Proteksi Pembatasan Impor Sudah Tidak Bisa Lagi Dilakukan

Oleh : Ridwan | Selasa, 29 Agustus 2017 - 16:24 WIB

I Gusti Putu Suryawirawan - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
I Gusti Putu Suryawirawan - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kebijakan industri Orde Baru (Orba) ditandai dengan sejumlah proteksi terhadap pengusaha dalam negeri, termasuk di sektor otomotif. Namun, saat ini kebijakan proteksionis tersebut tidak bisa lagi dilakukan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, proteksi seperti pembatasan impor sudah tidak bisa lagi dilakukan. Kesempatan yang sama harus diberikan kepada siapa pun.

"Kalau dulu pakai regulasi yang sifatnya proteksi. Zaman Suharto masih bisa. Tapi sekarang sudah tidak mungkin diikuti. Bisa dituntut setengah mati kalau buat regulasi tidak transparan," ungkap Putu dalam acara diskusi yang bertajuk "Seabad Industri Otomotif Indonesia" yang digelar Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) di Jakarta, Selasa (28/8/2017).

Ia menambahkan, Yang dapat dilakukan saat ini adalah bagaimana industri lokal mampu bersaing dengan pasar internasional. Sementara untuk menciptakan rantai industri lokal yang kuat, butuh volume permintaan yang besar.

"Karena itu, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, menyiapkan strategi lain agar volume terpenuhi," terangnya.

Salah satu strategi yang dilakukan Kemenperin adalah proyek mobil murah ramah lingkungan (LCGC) yang digalakkan sejak 2013. Regulasi dalam LCGC memang "memaksa" bertumbuhnya industri lokal.

Misalnya, di sana dijelaskan bahwa LCGC harus dibangun dari 80 persen komponen lokal dalam jangka waktu lima tahun. "Jadi sebagai pemerintah kami memfasilitasi tumbuhnya industri yang sehat," imbuh Putu.

Selain itu, Putu juga menegaskan kalau mereka sama sekali tidak menganakemaskan merek-merek tertentu saja. Meski memang untuk saat ini industri otomotif Jepanglah yang paling berkuasa dengan pangsa pasar lebih dari 50 persen.

"Orang juga curiga bahwa hanya merek tertentu saja yang bisa masuk sini. Padahal tidak. Masalahnya adalah mereka bisa berkompetisi apa tidak. Nanti malah minta proteksi lagi, bunga rendah lagi, sudah tidak bisa seperti itu," pungkas Putu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (Foto: Dok. INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:55 WIB

RI-Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Sektor Industri di Bidang Pendidikan Vokasi

Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan kerja sama di bidang investasi dan pendidikan vokasi, khususnya untuk sektor industri.

BLACKPINK, BTS, EXO danTWICE saat memenangkan penghargaan di 7th Gaon Chart Music Awards, Seoul (14/2). (Dok Soompi)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:33 WIB

IU, BTS dan Deretan Idol Pemenang '7th Gaon Chart Music Awards', Selamat!

Acara penghargaan musik tahunan yang diadakan di Korea Selatan, Gaon Chart Music Awards 2018 sukses digelar pada Rabu (14/2) kemarin, di Jamsil Indoor Gymnasium, Seoul. Acara yang dibawakan…

Presdir PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan, Direktur Keuangan Benny Pidakso dan Direktur Independen Arief Subyandono usai Public Expose PT PP Presisi Tbk (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

Mengintip Target Jumbo Kinerja PT PP Presisi Tbk Tahun 2018

PT PP Presisi Tbk salah satu perusahaan yang mematok target kinerja menterang tahun ini. Dalam waktu dekat, anak usaha PT PP (Persero) Tbk itu juga akan mengakuisisi dua perusahaan senilai Rp…

Presdir PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan, Direktur Keuangan Benny Pidakso dan Direktur Independen Arief Subyandono usai Public Expose PT PP Presisi Tbk (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:02 WIB

Pengembangan Bisnis, Tahun ini PT PP Presisi Tbk Siap Akuisisi Perusahaan Asal Jepang

Dalam mendukung rencana pengembangan bisnis, tahun ini PT PP Presisi Tbk ( PPRE) menyiapkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp 1,5 triliun Rp 1,6 triliun. Direktur Utama PT PP Presisi Tbk,…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (Foto: Dok. INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:40 WIB

Selain KIK, Menperin Tawarkan Tiga Kawasan Industri Ini Dihadapan Menlu Singapura

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto terus mendorong Singapura agar dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia, yang konsepnya terintegrasi…