Menperin Airlangga: Pembangunan Kawasan Industri Harus Dibarengi Pendirian Politeknik

Oleh : Ridwan | Senin, 11 September 2017 - 17:06 WIB

Menperin Airlangga: Pembangunan Kawasan Industri Harus Dibarengi Pendirian Politeknik (Foto Humas)
Menperin Airlangga: Pembangunan Kawasan Industri Harus Dibarengi Pendirian Politeknik (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pembangunan kawasan industri perlu diiringi dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri. Untuk itu, perlu didirikan sekolah vokasi di beberapa kawasan industri seperti Politeknik Morowali, Sulawesi Tengah dan Akademi Komunitas Industri Logam di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disanoaikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura

"Pada tahun ini, kami akan membuka politeknik industri furniture di Kendal, Jawa Tengah. Dan, tahun 2018 nanti, Kementerian Perindustrian memfasilitasi pembangunan politeknik pendukung di kawasan industri Dumai dan kawasan industri Batu Licin," ungkap Airlangga melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (11/9/2017).

Pada kesempatan itu, Menperin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Singapura atas penyelenggaraan Leaders Retreat yang berjalan sukses dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura.

"Beberapa poin yang juga dibicarakan, antara lain fokus upaya merevitalisasi kawasan industri di Batam agar bisa menampung industri pengolahan yang bernilai tambah tinggi terutama di sektor elekronika, digital dan MRO," papar Airlangga.

Airlangga menyebutkan, tiga fokus yang perlu dikembangkan di politeknik saat ini, yaitu memanfaatkan pengembangan ekonomi dengan kemajuan artificial intelligent, robotic, dan 3D printinguntuk lini produksi manufaktur modern, pengembangan inovasi produk makanan, minuman dan food safety, serta pengembangan vokasi.

Airlangga juga menjelaskan, salah satu bukti sinergi antara pelaku industri Indonesia dengan Singapura yang telah dilakukan adalah melalui kerja sama PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd dalam pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah dengan standar internasional.

"Sampai Agustus 2017, realisasi nilai investasi di KIK telah mencapai Rp4,7 triliun dengan 33 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, China dan Jepang dengan menyerap 5.000 tenaga kerja," sebutnya.

KIK yang diresmikan oleh Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong pada 14 November 2016 lalu, ditargetkan menyerap potensi investasi hingga Rp200 triliun dan tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang.

"Sesuai komitmen dengan Presiden Jokowi, Singapura ingin tumbuh bersama melalui proyek-proyek yang dijalankan bersama seperti di Batam dan Kendal yang nantinya dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Menperin menegaskan, Singapura merupakan mitra strategis dan investor terbesar di Indonesia. Pada 2016 lalu, nilai investasi dari Negeri Singa ini tercatat mencapai USD9,2 miliar atau di atas Jepang dan Tiongkok dengan memiliki 5.874 proyek.

Kemenperin mencatat, nilai investasi Singapura sebesar 30,9 persen dari total investasi asing di Indonesia pada sektor industri. Investasi ini menciptakan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 126.293 orang. Bahkan, Singapura tengah mengeksplorasi kesempatan investasi pada sektor industri di wilayah luar Jawa, ungkap Airlangga.

Oleh karena itu, lanjutnya, Kemenperin mendorong pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus guna menarik para investor Singapura menamamkan modalnya di tiga wilayah tersebut, yang berhadapan langsung dengan Negeri Singa.

"Dengan perbaikan iklim usaha di BBK, akan kembali meningkatkan investasi industri pengolahan dengan nilai tambah tinggi," jelasnya.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan infrastruktur di Batam untuk memacu pengembangan ekonomi digital. Kawasan ini akan menjadi pusat bagi sejumlah pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film dan animasi.

"Sedangkan, di Bintan tengah dikembangkan Airport and Aerospace Industry Park di atas lahan seluas 4000 hektare," tutur Airlangga.

Kawasan aviasi terpadu ini akan menjadi yang terlengkap di Indonesia dengan beberapa fasilitas penunjang seperti bandara, sarana perbaikan pesawat, pelatihan pegawai penerbangan, serta area kawasan bisnis dan residensial.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Pelatih Tim Jerman Joachim Loew

Senin, 18 Juni 2018 - 21:00 WIB

Tragedi Nasib Naas Jerman

PARA pendukung banget (termasuk saya) laskar sepakbola Jerman kecewa berat sebab sang Juara Dunia dikalahkan Mexico 1 : 0 di babak awal Piala Dunia 2018.

Menhub Budi Karya Sumadi usai melakukan tinjauan udara ke Jembatan Kalikutho, Jawa Tengah, Senin (18/6). (Dok: Kemenhub)

Senin, 18 Juni 2018 - 19:05 WIB

Menhub Memprediksi Puncak Arus Balik Terjadi Pada Besok Dan Lusa

H+2 Lebaran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama sejumlah pihak terkait tinjau langsung kesiapan prasarana jalur darat di sejumlah titik di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

PT Angkasa Pura II (persero). Untuk mempermudah penumpang menuju gate, PT AP II menyediakan layanan golf car assistance berbasis IoT (Internet of Things).

Senin, 18 Juni 2018 - 18:33 WIB

Manjakan Penumpang, Angkasa Pura II Fasilitasi Golf Car Berbasis Internet

Untuk mempermudah penumpang menuju gate, PT Angkasa Pura II menyediakan layanan golf car assistance berbasis IoT (Internet of Things). Layanan ini yang berlokasi di Terminal 3 Bandara Internasional…

Mendagri Tjahjo Kumolo (Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Juni 2018 - 18:30 WIB

Mendagri Pastikan Pelantikan Komjen Iriawan Tak Langgar UU

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol Drs Mochamad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, tidak melanggar…

Es Selendang Mayang (Foto: foody.id)

Senin, 18 Juni 2018 - 18:30 WIB

Es Selendang Mayang, Jadi Buruan Wisatawan Saat Liburan ke Setu Babakan

Mengenal Kuliner khas Betawi, banyak sekali ragamnya termasuk Es Selendang Mayang. Walaupun langka, kamu bisa menemukannya di tempat wisata di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.…