Produk Alas Kaki dan Pakaian Indonesia Hadir Dalam Pameran Internasional di Las Vegas

Oleh : Hariyanto | Minggu, 10 September 2017 - 12:34 WIB

Sourcing at magic di Las Vegas (ist)
Sourcing at magic di Las Vegas (ist)

INDUSTRY co.id -Jakarta - Produk alas kaki dan pakaian jadi Indonesia hadir dipameran dalam Sourcing at Magic, rantai pasok global untuk industri pakaian jadi, alas kaki, dan mode di Las Vegas, Amerika Serikat pada 13-16 Agustus 2017.

Partisipasi Indonesia dalam pameran internasional tersebut merupakan bagian dari proyek Bantuan Perdagangan dan Sektor Swasta Kanada-Indonesia (TPSA) antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI dan Dewan Konferensi Kanada.

"Perusahaan-perusahaan Indonesia yang kompetitif dan mampu memadukan tradisi kerajinan dengan teknik modern kami pilih untuk mengikuti pameran Magic kali ini. Kami mendorong semua pihak dalam rantai pasok alas kaki dan pakaian jadi internasional menjelajahi dan menemukan peluang baru dalam pengadaan bersama perusahaan-perusahaan Indonesia ini," kata perwakilan TPSA Rony Soerakoesoemah dalam siaran pers kepada media di Jakarta, Jumat (8/9/2017).

TPSA memfasilitasi lima produsen alas kaki yakni Fortuna, Main Street, Queen Pacific Sukses Abadi, Top Torch International, dan Venamon, serta enam perusahaan pakaian jadi yaitu Bule Bule Garment, Dekatama Centra, Sakura Garment, Tiga Selaras Bersama, World KNK Surya Anugerah, dan Unique Busana Lestari, untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Kesebelas perusahaan tersebut telah dipilih dan dilatih oleh para konsultan ahli sebagai bagian dari program TPSA senilai 12 juta dolar Kanada yang berjalan hingga lima tahun.

Berbekal keunggulan dalam hal rancangan dan fleksibilitas untuk menghadapi tantangan persaingan ritel yang ketat dewasa ini, perusahaan-perusahaan asal Bandung, Jakarta, dan Solo tersebut mengusung berbagai rancangan modern yang variatif dan memiliki banyak pilihan menarik bagi konsumen global.

"Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menerapkan proses pengolahan yang ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan partisipasi perempuan dalam semua tahapan kegiatan usaha, sehingga memungkinkan keberadaan sumber ilham, pendidikan, inovasi, dan sumber daya yang mengagumkan. Hal ini membuat proposisi nilai yang ditawarkan sangat menarik untuk memajukan bisnis ritel," tutur Rony.

Setiap perusahaan bertemu dengan calon pembeli dari Kanada dan bertemu perwakilan perusahaan internasional yang tengah mencari sumber pengadaan alternatif, terutama dari Tiongkok.

"Sebagian perusahaan kita berhasil mendapatkan order pembelian, namun yang jelas semua perusahaan menerima pesanan untuk mengirimkan sampel yang akan menjadi ujian pertama untuk mengetahui penerimaan atas produk mereka dari segi mutu dan desain," ujar Rony.

Sepanjang penyelenggaraan acara, setiap perwakilan berkesempatan mengunjungi stan pameran peserta dari lebih dari 40 negara untuk mengenal produk dan mempelajari rancangan stan mereka, yang semuanya merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pekerjaan rumah untuk mempersiapkan diri dalam rangka mengikuti ajang pameran Magic tahun depan.

Setelah berpartisipasi dalam salah satu pameran dagang terbesar di dunia, perusahaan- perusahaan Indonesia tersebut kini berharap dapat terus mengembangkan produk sekaligus perusahaan mereka untuk menghadapi persaingan di taraf internasional.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia telah mengekspor produk tekstil dan pakaian jadi senilai lebih dari US$11 miliar. Negara tujuan ekspor alas kaki Indonesia antara lain AS (31%), Uni Eropa (27%), dan Jepang (7%). Ekspor dari Indonesia mengalami tren positif dalam kurun beberapa tahun terakhir dipengaruhi banyaknya perusahaan yang memproduksi merek terkenal dan harga produksi Indonesia yang dinilai kompetitif dibandingkan China.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).