Kemenperin: Riset Komponen Pacu Industri Otomotif Bersaing Secara Global

Oleh : Ridwan | Rabu, 06 September 2017 - 17:57 WIB

IKM Komponen Otomotif (Ist)
IKM Komponen Otomotif (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian kembali menjalin kerja sama antara beberapa unit litbangnya dengan produsen komponen otomotif PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA). Langlah ini dalam upaya meningkatkan kegiatan riset komponen lokal guna memenuhi industri otomotif agar dapat bersaing secara global.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kemenperin, Lintong Sopandi Hutahean mengatakan, hasil penelitian dan pengembangan dapat menjawab segala peluang dan tantangan di sektor industri saat ini. Untuk itu, pemerintah berharap investasi baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengalir serta menghasilkan berbagai inovasi.

"Berbagai jenis produk seperti nonwoven, plastik, metal, interior dan printing yang menjadi fokus bisnis RMA dapat lebih dikembangkan lagi dengan kerja sama R&D dan pengembangan material dan desain. Sejauh ini sinergi antara Litbang dengan RMA sudah bisa dikomersialisasi, sehingga kerja sama ini perlu diperluas," ungkap Lintong di Jakarta (6/9/2017).

Ia menambahkan, pada tahun 2016, PT RMA telah bersinergi di bidang litbang dan komersialisasinya dengan tiga Balai Besar Kemenperin, yaitu Balai Besar Bahan dan barang Teknik (B4T), Balai Besar Tekstil (BBT), dan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI).

"Riset yang dikerjasamakan antara PT RMA dengan B4T adalah implementasi cover baterai accu untuk kendaraan roda empat. Cover ini berfungsi untuk melindungi aki dari pengaruh panas baik itu yang ditimbulkan oleh mesin maupun lingkungan," terangnya.

Sementara itu, dengan BBT, PT RMA bekerja sama dalam pengembangan prototipe panel pengendali kebisingan suara (noise pollution) dari serat alam. "Sedangkan, kerja sama antara PT RMA dengan BBTPPI, yang dilakukan adalah membuat inovasi produksi membran selulosa asetat dari tekstil spinning," tutur Lintong.

Menilik kesuksesan beberapa kerja sama tersebut, tahun ini BPPI Kemenperin dan PT RMA berencana memperluas kerja sama dengan lima unit Balai Besar, yaitu Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) terkait penelitian dan pengembangan material flame retardant, anti fungi, painting dan transport packaging.

Kemudian, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) terkait pengembangan material composite berbasis serat, Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) terkait teknologi machine stamping, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) terkait interior otomotif berbasiskan budaya lokal Indonesia, serta Balai Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) terkait material berbasis karet dan plastik.

“Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan lima MoU baru pada Forum Inovasi dan Intermediasi Litbang Industri yang diselenggarakan pada tanggal 4 September 2017,” ujar Lintong.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, produk Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan daya saing sehingga mampu berdaya saing dengan produk impor.

Capaian ini merupakan hasil nyata dari pelaksanaan riset dan pengembangan yang dijalankan oleh industri nasional dalam menghasilkan inovasi produk. "Peningkatan daya saing dan produktivitas bangsa itu merupakan bagian dari Nawacita pemerintahan Jokowi-JK. Makanya, upaya peningkatan daya saing dan produktivitas menjadi penting," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Charles Honoris.Komisi I DPR (Foto Ist)

Sabtu, 18 November 2017 - 17:17 WIB

DPR Apresiasi Sinergi TNI-Polri Bebaskan Sandera di Papua

Sinergi TNI-Polri membebaskan sandera dari kelompok bersenjata di Papua patut diapresiasi, karena menunjukkan bentuk kerja sama kelas satu yang telah menyelamatkan nyawa ratusan anak bangsa,…

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar

Sabtu, 18 November 2017 - 17:08 WIB

Kapolda Papua-Pangdam Cendrawasih Nyaris Tertembak

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar dan Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dilaporkan nyaris tertembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata…

Ngerokok Cuma Bakar Uang (Foto Investor.co.id)

Sabtu, 18 November 2017 - 15:40 WIB

Waspada, Candu Nikotin di Bawah Heroin-Kokain

Psikiater Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta dr Adhi Wibowo Nurhidayat SpKJ(K) MPH mengatakan candu nikotin sangat berbahaya dan berada pada peringkat tiga setelah heroin dan kokain.

PT Astra International Tbk (ASII)

Sabtu, 18 November 2017 - 15:32 WIB

Astra International Lakukan Pengobatan Gratis di Makassar

Puncak peringatan HUT Ke-60 PT Astra International Tbk yang dirangkaikan dengan Festival Kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai kegiatan pengobatan gratis di atas kapal "Doctor share".

Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) (Foto Ist)

Sabtu, 18 November 2017 - 15:28 WIB

RSCM Luncurkan Layanan Pemeriksaan Retinopati Keliling

Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan pelayanan pemeriksaan retinopati untuk bayi prematur guna mencegah kebutaan yang akan bergerak secara keliling menyokong fasilitas rumah…