Kinerja Industri Mamin Dua Kali Lipat Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Ridwan | Jumat, 23 Desember 2016 - 08:25 WIB

Ilustrasi industri mamin. (Foto: IST)
Ilustrasi industri mamin. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Industri makanan dan minuman nasional mampu menunjukkan kinerja positif dengan tumbuh mencapai 9,82 persen atau sebesar Rp192,69 triliun pada triwulan III 2016. Dengan capaian tersebut, sektor prioritas ini menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas yang mencapai 4,71 persen.  

"Pada triwulan III tahun 2016, kinerja industri makanan dan minuman hampir dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi" ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, saat meninjau pabrik PT Garuda Food di Gresik.

Menurut Airlangga, laju pertumbuhan industri ini, terutama didorong kecenderungan masyarakat khususnya kelas menengah ke atas yang mengutamakan konsumsi produk-produk makanan dan minuman yang higienis dan alami.  

Sementara itu, sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-September 2016 mencapai USD17,86 miliar. Capaian ini membuat neraca perdagangan masih positif bila dibandingkan dengan nilai impornya pada periode yang sama sebesar USD6,81 miliar. Sedangkan, dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri makanan dan minuman, sampai dengan triwulan II tahun 2016 sebesar Rp24 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar USD1,6 miliar.  

Pada kesempatan yang sama, CEO GarudaFood Group Hardianto Atmadja mengatakan, "perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen pada tahun 2017 melalui produk-produk yang diunggulkan antara lain di kategori biskuit, confectionery, snack, dairy, dan beverage baik di pasar domestik maupun ekspor".

"Pabrik biskuit kami ini menyerap tenaga kerja sebanyak 3.353 orang serta menggunakan 93 persen bahan baku lokal. Investasi Group sendiri pada tahun ini sebesar Rp2 triliun untuk menunjang komitmen kami agar terus berupaya menghasilkan produk terbaik dan berkualitas bagi pelanggan" ujar Hardianto. (iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)