Pembangunan KEK Jadi Program Unggulan dan Prioritas KalimantanUtara

Oleh : Herry Barus | Jumat, 23 Desember 2016 - 04:54 WIB

Tiongkok Bidik Indonesia Sebagai Prioritas Investasi Kawasan Industri
Tiongkok Bidik Indonesia Sebagai Prioritas Investasi Kawasan Industri

INDUSTRY.co.id - Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie mengharapkan dukungan Wakil Presiden, Yusuf Kalla soal rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Provinsi Kaltara.

"Masalah akselerasi KEK di Kaltara akan dibahas di Kementerian Perindustrian makanya mengharapkan peran Wapres Yusuf Kalla untuk membantu realisasinya," kata Gubernur Kaltara melalui keterangan pers yang disampaikan Humas Pemprov Kaltara kepada Antara di Nunukan, Kamis (22/12)

Ia juga mengharapkan, Yusuf Kalla bersedia mengunjungi provinsi ke-34 tersebut untuk melihat langsung kondisi atau potret wilayah perbatasan yang masih banyak ketertinggalan.

Pembangunan KEK menjadi program unggulan dan prioritas Pemprov Kaltara maka perlu adanya kerjasama dan dukungan pemerintah pusat agar berjalan dengan baik dan lancar.

Pemerintah pusat telah menetapkan tujuh KEK baru yang semuanya dibangun di luar Pulau Jawa yaitu akan dibangun di Sorong (Papua), Merauke, Maluku, Sulsel, NTT, Kaltara dan Kalbar.

Sekaitan dengan rencana pembangunan KEK di Kaltara, pemerintah pusat telah meminta pemprov di daerah itu untuk segera menyediakan legalitas lahan yang akan digunakan agar tidak ada permasalahan yang dapat menghambat proses pembangunannya.

Pembangunan KEK di provinsi itu diwacanakan berada dalam lokasi Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan.

Irianto Lambrie menegaskan, segala persiapan yang dibutuhkan akan dirampungkan akhir Desember 2016 terutama legalitas lahan dimana pemkab Bulungan telah menghibahkan lahan sekitar 300 hektar termasuk studi kelayakannya.(Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI dukung gerakan tanam di daerah

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:36 WIB

BNI dan Kementan Kini Garap Bumi Borneo

Barito Kuala - Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperluas cakupan Program Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018 - Maret 2019…

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:17 WIB

Didukung Sumber Daya Alam dan Permintaan Domestik, Sektor Mamin Miliki Potensi Pertumbuhan Besar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan…

BRIsyariah berpartisipasi di ISEF

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:16 WIB

BRI Syariah Dorong Perekonomian Melalui Indonesia Sharia Economic Festival 2018

Surabaya - PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah sebagai bank syariah ritel modern kembali hadir dan berpartisipasi di acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) untuk yang kelima kalinya.…

Direktur Utama BAV Muhamad Siddik Heruwibowo (Foto Dok Bahana)

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:13 WIB

Bahana Targetkan Penyaluran Dana Program Kemitraan Rp 100 Miliar

Demi meningkatkan akses pelaku usaha menengah kecil dan mikro kepada pembiayaan, PT Bahana Artha Ventura (BAV) terus berupa memperluas jaringan kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam acara penghargaan Industri Hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:40 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp1,8 Triliun dan Air Mencapai Rp 27 Miliar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, hasil assessement penghargaan industri hijau tahun 2018, diperoleh penghematan energi sesebesar Rp 1,8 miliar dan air sebesar Rp 27 miliar.