Harmonisasi Regulasi Diperlukan Guna Menjamin Kepastian Industri Logam Nasional

Oleh : Ridwan | Rabu, 23 Agustus 2017 - 18:46 WIB

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi (Foto Ridwan)
Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi (Foto Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi mengatakan, perlu adanya perbaikan-perbaikan dan harmonisasi regulasi untuk menjamin kepastian produksi terhadap industri logam nasional agar kinerjanya semakin tumbuh dan berkembang.

Seperti diketahui, pada tahun 2016, pertumbuhan industri logam mencapai 7,5 persen atau meningkat dari tahun 2015 sebesar 6,48 persen.  

Menurut Doddy, tantangan yang tengah dihadapi sektor ini, misalnya dari aspek energi dengan masih tingginya harga listrik dan gas bagi industri baja.

"Adanya kenaikan harga listrik 1 sen per kWh, ongkos produksi baja dapat membengkak mencapai USD 8 per ton," ungkap Doddy di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Ia menambahkan, Kemenperin pun telah mengusulkan untuk harga gas kebutuhan produksi baja semestinya berada di kisaran USD3-4 per mmbtu. "Saat ini harga gas bagi industri baja masih sebesar USD 6,3 per mmbtu," terangnya.

Dalam upaya mendukung daya saing industri logam nasional, lanjut Doddy, aspek teknologi juga diperlukan dengan merevitalisasi permesinan sehingga produksi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. "Bahkan, Kemenperin telah memfasilitasi investor dalam memperoleh insentif seperti tax allowance dan pembebasan bea masuk untuk barang modal," jelasnya.  

Di samping itu, sebagai salah satu wujud dukungan nyata Kemenperin dalam membina industri logam nasional adalah melalui fasilitasi kegiatan pameran baik di dalam maupun luar negeri.

"Dengan promosi yang gencar, diharapkan masyarakat dapat mengetahui banyak tentang kemampuan industri logam nasional dan menyadari akan pentingnya penggunaan produk dalam negeri untuk memajukan perekonomian Indonesia," ungkapnya.  

Contohnya yang rutin dilakukan adalah pelaksanaan Pameran Produk Industri Logam di Plasa Pameran Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta. Tahun ini, pameran yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 Agustus 2017, diikuti sebanyak 35 perusahaan yang terdiri dari anggota asosiasi IISIA, APRALEX, AP3I, APKABEL, APKOGI, ASITAB, Balai Besar Logam dan Mesin Kemenperin, serta Balai Pengembangan Teknologi IKM Logam Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menempati total 44 booth pameran.  

"Produk-produk yang dipamerkan adalah produk andalan masing-masing perusahaan hasil inovasi yang disesuaikan dengan teknologi maju dan terkini," terang Doody.

Melalui pameran ini, diharapkan juga para konsumen baik pemerintah maupun swasta dapat mempersingkat rantai distribusi dalam pemenuhan kebutuhan pengadaan produk logam melalui pertemuan langsung dengan produsen.  

Doddy meyakini, apabila program dan kebijakan tersebut berjalan baik tentunya mampu meningkatkan kinerja dan daya saing industri logam yang akan turut memacu kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Apalagi, industri logam sebagai salah satu industri dasar, yang memiliki peranan besar dalam pembangunan dan perkembangan perekonomian nasional," ujarnya.  

Menurutnya, produk logam dasar merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya, seperti industri permesinan dan peralatan pabrik, otomotif, maritim dan elektronika.

"Disamping itu, produk logam merupakan komponen utama dalam pembangunan sektor ekonomi lainnya, yaitu sektor konstruksi secara luas yang meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, serta ketenaga listrikan," pungkasnya

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Speaker HomePod milik Apple versi harga murah.

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:19 WIB

Speaker HomePod Versi Murah Milik Apple Tengah Dipersiapkan

Apple Inc. saat ini tengah mempersiapkan HomePod baru dengan harga yang lebih terjangkau. HomePod versi murah milik Apple ini akan diberi nama Beats. Sebelumnya, HomePod Apple sedikit tertinggal…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:15 WIB

BI: Kebutuhan Uang Tunai Lebaran Rp188,2 Triliun

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2018 mencapai Rp188,2 triliun secara nasional.

Ilustrasi Dana Haji

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:15 WIB

23 Proyek Pembangunan Pakai Skema Pembiayaan Dana Haji

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengalokasikan dana Rp13 triliun untuk investasi proyek-proyek pembangunan di dalam negeri. Proyek tersebut akan difasilitasi Center for Private Investment…

Klappertaart (Foto : Galena)

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:00 WIB

Ini Dia, Resep Klappertaart Kurma Hidangan Manis untuk Berbuka Puasa

INDUSTRY.co.id - Jakarta Klappertaart merupakan kue khas Manado, Sulawesi Utara, yang berbahan dasar tepung terigu, telur, dan susu. Biasanya klappertaart menjadi makan penutup hidangan. Rasanya…

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun.

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:51 WIB

Kinerja Usaha Mikro Kabupaten Garut Capai Rp 1,79 triliun

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya…