Perlunya Inovasi Berkelanjutan Dalam Pembangunan Sektor Industri Mamin

Oleh : Ridwan | Rabu, 23 Agustus 2017 - 18:32 WIB

Kepala BBIA Bogor, Umar Habson (Foto Ridwan)
Kepala BBIA Bogor, Umar Habson (Foto Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Bogor-Balai Besar Industri Agro (BBIA) dan Pemerintah India akan melakukan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) untuk peningkatan daya saing industri makanan dan minuman (Mamin) agar lebih kompetitif di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BBIA Bogor, Umar Habson setelah menerima kunjungan Menteri Industri Pengolahan Makanan India, Sadhvi Niranjan Jyoti ke Balai Besar Industri Agro (BBIA) Kementerian Perindustrian di Bogor, Jawa Barat (23/8/2017).

"Pembangunan sektor industri makanan dan minuman memerlukan inovasi yang berkelanjutan. Untuk itu, pentingnya kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang)," ungkapnya.

Oleh karenanya, BBIA berkomitmen untuk semakin meningkatkan kompetensi sebagai pusat riset dan penyedia jasa teknis industri seperti pengujian makanan, sertifikasi ISO dan SNI, pelatihan hingga konsultansi.

"Indonesia mempunyai modal sumber daya alam yang sangat melimpah, namun masih perlu mengejar perkembangan teknologi terkini dengan belajar dari negara lain," papar Umar.  

Menurut Ngakan, pasar makanan dan grosir di lndia adalah terbesar keenam di dunia. Tingkat pertumbuhan tahunan sektor pengolahan makanan lndia lebih dari tujuh persen.

Selain itu, industri makanan lndia yang dipasarkan melalui online tumbuh 150 persen pada tahun 2016. Bahkan, lndia menjadi basis produksi diversifikasi terbesar di 42 Mega Food Parks.  

Berdasarkan catatan Kemenperin, industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,19 persen pada triwulan II tahun 2017. Capaian tersebut turut beperan dalam kontribusi manufaktur andalan ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas yang mencapai 34,42 persen atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya.  

Sedangkan, nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-Juni 2017 mencapai USD15,4 miliar.

"Kinerja ini mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar USD4,8 miliar," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gerai Mitra 10. (Foto: Panoramio)

Senin, 16 Juli 2018 - 21:08 WIB

Jadi Pemegang Saham Strategis di CSAP, SCG Percepat Pertumbuhan Mitra 10

Siam Cement Group (SCG), salah satu pemimpin konglomerat bisnis di ASEAN, hari ini, Senin (16/7/2018) mengumumkan penandatanganan perjanjian kerja sama denganPT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (Kode…

Tim Wushu Indonesia yang berlagapada ajangKejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasilia, Brasilberfoto bersama denganDuta BesarIndonesiauntuk Brasil, TotoRiyanto (Foto: Dok. Kemenperin)

Senin, 16 Juli 2018 - 20:33 WIB

Harumkan Nama Bangsa di Kejuaraan Dunia, Tim Wushu RI Juga Bawa Misi Ekonomi Berkelanjutan

Tim Wushu Indonesia mampu harumkan nama bangsa di ajang Kejuaran Dunia Wushu Junior ke-7 (7th World Junior Wushu Championships) di Brasilia, Brasil yang berlangsung pada tanggal 9-15 Juli 2018.…

PLN Ilustrasi

Senin, 16 Juli 2018 - 20:00 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat PLN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap…

Dirut PLN Sofyan Basir beserta manajamen menggelar konferensi pers perihal kasus PLTU Riau 1, Senin (16/7/2018) (Dok: INDUSTRY.co.id)

Senin, 16 Juli 2018 - 19:42 WIB

Tersandung Hukum, PLN Hentikan Proyek PLTU Riau 1

Manajemen PLN akhirnya memutuskan proyek pembangunan PLTU Riau 1 hingga proses hukum selesai. Dimana PLTU Riau 1 merupakan proyek konsorsium anak usaha PLN yaitu PT Pembangkit Jawa Bali (PJB)…

Sofyan Basir (Foto/Rziki Meirino)

Senin, 16 Juli 2018 - 19:30 WIB

Dirut PLN: Status Saya Adalah Saksi

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan status hukumnya usai rumahnya didatangi KPK adalah masih sebagai saksi.