CEO ICDX: Tanpa Futures Indonesia Tak Mampu Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Oleh : Hariyanto | Rabu, 30 Agustus 2017 - 15:19 WIB

CEO ICDX Lamon Rutten (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
CEO ICDX Lamon Rutten (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Nusadua - Pasar futures timah semakin semarak dengan adanya investor, tidak hanya pelaku usaha murni. Investor bisa mengambil posisi jual atau beli dan membuat bursa lebih likuid.

Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti) Bahrul Chairi mengatakan, membentuk pasar futures membutuhkan sosialisasi dan sinergi antar pemangku kepentingan industri perdagangan berjangka komoditas(PBK). Diharapkan produk futures timah dapat meluncur akhir 2017.

CEO ICDX Lamon Rutten mengatakan, keberadaan produk futures merupakan langkah penting agar bursa di Indonesia menjadi acuan harga timah global. Pasalnya pelaku usaha bisa membeli sesuai harga dalam 3-6 bulan mendatang.

Saat ini, pelaku usaha hanya bisa menggunakan pasar spot dan sulit memprediksi harga timah ke depan. Karena itu, mereka lebih memilih bertransaksi di LME yang menyediakan produk futures.

"Tanpa futures (timah), Indonesia tidak akan mampu menjadi acuan harga timah dunia," ujar Lamon Rutten dalam acara Indonesia Tin Conferences & Exhibition (ITCE) 2017 di Nusa Dua, Bali, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) timah juga penting, agar produk di dalamnya imun dan sudah dianggap sebagai barang ekspor. Pasalnya, selama ini penjualan timah ke luar negeri hanya boleh dilakukan oleh perusahaan produsen.

"Dengan adanya PLB timah, setiap orang bisa beli dari PLB dan menjualnya kembali. Setelah timah dari smelter parkir di PLB nanti [timah] di sana bisa digunakan untuk kontrak futures," tuturnya.

Lamon menambahkan, dalam waktu dekat PLB timah sudah siap beroperasi. Namun, peluncuran produk futures memerlukan waktu yang lebih panjang karena kebutuhan sosialisasi kepada pelaku usaha, terutama pialang berjangka.

Dia berharap transaksi kontrak futures timah ICDX nantinya dapat berlangsung ramai, karena sudah adanya sejumlah permintaan dari pelaku usaha domestik. Artinya, mereka yang terbiasa bertransaksi SPA di bursa luar negeri dapat menarik dananya untuk diperdagangkan di dalam bursa lokal.

"Kuncinya sosialisasi agar pelaku usaha mengerti soal futures timah. Daripada cepat-cepat meluncurkan, lebih baik kita persiapkan produksi ini sebaik mungkin bersama Bappebti," ungkapnya.

Presiden Direktur ILB Hendry Chandra menyampaikan, PLB timah berkapasitas 10.000 ton bisa dioperasikan pada November 2017 di di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Dengan adanya produk futures, penyerahan produk dari PLB bisa berupa fisik timah ataupun cash settle bagi investor.

"Kita siapkan perangkatnya untuk pembeli fisik, ataupun investor. Biasanya pasar futures hanya mencairkan 2%-3% produk dalam bentuk fisik," paparnya.

Bila kondisi tersebut teralisasi, harga timah dipercaya semakin membaik, meskipun produknya masih berada di PLB Indonesia. Pasalnya, kontrak futures bisa kembali ditransaksikan berulang-ulang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.