Sepanjang Tahun 2017, Ricky Putra Globalindo Targetkan Pertumbuhan Kinerja Hingga 10 Persen

Oleh : Hariyanto | Kamis, 24 Agustus 2017 - 12:57 WIB

PT Ricky Putra Globalindo Tbk (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
PT Ricky Putra Globalindo Tbk (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) memastikan pertumbuhan bisnis tidak akan agresif hingga akhir tahun. Sepanjang tahun 2017, RICY menargetkan pertumbuhan kinerja hingga mencapai 10%.

"Kami menargetkan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini kurang lebih 5% hingga 10%. Segala macam usaha sudah dicoba, distribusi dibuat kencang, anak-anak usaha sudah didorong untuk cepat jual barang, tapi hasilnya memang hanya segitu," kata Direktur PT Ricky Putra Globalindo Tbk, Tirta Heru Citta kepada pers di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Proyeksi kinerja Ricky Putra hingga akhir tahun tersebut juga mempertimbangkan kinerja semester I 2017. Pada periode tersebut, mereka mencetak penjualan neto masih tumbuh 34,69% menjadi Rp741,59 miliar.

Hanya saja, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih cuma tumbuh 5,83% menjadi Rp6,54 miliar.Rendahnya laba bersih tersebut disebabkan penjualan masih berjalan stabil.

Kondisi pasar ritel yang masih sulit menyebabkan produsen ini menurunkan harga dengan memberikan diskon yang besar. Sehingga, berpengaruh pada hasil laba

"Kinerja perusahaan ini sedikit terbantu dengan pasar ekspor yang masih stabil. Kontribusi pasar luar negeri sebesar 35%, setidaknya dapat meraih profit walaupun sedikit, sementara kuantitas tetap terjaga dan kami melakukan ekspor sebesar 99% ke Jepang," papar Tirta.

Tirta mengungkapkan, hingga akhir tahun nanti pihaknya tidak akan terlalu memasang target tinggi. Pencapaian pada semester I tahun ini telah mencerminkan kondisi perusahaan saat ini. "Kurang lebih pertumbuhan masih di angka 5% hingga 10%, yang penting tidak slip," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BKPM

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:50 WIB

BKPM Fokus Tingkatkan Koordinasi Pusat-Daerah Dukung OSS

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan fokus untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi antara pusat dan daerah dalam implementasi sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik…

Pengerjaan Proyek Infrastruktur (foto: Humas)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:46 WIB

Waketum Kadin: Sektor Konstruksi Merupakan Bisnis Yang Paling Menarik

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa menyatakan bahwa sektor konstruksi sekarang merupakan bisnis yang paling menarik karena pemerintah gencar membangun infrastruktur.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:42 WIB

Akhir Pekan IHSG Bakalan Tertekan

Diperkirakan IHSG akan bergerak kembali cenderung tertekan diakhir pekan dengan rentan support resistance 5814-5900. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnya INDY, LPPF, TKIM, AALI,…

Densus 88 (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:37 WIB

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Bandung

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di kawasan Mekar Wangi, Kota Bandung, Jawa Barat karena dihuni oleh seorang terduga teroris.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:35 WIB

BKPM Minta Tambahan Anggaran untuk OSS

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar per tahun untuk operasional sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS).