Unik, Origami Ini Bisa dimakan, Loh!

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 05 September 2017 - 11:30 WIB

Origami Bentuk Makanan (Foto:@key_daisuki/Twitter)
Origami Bentuk Makanan (Foto:@key_daisuki/Twitter)

INDUSTRY.co.id, Jepang - Jika biasanya kita membuat kerajinan tangan seperti origami, kita hanya membutuhkan kertas warna-warni untuk membuat bentuk sesuka hati. Namun kali ini, origami dihadirkan dalam bentuk teknologi.

Biasanya kerajinan tangan seperti origami hanya membutuhkan kertas warna-warni dan keterampilan, kini origami bisa dibentuk makanan. Kesenian tradisional Jepang ini, pada dasarnya hanya melipat kertas, namun, siapa sangka kerajianan ini berguna juga untuk makanan.

Dikutip dari rocketnews24, Selasa (5/9/2017), pengguna sosial media Twitter asal Jepang @key_daisuki dan ayahnya sama-sama ingin membuat sesatu untuk dimakan, lalu, Ayahnya memutuskan untuk membuat shumai (kue ala Cina) untuk makan malam. Tetapi, siapa disangka, Ayah dari pemilik akun tersebut memiliki sisa kulit pangsit dari pembuatan kue tersebut.

Dengan terampilnya, Ayahnya lalu membuat origami yang dapat dimakan dari sisa kulit pangsit tersebut. Bagaimanapun, selembar kulit pangsit tidak terlalu berbeda dari selembar kertas. Begitu dia melipat, lalu menggorengnya sampai garing, hingga menyajikannya sebagai makanan ringan dan menurut anaknya sangat lezat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MyRepublic gelar kompetisi antar sekolah dengan tema Dunia Dalam Genggamanku. Kompetisi digelar di 6 kota besar yaitu Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Malang, Palembang, dan Medan mulai tanggal 5 Maret 2018 26 Maret 2018

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:34 WIB

Begini Startegi MyRepublic Kejar 500 Ribu Jaringan Baru

INDUSTRY.co.id, Jakarta -MyRepublic, perusahaan penyedia layanan internet cepat dan hiburan tanpa batas tahun ini menargetkan 500.000 jaringan baru, salah satunya ialah melalui kerjasama dengan…

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…