE ConEx merupakan acara rutin setiap tahun yang diselenggarakan Direktorat Jenderal EBTKE bersama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan telah dimulai sejak tahun 2012 yang bertujuan untuk mensinergikan pemikiran dan tindakan seluruh pemangku kepentingan energi baru, terbarukan dan konservasi energi dalam membangun ketahanan energi nasional.

Sementara BCEF merupakan pertemuan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional untuk berdiskusi dan mencari solusi mengenai percepatan pengembangan energi bersih.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 07:00 WIB

Market Cap Tembus Rp.500 Triliun , BBRI Cetak Rekor Baru Pekan ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk kedua kalinya selama sepekan menorehkan prestasi terbaiknya di perdagangan bursa saham.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, (Foto: Fadli/Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:00 WIB

Rp5 Miliar Disiapkan Pemprov Papua untuk Korban Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan bantuan uang sebesar Rp5 miliar untuk membantu penanganan korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Tersangka Korupsi (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 04:50 WIB

KPK Benarkan Amankan Direktur Krakatau Steel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu Direktur Krakatau Steel.

Kingston Partner Gathering, Kamis (21/3/2019)

Jumat, 22 Maret 2019 - 23:00 WIB

Perkuat Pasar, Kingston Miliki Puluhan Mitra Reseller di Indonesia

Kingston Technology, salah satu pemimpin dunia dalam solusi produk dan teknologi penyimpanan memori, secara bersama-sama dengan para mitra penjualan mengumumkan program mitra resmi di Indonesia.

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…