OJK: Keuangan Syariah Butuh Riset yang Berkualitas

Oleh : Herry Barus | Rabu, 13 September 2017 - 07:42 WIB

Ketua DK OJK Wimboh Santosa dan Menkeu SriMulyani (Foto Rizki Meirino)
Ketua DK OJK Wimboh Santosa dan Menkeu SriMulyani (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dan hasil riset yang berkualitas untuk menumbuhkan sektor keuangan syariah di tengah semakin ketatnya persaingan di industri jasa keuangan.

` Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menghadiri Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVI di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, juga meminta dukungan yang lebih besar dari pemerintah untuk mengembangkan sektor keuangan syariah.

"Untuk mengakselerasi pengembangan industri keuangan syariah kita tidak dapat hanya mengandalkan pertumbuhan yang bersifat organik saja, kita butuh peran pemerintah yang lebih besar lagi," kata Wimboh dalam keterangan tertulisnya diterima Redaksi di Jakarta Selasa (12/9/2017)

Untuk meminta dukungan kalangan akademisi dan pemerintah itu, OJK bekerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan FREKS XVI 12- 14 September 2017 bertempat di Kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Menurut Wimboh, industri keuangan syariah memiliki potensi yang besar untuk terus tumbuh dan berperan dalam perekonomian masyarakat luas.

"OJK akan selalu melakukan upaya untuk perbaikan literasi keuangan syariah yang disertai berbagai inisiatif keuangan inklusif serta mendorong inovasi produk yang lebih 'friendly'," ujarnya.

Sebagai rangkaian kegiatan FREKS XVI, OJK bekerja sama dengan Mahkamah Agung menyelenggarakan Bengkel Kerja Bimbingan Teknis Pengadilan Agama tentang Perbankan Syariah. Kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Pengadilan Agam adalam bidang ekonomi dan perbankan syariah.

Pertumbuhan sektor keuangan syariah hingga Juni 2017 yakni sektor perbankan syariah memiliki 13 bank umum syariah, 21 UUS dan 167 BPRS. Pertumbuhan rata-rata aset (year on year/yoy) telah mencapai rata-rata 25,02 persen dalam lima tahun terakhir.

Dengan total aset sekitar Rp387,87 triliun, industri perbankan syariah mengelola hampir 23,9 juta rekening dana masyarakat, melalui kurang lebih 2600 kantor jaringan di seluruh Indonesia. Aset perbankan syariah tersebut mencapai 5,42 persen dari aset perbankan di Indonesia.

Untuk sektor pasar modal syariah, berdasarkan data per Juni 2017, jumlah saham yang termasuk daftar efek syariah (DES) mencapai 355 saham atau 59,65 persen dari seluruh saham yang listing di pasar modal. Adapun nilai "outstanding" dari total 65 sukuk korporasi (surat utang syariah) saat ini adalah Rp14,66 triliun atau 4,37 persen dari nilai outstanding seluruh sukuk dan obligasi korporasi.

Selain itu, terdapat 151 Reksa Dana Syariah dengan total Nilai Aktiva Bersih mencapai Rp18,91 triliun atau 26,83% dari total NAB Reksa Dana.

Sementara itu, pada sektor industri keuangan nonbank syariah terdapat 130 perusahaan yang menyelenggarakan usaha berdasarkan syariah, terdiri dari 58 perusahaan asuransi syariah atau reasuransi syariah, 66 lembaga pembiayaan syariah dan 6 perusahaan penjaminan syariah.

Dari 130 perusahaan itu, perusahaan yang menyelenggarakan usaha syariah secara penuh (full pledged) baru sebanyak 12 perusahaan asuransi, 26 lembaga pembiayaan syariah dan dua perusahaan penjaminan.

Pada akhir Juni 2017, IKNB Syariah mengelola aset sebesar Rp97,61 triliun, yang terdiri dari Rp37,37 triliun dari sektor asuransi dan reasuransi syariah, Rp 59,40 triliun dari sektor pembiayaan syariah, dan Rp831.78 miliar dari sektor penjaminan syariah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Air Minum Dalam Kemasan (Ist)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:34 WIB

Pelindo III Kembangkan Bisnis Air Dalam Kemasan Incar Pemasok Kawasan Industri dan Terminal Pelabuhan

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara(BUMN) PT Pelindo III (Persero) mulai mengembangkan bisnisnya dengan mengincar pasar pemasok kebutuhan air bersih di kawasan industri dan terminal pelabuhan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:10 WIB

Menteri Airlangga Pastikan Impor Bahan Baku Tidak Akan Dipersulit

Pemerintah tengah memfinalisasi peraturan pembatasan impor, hingga saat ini pengetatan lebih akan dilakukan terhadap barang konsumsi, tidak termasuk bahan baku dan barang modal.

Pariwisata Kalimantan (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:10 WIB

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kebijakan Penguatan Devisa

- Pariwisata menjadi sektor andalan dalam mendukung strategi kebijakan penguatan cadangan devisa karena memiliki "balance of payments" atau neraca pembayaran yang selalu surplus.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:01 WIB

Sawit Sumbermas Sarana Kembangkan Bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa

Emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) terus melebarkan sayap usaha dengan mengembangkan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM).

PT Alpha Momentum Indonesia (AMI), perusahaan modal ventura akan menggelar event perdananya, Starthub Connect di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang pada 13 September 2018.

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:58 WIB

Alpha Momentum Indonesia akan Gelar Event Pertamanya Starthub Connect

PT Alpha Momentum Indonesia (AMI), perusahaan modal ventura akan menggelar event perdananya, Starthub Connect di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang pada 13…