BTN Beri Penghargaan kepada Pengembang Jababeka, Intiland dan Lippo Group

Oleh : Herry Barus | Selasa, 12 September 2017 - 08:29 WIB

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Maryono bersama Founder Lippo Group James Riady, Founder Jababeka S.D Darmono, dan Founder Intiland Hendro Gondokusumo (Foto Rizki Meirino)
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Maryono bersama Founder Lippo Group James Riady, Founder Jababeka S.D Darmono, dan Founder Intiland Hendro Gondokusumo (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Indonesia Property Watch (IPW) menyelenggarakan BTN Golden Property Awards (BTN GPA) 2017.

Penghargaan tersebut dipersembahkan kepada para insan properti dan pengembang yang berkinerja positif dan menjaga momentum pertumbuhan bisnis properti di Indonesia, termasuk mengawal program sejuta rumah yang dicanangkan Pemerintah.

Penghargaan diberikan kepada Founder Jababeka SD Darmono, Chairman Lippo Group James T. Riady dan Founder Intiland Development Hendro Gondokusumo.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan,optimisme untuk menjaga momentum pertumbuhan properti tahun ini sangat memerlukan peranan para pengembang yang peduli terhadap tingginya kebutuhan properti terutama untuk kelas menengah ke bawah.

Pada BTN GPA 2017 kali ini perseroan memfokuskan pada kontribusi pelaku segmen menengah bawah dalam mendukung pertumbuhan pasar perumahan nasional dengan memberikan penghargaan bagi pengembang rumah subsidi.

"BTN sebagai bank penyalur KPR terbesar, menilai peran pengembang sangat strategis untuk mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang masih tinggi atau di kisaran 11,38 juta rumah," ujarnya, Senin (11/9/2017)

Dari angka tersebut, lanjut Maryono,backloguntuk masyarakat MBR mencapai 10 juta kepala keluarga. Untuk mendorong sekaligus mengapresiasi pengembang dalam program sejuta rumah, Bank BTN memberikan penghargaan khusus bagi pengembang yang memiliki kinerja terbaik berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya realisasi KPR sepanjang tahun 2016, kualitas kredit dan kecakapan administratif.

Bank BTN mengambil peran sebagai integrator dari program sejuta rumah, kami tidak hanya membantu dari sisidemand,tapi juga menjaga sisi pasokan dari pengembang, ucap Maryono.

Terbukti dengan kolaborasi yang produktif antara perbankan dan pengembang, pernyaluran KPR dan KPA mulai menanjak pada bulan Juli lalu. Berdasarkan Analisis Uang Beredar M2 yang dirilis Bank Indonesia, pertumbuhan kredit properti bulan Juli sebesar 13,9% naik dibandingkan bulan Juni yang hanya sebesar 12,1%.

Pun minat pembelian rumah juga tetap terjaga, hal ini terlihat dari hasil IPEX yang membukukan potensi kredit Rp8,36 triliun lebih tinggi dari target awal.

Menurutnya, pada awal tahun ini hingga semester I, Bank BTN telah menyalurkan KPR dan dukungan pembiayaan perumahan sebanyak lebih dari 370 ribu unit atau sebesar Rp39 Triliun atau 56% dari target perseroan tahun ini sebanyak 666 ribu unit.

"Kebijakan pemerintah ikut mendorong percepatan program sejuta rumah dan menjaga momentum pertumbuhan properti, mulai dari kemudahan perizinan ke pengembang rumah subsidi, relaksasi aset terhadap pinjaman, turunnya bunga acuan dan besarnya anggaran subsidi KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pungkas Maryono.

Kawasan Jababeka Investasikan Rp6,8 Triliun untuk Kembangkan KEK Morotai

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Morotai Jababeka, akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai di Maluku Utara. Pengembangan KEK di atas lahan seluas 1.250 hektar tersebut diperkirakan akan menghabiskan investasi sebesar Rp6,8 triliun.

Budianto Liman, Direktur Utama KIJA, mengemukakan, pengembangan KEK Morotai tersebut akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, PT Morotai Jababeka akan membangun 10.000 rumah untuk masyarakat kelas menengah dan menyediakan hotel dengan total kamar sebanyak 10.000 kamar.

KEK tersebut akan dilengkapi dengan dengan sejumlah fasilitas pariwisata dan sekolah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi penduduk asli, ujar Budianto.

Budianto menjelaskan, sekitar 60% dari lahan yang dibutuhkan untuk mengembangkan KEK Morotai sudah dibebaskan pada saat ini. Karena itu, PT Morotai Jababeka saat ini mulai merancang desain pengembangan KEK tersebut.

Penyelesaian proyek ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kami harus menunggu hingga infrastruktur telah selesai dibangun. Pasalnya, pengembangan KEK tersebut tidak akan terlakasana tanpa ketersediaan air, listrik dan akses jalan, tukas Budianto.

Karena itu, demikian Budiono, manajemen perseroan saat ini sedang mencari mitra strategis untuk mengembangkan KEK Morotai tersebut.

Sementara itu, Suteja Darmono, Direktur KIJA, mengungkapkan, Morotai memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Itu dibuktikan dengan keputusan pemerintah dimana Morotai diprioritaskan menjadi salah satu dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional.

Bagi kami, selain layak dijadikan sebagai destinasi pariwisata, Morotai juga diprediksi bakal menjadi hub perekonomian di kawasan timur Indonesia, ujar Suteja.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun Morotai, khususnya daerah Daruba, Wayabula dan Bobula.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kemenpar Tetapkan 100 Event Berskala Internasional (Foto Dije)

Selasa, 26 September 2017 - 14:12 WIB

Kemenpar-Kemenkes Kembangkan Wisata Kesehatan

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan sepakat untuk mengembangkan Pariwisata Kesehatan Internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)…

PT Bayu Buana Tbk

Selasa, 26 September 2017 - 14:11 WIB

Bayu Buana Targetkan Penjualan Tiket Rp 70 Miliar Hingga Akhir Tahun

PT Bayu Buana Travel Tbk menargetkan total pendapatan Rp 70 miliar dari penjualan tiket dan paket pariwisata hingga akhir 2017.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Selasa, 26 September 2017 - 14:07 WIB

Indonesia Siap Pasok Delapan Juta Ton Minyak Sawit ke Eropa

Indonesia siap memasok minyak sawit lestari hingga 8 juta ton ke pasar Eropa untuk memenuhi permintaan di kawasan tersebut yang diperkirakan mencapai 6 juta ton pada 2020.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Selasa, 26 September 2017 - 14:05 WIB

Menperin Airlangga: Harga Gas Blok Masela Masih Belum Cocok

Pemerintah akan memberikan insentif untuk industri yang akan menggunakan dan membeli gas di Blok Masela. Meski akan diberikan insentif tetap saja belum ada industri yang menyatakan tertarik…

Ilustrasi Apartemen (Ilustrasi)

Selasa, 26 September 2017 - 14:01 WIB

Kebijakan Infrastrutur Pemerintah di Jalur Tepat

CEO dan komisaris perusahaan pengembang Crown Group, Iwan Sunito menyatakan kebijakan di sektor infrastruktur yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.