Uber Indonesia Siap Luncurkan UberEntrepreneur

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 05 September 2017 - 19:28 WIB

John Colombo, Head of Public Policy & Government Affairs Uber Indonesia, usai melakukan audiensi ke Menkop dan UKM Puspayoga, di Jakarta, Selasa (5/9).
John Colombo, Head of Public Policy & Government Affairs Uber Indonesia, usai melakukan audiensi ke Menkop dan UKM Puspayoga, di Jakarta, Selasa (5/9).

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Guna memberikan dukungan bagi pengusaha UKM yang menjadi mitra pengemudi, Uber Indonesia pada Oktober 2017 akan meluncurkan inisiatif bernama UberENTREPRENEUR.

"Ini karena mitra pengemudi Uber, sebagian juga memiliki usaha sendiri, apakah itu pedagang, pemusik, peternak atau lainnya. Intinya kita ingin mendukung jiwa entrepreneurship bagi mitra pengemudi Uber," ujar John Colombo, Head of Public Policy & Government Affairs Uber Indonesia, usai melakukan audiensi ke Menkop dan UKM Puspayoga, di Jakarta, Selasa (5/9).

Dalam audiensi itu, Menkop dan UKM Puspayoga didampingi Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram dan Deputi Bidang Pengembangan SDM, Prakoso B.S.

John mengatakan, selain memperkenalkan inisiatif itu, pihaknya sekaligus meminta bantuan ke Kemenkop dan UKM untuk memberikan pelatihan SDM, perkoperasian,  maupun akses pembiayaan, kepada mitra pengemudi yang memiliki wirausaha sendiri itu.

Dari hasil survei menunjukkan, banyak mitra pengemudi yang merupakan wirausaha," kata John.

Hal itu bisa disimpulkan dari survei yang menunjukkan 46 persen mitra pengemudi bergabung dengan Uber karena fleksibilitas untuk  menentukan waktu mengemudi.

Selain itu, 61 persen mitra pengemudi menggunakan Uber kurang dari 10 jam perminggu. "Tidak mengherankan jika sebagian para mitra pengemudi Uber adalah pemilik usaha yang menggunakan aplikasi Uber sebagai cara fleksibel memperoleh pendapatan tambahan sambil mereka membangun usaha mereka," katanya.

Karenanya, lanjut John, pihaknya merasa senang dengan mengumumkan kehadiran UberENTREPRENEUR di Indonesia, sebuah inisiatif untuk mengapresiasi, mendukung dan menghubungkan para pemilik UMKM yang juga mitra pengemudi Uber.

"Selain dengan Kemenkop dan UKM, kami akan bermitra dengan  sejumlah organisasi untuk menghadirkan berbagai acara dan informasi  dalam mendukung mereka yang menjadi bos bagi diri sendiri dengan mengemudi bersama Uber dan menjalani usaha mereka," tambahnya.

Fitur Unik

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Uber Indonesia telah membuat fitur unik berupa icon bola lampu disamping foto mitra pengemudi untuk menginformasikan bahwa mitra anda adalah seorang UberEntrepreneur.

"Anda bisa ngobrol dengan mitra tersebut tentang usaha yang dijalani saat tidak mengemudi bersama Uber," kata John.

Jika dalam perjalanan Uber, anda bertemu dengan mitra  pengemudi yang juga seorang pemilik usaha selain ng-Uber, informasikan ke Uber Indonesia dengan mengisi formulir di link t.uber.com/uberentrepreneurid, dan Uber akan menghubungi mereka lebih lanjut.

"Sebagai kontraprestasi, maka 10 penumpang dengan rekomendasi terbanyak bisa mendapatkan Uber Credit senilai Rp 200.000 per pemenang," tambahnya.

Bisa Bersinergi

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Prakoso B.S., menyambut baik upaya Uber Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan kuanitas entrepreneur di kalangan mitra pengemudi Uber.

" Ini bisa menjadi sinergi antara swasta dengan pemerintah dalam hal ini Kemenkop dan UKM, untuk menunbuhkembangkan wirausaha," katanya.

Menurut Prakoso, Uber sudah memiliki SDM entrepreneur yang nantinya akan dimantapkan dengan pelatihan vocational agar semakin profesional.

Selain itu Kemenkop dan UKM juga memberikan materi pelatihan perkoperasian bagi mitra pengemudi yang seluruhnya juga sudah tergabung dalam koperasi Uber Indonesia.

Mereka juga akan diberi materi soal permodalan maupun bagaimana bisa mengakses pembiayaan usaha, serta berbagai regulasi terkait dengan entrepreneur/kewirausahaan maupun perkoperasian.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (kedua dari kiri), President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon (kedua dari kanan), Managing Director (ASEAN) Cisco Systems Dharmesh Malhotra (paling kanan) dan Vice President Enterprise Bu

Senin, 21 Mei 2018 - 22:42 WIB

Telkom dan Cisco Mendukung Transformasi Digital BUMN

INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Cisco International Limited (Cisco) sepakat untuk mendukung transformasi digital BUMN. Kesepakatan dua perusahaan tersebut…

Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (Foto Dok Industry.c.id)

Senin, 21 Mei 2018 - 21:46 WIB

Morgan Stanley Dikhawatirkan Bakal Turunkan Bobot Investasi Indonesia

Setelah mendepak beberapa saham Indonesia yang terdapat di MSCI Small Cap Indeks beberapa waktu lalu, Morgan Stanley kini mulai memasukkan 302 saham baru yang diambil dari indeks bursa saham…

PTAIA Financial (AIA),salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan Gratis.

Senin, 21 Mei 2018 - 21:28 WIB

AIA Berikan Asuransi Jiwa Cuma-Cuma untuk Para Pemudik

PT AIA Financial, salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia,memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan…

Kris Wijoyo Soepandji berikan orasi GETANKAS: Geopolitik, Ketahanan Nasional, dan Kemerdekaan Sejati (Foto: Jababeka)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:39 WIB

Paham Geopolitik Dibutuhkan untuk Samakan Persepsi Bangsa

Pengajar Dasar-Dasar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kris Wijoyo Soepandji, mengatakan bahwa dunia saat ini memasuki perang generasi keempat. Perang generasi keempat…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:28 WIB

Penjualan Tunas Baru Lampung Ditargetkan Tumbuh 10-15% pada 2018

Penjualan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) ditargetkan antara Rp9,87-10,31 triliun pada 2018, atau diharapkan tumbuh antara 10-15% dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2017…