Maksimalkan Serapan Tembakau Lokal, Sampoerna Laksanakan Program Sistem Produksi Tembakau

Oleh : Hariyanto | Jumat, 08 September 2017 - 10:34 WIB

Petani Tembakau binaan
Petani Tembakau binaan

INDUSTRY co.id -Lombok - Belum maksimalnya serapan tembakau lokal menjadi salah satu permasalahan industri tembakau di Indonesia. Untuk itu, perusahaan tembakau, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), memiliki program Integrated Production System (IPS) atau Sistem Produksi Terintegrasi, yang dapat menjadi solusi atas salah satu permasalahan tembakau di Indonesia.

Program IPS ini dilaksanakan dengan adanya kontrak kerja sama antara perusahaan pemasok tembakau dengan petani tembakau.

Dengan adanya program ini, Sampoerna, melalui perusahaan pemasok tembakau, menjamin penyerapan hasil tembakau para petani binaannya selama sesuai dengan standar yang telah disepakati. Para petani binaan juga memperoleh pendampingan teknis seperti informasi dan bimbingan praktik pertanian tembakau yang baik, serta akses permodalan, baik sarana dan prasarananya.

Selain itu, mereka juga diperkenalkan penerapan Praktik Pekerja Pertanian yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan adil bagi para petani dan pekerjanya di semua lahan di mana Sampoerna membeli tembakau.

“Kami bersyukur program IPS ini dapat secara berkelanjutan dijalankan di sentra produksi tembakau di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Melalui program ini, kami berharap para petani dapat memproduksi tembakau yang berdaya saing dan efisien, serta memenuhi standar kualitas perusahaan, ketentuan regulasi, serta ekspektasi konsumen,” ujar Head of Fiscal Affairs and Communications Sampoerna, Elvira Lianita melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (8/9/2017).

Elvira menjelaskan, ada sekitar 2.700 petani binaan di Nusa Tenggara Barat dengan total lahan sekitar 5.000 hektar. Dengan adanya program IPS, mereka mampu meningkatkan produktivitas hingga 25%, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

Petani peserta IPS juga memeroleh dukungan teknologi, termasuk teknik pembakaran dengan sistem rocket barnyang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16%, dan alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60%.

Selain Lombok, IPS juga diperkenalkan kepada para petani di Jember, Wonogiri, Malang, Rembang, Blitar, dan Lumajang. Secara total, ada sekitar 27.500 petani yang telah bergabung untuk menggarap lahan tembakau seluas 24.000 hektar persegi.

"Melalui program kemitraan (IPS) saat ini, Sampoerna perlahan telah meninggalkan sistem pembelian daun tembakau yang berlapis (konvensional – petani non-mitra) dan terus meningkatkan penerapan sistem pembelian dengan kontrak langsung melalui perusahaan pemasok tembakau. Saat ini pembelian daun tembakau dari petani kontrak tumbuh secara signifikan dari 12 persen di tahun 2011 menjadi sekitar 70% di tahun ini,” lanjut Elvira

Selain IPS, Sampoerna juga berkomitmen untuk mengatasi isu pekerja anak di lahan tembakau. Sampoerna, misalnya, menginisiasi “After School Program” atau program luar kelas.

Program ini merupakan program pendampingan yang ditujukan bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk dapat mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang positif dan bermakna setelah pulang sekolah. Tujuan akhir dari program ini adalah untuk mencegah para siswa turut bekerja di perkebunan tembakau bersama orangtuanya. Saat ini, program luar kelas telah menjangkau lebih dari 4.800 murid di 75 sekolah.

Selain itu, ada pula kelompok belajar komunitas (Community Learning Group atau CLG) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai isu pekerja anak dan kondisi kerja yang aman bagi petani. Hal ini dilakukan melalui pelatihan keterampilan dan berbagai aktivitas yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat lokal. Program ini menjangkau hampir 6.000 penerima manfaat hingga 2017.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jembatan Ampera Palembang

Selasa, 17 Juli 2018 - 23:02 WIB

Kementerian PUPR Rehabilitasi Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera yang dibangun tahun 1962 dan selesai tahun 1965 tersebut memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Foto Ist)

Selasa, 17 Juli 2018 - 20:00 WIB

Ini Nama-Nama Menteri Kabinet Kerja Berpartisipasi Nyaleg

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja dan pejabat di lingkungan kepresidenan akan ikut berpartisipasi sebagai calon anggota legislatif pada pemilihan…

Wapres Jusuf Kalla (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 17 Juli 2018 - 19:35 WIB

Cawapres Jokowi 2019 Harus Mampu Tingkatkan 15 Persen Suara

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan calon pendamping Joko Widodo dalam Pemilu 2019 harus dapat mendongkrak perolehan suara minimal 15 persen.

Danu Wicaksana, CEO TCASH (kiri) - (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Selasa, 17 Juli 2018 - 19:09 WIB

Buka Layanan Lintas Operator, Ini Tiga Keunggulan TCASH Wallet

TCASH secara resmi telah membuka layanan aplikasi TCASH wallet untuk seluruh operator telekomunikasi. Pelanggan lintas operator dapat menikmati beragam layanan transaksi non-tunai TCASH dengan…

Ilustrasi Jalan Tol (ist)

Selasa, 17 Juli 2018 - 18:55 WIB

BNI Beri Tambahan Kredit Jalan Tol Manado-Bitung

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut membiayai Proyek Jalan Tol Ruas Manado-Bitung, Sulawesi Utara, dengan memberikan tambahan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dana talangan tanah…