Presiden Jokowi Apresiasi BUMR Pangan Sukabumi Terapkan Inovasi

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 02 September 2017 - 06:39 WIB

Petani Padi (Ilustrasi)
Petani Padi (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Sukabumi- Presiden Joko Widodo mengapresiasi usaha yang dirintis oleh Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan, Koperasi Arrahmah, di Desa Pasirhalang, Kabupaten Sukabumi yang mengelola produksi beras dengan mengaplikasikan teknologi.

"Dalam skala yang besar ada 'economic skill' dikerjakan dengan cara-cara modern. Di'packaging' seperti ini kemasannya. Sangat modern, sangat menarik. Bisa masuk langsung ke retail," kata Jokowi saat meninjau Koperasi Arrahmah, di Sukabumi pada Jumat (1/9/2017)

Menurut Presiden, proses bisnis yang dilakukan oleh Koperasi Arrahmah adalah mengajak petani di masyarakat secara berkelompok ke dalam skala industri.

Selain mengkorporasikan petani, koperasi Arrahmah juga mengaplikasikan teknologi dalam proses produksi berasnya.

Usaha tersebut memanfaatkan quadcopter nirawak untuk memeriksa keadaan tanaman padi dan juga aplikasi digital dalam perawatan tanaman.

"Kalau di Sukabumi bisa, kenapa di daerah lain enggak bisa," ujar Jokowi terkait pengaplikasian proses bisnis yang direncanakan diujicoba di daerah lain.

Total biaya yang dibutuhkan untuk membangun proses bisnis pengolahan beras seperti Koperasi Arrahmah di Sukabumi membutuhkan sekitar Rp48 miliar untuk lahan padi seluas 1.000 hektare.

Presiden menjelaskan pemerintah akan mengkaji cara pembiayaan bagi penerapan proses bisnis seperti Koperasi Arrahmah di daerah lain.

Kepala Negara berencana membahasnya bersama Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta perbankan dan Ketua Koperasi Arrahmah Luwarso di istana kepresidenan dalam waktu dekat.

"Ini adalah sebuah pengkorporasian petani, ya ini. Contoh yang sudah konkret dan sudah saya lihat sejak awal sampai akhir, ini yang saya cari," kata Jokowi seperti dilansir Humas Setkab.

Koperasi Arrahmah melakukan proses pengolahan beras dari hulu di tingkat petani hingga ke hilir saat proses penjualan.

Koperasi pada awalnya menyediakan pendampingan dan pengkajian pinjaman modal bagi petani serta berkoordinasi dalam proses penanaman padi, hingga kepada proses panen dengan cara yang modern.

Setelah padi diproses menjadi beras dan dikemas dengan apik, kemudian petani bisa mendapatkan pendapatan dari bagi hasil penjualan.

Selain mendistribusikan beras langsung kepada toko retail, distribusi juga dilakukan menggunakan sistem digital dan daring langsung kepada pelanggan.

Beras premium pulen label merah ukuran 5 kilogram dijual dengan harga Rp79.800 sementara beras medium pulen label biru kemasan 25 kilogram dijual seharga Rp275.000.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menghibur para pengungsi Erupsi Gunung Agung di Lapangan Desa Ulakan, Kabupaten Karangasem, Selasa (26/9) sore. (Foto: Humas/Jay

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Gunung Agung Bali Gempa Vulkanik 25.000 Kali

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat total gempa vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, sejak level waspada hingga level IV Awas saat ini sudah mencapai…

B. Braun Berikan Penyuluhan Kesehatan di Desa Kalihurip (Foto Ridwan)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:33 WIB

B. Braun Berikan Penyuluhan Kesehatan di Karawang

B. Braun terus lanjutkan komitmennya untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dunia.

Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya KEK Pariwisata Mandalika, di Pantai Kuta NTB (20/10) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:18 WIB

Pemerintahan Presiden Jokowi-JK Berhasil Bangun Industri Pariwisata

Selama tiga tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah berhasil membangun industri pariwisata.

PT. PHE-WMO Salurkan Dana SHOUM Rp 157.400.000 Via BAZNAS (Foto Ist)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:48 WIB

PT. PHE-WMO Salurkan Dana SHOUM Rp 157.400.000 Via BAZNAS

PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membantu pembangunan sejumlah rumah ibadah, pengadaan sumber air bersih berupa pompa…

Dewi Hendrati selaku GM Marketing Communication Medina (Foto Nina)

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Medina Meluncurkan Houseware Halal Pertama di Indonesia

lndonesia International Halal Expo (INHALEC) 2017 merupakan event internasional yang mengekspos dan membahas 10 sektor industri halal diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC)…