Salim Group Akuisisi Saham Aetra dari Recapital Senilai Rp1,24 Triliun

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 02 September 2017 - 11:21 WIB

Ilustrasi sistem penyediaan air minum (SPAM)
Ilustrasi sistem penyediaan air minum (SPAM)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Salim Group melalui PT Moya Indonesia Ptl Ltd, mengakuisisi 100% saham PT Acuatico Pte Ltd pemilik saham terbesar PT Aetra Air Jakarta dari tangan Recapital Advisor dengan nilai transaksi US$ 92,87 juta, setara Rp 1,24 triliun.

Dengan di Akuisisi tersebut Salim Group resmi menjadi pemilik baru PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang serta PT Aetra Air Indonesia, menggantikan Recapital, perusahaan yang dimiliki oleh Sandiaga Uno dan Rosan P. Roslani.

Dalam pengumuman akuisisi di bursa efek Singapura, 23 Agustus 2017, Moya menyebut aksi korporasi selesai pada 11 Juni 2017 lalu.

"Moya Holding Asia, per 8 Juni, melalui Moya Indonesia Holdings Pte. Ltd mengakuisisi Acuatico Group senilai US$ 92,87 juta," tulis Moya Holdings Asia Ltd, induk Moya Indonesia.

Selain akuisisi, dalam dokumen yang sama, Salim yang menjadi pengendali Moya sejak 2015 ini juga membayar utang Aquatico US$ 152,31 juta, setara Rp 2,1 triliun.

Pasca akuisisi, Moya akan mengendalikan Aetra dalam pengelolaan air bersih di Jakarta hingga 1 Februari 2023 untuk 440.000 pelanggan. Adapun, untuk wilayah Tangerang melayani 360.000 pelanggan dengan masa kontrak habis 2 Oktober 2034.

Direktur Utama PAM JAYA Erlan Hidayat mengaku sudah mendengar perubahan kepemilikan Aetra. Namun belum ada keterangan resmi dari Aetra. "Kalau bener pun tidak berpengaruh karena Aetra deliver ke PAM Jaya," ujarnya, Rabu (30/8/2017).

Menurutna, Aetra Air Jakarta selama ini menangani pekerjaan dari hulu hingga hilir air di Ibukota. Jika masa kontrak habis, PAM Jaya akan mengubah kontrak. Pasalnya, Menurut PP No 122/2015, hulu dan hilir harus ditangani BUMN, BUMD, atau PDAM. Tengah-tengah Palyja dan Aetra. "Kami masih bujuk Aetra ke arah situ," ujar Erlan.

Erlan mengatakan, dalam kontrak bisnis air ke depan, ada empat poin penting yang harus disepakati yakni PAM Jaya dan regulator harus hidup, Pemprov DKI harus mendapatkan uang hasil usaha swasta terakir Aetra Air Jakarta harus seluruh utang ke PAM Jaya. (tan)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi- Dirut BNI Achmad Baiquni (Foto Rizki Meirino)

Minggu, 21 Januari 2018 - 22:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan 3.500 Sertifikat untuk Warga Lampung

Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 3.500 sertifikat hak tanah kepada warga Provinsi Lampung di GOR Way Handak, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (21/1/2018)

Jamkrindo

Minggu, 21 Januari 2018 - 22:00 WIB

Jamkrindo Jamin Kafalah Pembiayaan LPDB-KUMKM

Surabaya- Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM)…

Kegiatan bisnis TIENS

Minggu, 21 Januari 2018 - 21:22 WIB

TIENS Pacu Distributor Tingkatkan Penjualan Dengan Berbagai Reward

Jakarta-Tiens Indonesia menitik beratkan bisnis degan menyasar anak muda, sebab generasi ini memiliki banyak kelebihan seperti perkembangan teknologi yang akan mempercepat penyebaran bisnis…

Presiden Jokowi (Foto Biro Setpres)

Minggu, 21 Januari 2018 - 21:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Lampung Selatan

Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Minggu (21/1/2018).

Presiden Jokowi dan Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Januari 2018 - 19:47 WIB

Ini Kegiatan Presiden Jokowi di Sumatera Selatan

- Presiden Joko Widodo dan rombongan tiba di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu sore, (21/1/2018) setelah melakukan kunjungan kerja di wilayah Provinsi Lampung.