Menhub Targetkan Bandara Notohadinegoro Jember Tambah 360.000 Penumpang

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Agustus 2017 - 06:50 WIB

Ilustrasi Bandara
Ilustrasi Bandara

INDUSTRY.co.id - Jember- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Bandara Notohadinegoro dapat menambah kedatangan penumpang hingga 360.000 orang per tahun pada 2019 setelah bandara tersebut selesai dikembangkan.

Usai menggelar rapat bersama Bupati Jember Faida dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di Bandara Notohadinegoro, Menteri Budi Karya mengatakan pengembangan bandara dilakukan agar bisa menampung pesawat jenis Air Bus 320 berkapasitas penumpang 200 orang.

"Target dari penumpang ini paling tidak kita harapkan Tahun 2019 itu kurang lebih 360 ribu orang per tahun. Artinya, sehari itu seribu penumpang. Paling tidak ada minimal tiga pesawat berbadan medium," kata Menteri Budi Karya di Bandara Notohadinegoro Jember, Minggu (20/8/2017)

Menteri Budi mengatakan pengembangan Bandara Notohadinegoro untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pariwisata di Jember dan kota sekitarnya, yakni Surabaya dan Bali.

Kementerian Perhubungan pun sudah menyediakan anggaran sebesar R370 miliar melalui RKAKL Kementerian Perhubungan 2018 dan diusulkan dalam penyusunan RKAKL Kemenhub 2019.

Menhub mengatakan harus ada serah terima aset Bandara agar pengembangan bandara bisa dibiayai melalui APBN.

"Nanti jika sudah selesai kita ingin bandara ini tidak dikelola oleh pemerintah karena pemerintah hanya sebagai regulator, bisa melalui badan usaha daerah atau BUMN," kata Menhub.

Bandara Notohadinegoro memiliki luas 120 hektare dan merupakan bandara sipil umum pertama yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten setempat dengan kekuatan APBD.

Bandara ini adalah bandara pengumpan dengan klasifikasi 3C. Lokasi bandara ini ditetapkan dalam keputusan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2004.

Saat ini Bandar Udara Hadinotonegoro memiliki panjang landasan pacu 1645x30 m, taxiway 141x18 m, apron 68 mx96 m, serta memiliki luas gedung terminal 920 m2.

Pengembangan Bandara Notohadinegoro akan dilakukan melalui dua tahap. Tahap I yakni pengembangan sampai tahun 2019 untuk pekerjaan perluasan apron dan taxi way menjadi 96,50 m x 68,50 m, penyusunan Studi RTT untuk perpanjangan runway serta perluasan terminal dan penyusunan studi lainnya, peningkatan pagar keamanan bandara, land clearing dan penyiapan lahan untuk perpanjangan serta pengadaan armada PKPPK.

Untuk tahun 2019 yakni pekerjaan Peningkatan Kapasitas Runway menjadi 2250 m x 45 m untuk rencana operasi pesawat sejenis Boeng 737 Clasic series, Perluasan gedung terminal, Pemenuhan fasilitas lainnya, dan Pembuatan jalan inspeksi bandara sepanjang 5.100 m x 45 m.

Selanjutnya Tahap II yaitu tahapan setelah tahun 2019 untuk perpanjangan Runway sampai 2500 m x 45 m dan pembangunan fasilitas lainnya untuk mendukung embarkasi haji.

Permintaan penumpang selama 2016 di bandara ini mencapai angka rata-rata 79 persen untuk kedatangan Surabaya-Jember dan mencapai 80 persen untuk keberangkatan Jember-Surabaya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kemenpar Tetapkan 100 Event Berskala Internasional (Foto Dije)

Selasa, 26 September 2017 - 14:12 WIB

Kemenpar-Kemenkes Kembangkan Wisata Kesehatan

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan sepakat untuk mengembangkan Pariwisata Kesehatan Internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)…

PT Bayu Buana Tbk

Selasa, 26 September 2017 - 14:11 WIB

Bayu Buana Targetkan Penjualan Tiket Rp 70 Miliar Hingga Akhir Tahun

PT Bayu Buana Travel Tbk menargetkan total pendapatan Rp 70 miliar dari penjualan tiket dan paket pariwisata hingga akhir 2017.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Selasa, 26 September 2017 - 14:07 WIB

Indonesia Siap Pasok Delapan Juta Ton Minyak Sawit ke Eropa

Indonesia siap memasok minyak sawit lestari hingga 8 juta ton ke pasar Eropa untuk memenuhi permintaan di kawasan tersebut yang diperkirakan mencapai 6 juta ton pada 2020.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Selasa, 26 September 2017 - 14:05 WIB

Menperin Airlangga: Harga Gas Blok Masela Masih Belum Cocok

Pemerintah akan memberikan insentif untuk industri yang akan menggunakan dan membeli gas di Blok Masela. Meski akan diberikan insentif tetap saja belum ada industri yang menyatakan tertarik…

Ilustrasi Apartemen (Ilustrasi)

Selasa, 26 September 2017 - 14:01 WIB

Kebijakan Infrastrutur Pemerintah di Jalur Tepat

CEO dan komisaris perusahaan pengembang Crown Group, Iwan Sunito menyatakan kebijakan di sektor infrastruktur yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.